BINUS University mengumumkan program Kiro for Students yang memberikan akses gratis ke perangkat pengembangan perangkat lunak berbasis AI dari Amazon Web Services (AWS). Melalui program ini, mahasiswa BINUS mendapatkan akses selama satu tahun dengan alokasi 1.000 kredit setiap bulan.
BINUS mengklaim menjadi universitas pertama di Indonesia yang bergabung dalam program tersebut. Kiro sendiri merupakan lingkungan pengembangan berbasis AI agent yang membantu pengguna mengubah ide menjadi rancangan sistem hingga kode program. Teknologi ini mengandalkan pendekatan spec-driven development, yakni proses pengembangan yang dimulai dari penyusunan kebutuhan dan spesifikasi sebelum masuk ke tahap implementasi.
Akses tersebut ditujukan untuk mendukung mahasiswa dalam mengerjakan proyek akademik maupun mengeksplorasi ide aplikasi. Meski dapat membantu mempercepat proses pengembangan, penggunaan AI tetap membutuhkan pemahaman teknis dan evaluasi manusia agar kode serta solusi yang dihasilkan sesuai kebutuhan dan tidak membawa kesalahan.
Baca Juga: AWS Summit Jakarta 2026 Bahas Peran AI dalam Mendorong Bisnis di Indonesia
Kiro Bantu Pengembangan Aplikasi dari Ide hingga Kode

Melalui Kiro, mahasiswa dapat menjelaskan ide aplikasi menggunakan bahasa sehari-hari. AI kemudian membantu menyusun kebutuhan sistem, rancangan desain, dan tahapan pengerjaan sebelum mendukung proses pemrograman. Pengguna tetap dapat meninjau hasil perencanaan sebelum melanjutkan pengembangan.
BINUS menyebut fasilitas ini bisa dimanfaatkan mahasiswa School of Computer Science untuk mempraktikkan materi seperti algoritma, rekayasa perangkat lunak, pengolahan data, dan AI. Sementara itu, mahasiswa School of Information Systems dapat mengeksplorasi pengembangan layanan digital berdasarkan kebutuhan bisnis. Namun, kemampuan menghasilkan kode dengan lebih cepat tidak otomatis menjamin kualitas, keamanan, atau efisiensi aplikasi. Mahasiswa tetap perlu memahami kode yang dibuat serta menguji hasilnya.
Integrasi AI dalam Pembelajaran di Kampus
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Derwin Suhartono, mengatakan pemanfaatan Kiro akan didampingi fondasi akademik, bimbingan dosen, dan evaluasi proyek. Menurutnya, mahasiswa tetap perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan bertanggung jawab atas solusi teknologi yang mereka buat.
Dari sisi AWS, Yashinta Bahana, Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership, menyebut program ini sebagai upaya memperkenalkan teknologi pengembangan berbasis AI yang juga digunakan profesional kepada mahasiswa. Program tersebut berpotensi memperluas pengalaman praktik, tetapi manfaat akhirnya akan bergantung pada cara teknologi diintegrasikan ke dalam kurikulum. Penggunaan AI di lingkungan pendidikan juga perlu diimbangi pemahaman tentang validasi kode, keamanan, dan batasan hasil yang dihasilkan AI agar mahasiswa tidak sekadar bergantung pada otomatisasi.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

