Jakarta, Gizmologi – Rumor menarik datang dari Warhorse Studios yang dikabarkan tengah mengembangkan sebuah game RPG baru berlatar middle-earth. Informasi tersebut kemudian mengarah pada IP The Lord of The Rings (LOTR), yang akan menjadi game untuk dirilis nanti. Meskipun belum jelas kebenarannya, namun pihak studio tidak menyanggah atau mengiyakan rumor tersebut. Sehingga masih terbuka peluang akan hadirnya game baru TLOTR.
Rumor ini bukan tanpa alasan karena semuanya berawal dari alur bisnis yang lebih besar, yakni Embracer Group. Pada tahun 2022, perusahaan raksasa Embracer Group resmi mengakuisisi Middle-earth Enterprises, yang berarti mereka memegang hak penuh atas adaptasi game TLOTR dan The Hobbit. Di sisi lain, Embracer Group juga merupakan induk perusahaan dari Plaion, yang membawahi Warhorse Studios.
Secara teori, mudah saja bagi Warhorse Studio untuk mengeksekusi franchise tersebut menjadi sebuah game. Warhorse seperti berada di ‘jalur sutra’ dan peluang besar jika sang induk perusahaan memberikan lampu hijau.
Teori lainnya ialah soal keberhasilan studio dalam membuat game Kingdom Come: Deliverance dengan latar belakang kerajaan seperti halnya LOTR. Amat mudah bagi studio mengimplimentasikan sistem dan mekanisme dalam game KCD dengan mengubah latarnya di daratan Rohan atau Gondor.
Ditambah lagi pernyataan dari Ondřej Bittner, Content Director Warhorse Studios yang menjawab pengguna Reddit. “Kami sedang mengerjakan sesuatu. Tentu kami tidak dapat mengungkap detailnya tapi saya dapat membagi bahw itu adalah (game) imersif RPG yang luas,” ujarnya.
Baca juga: 007 First Light Resmi Meluncur Mei 2026, IO Interactive Bawa James Bond ke Arah Baru
Director Warhorse Studios Juga Akui Kebesaran Ubisoft

Keberhasilan Warhorse dalam membuat KCD memang patut diapresiasi. Mekanisme permainan dan detail mendalam pada game RPG tersebut membuatnya hadir sebagai salah satu penantang Game of The Year 2025. Padahal dari sisi SDM, studio ini hanya memiliki sekitar 240 orang pegawai saja.
Tentang jumlah pegawai tersebut malah menjadi bahan candaan Daniel Vávra, Co-Founder Warhorse ketika membandingkan studionya dengan Ubisoft. Studio game raksasa yang tengah melakukan efisiensi besar itu telah memberhentikan sekitar 1.200 pegawai. Sekaligus menunda 6 judul game untuk rilis. Namun bagi Daniel Vávra hal itu tidak banyak berarti. “Ubisoft punya 16.600 pegawai setelah pemecatan. Oops. Itu setara 70 kali ukuran Warhorse Studios. Itu dapat membuat 10 game seukuran KCD2, setiap game dikembangkan 7 tahun, dirilis setiap tahunnya!” ujar Daniel Vávra, sambil mengutip berita soal kerugian yang dialami Ubisoft di akun X.
Kini kita menantikan apakah dengan jumlah tim kerja yang masih sama, studio ini dapat kembali menghadirkan game berkualitas seperti KCD. Harapan para fans melambung tinggi ketika muncul rumor TLOTR akan digarap oleh mereka. Bocoran informasi soal jenis game yang dikembangkan menjadi clue utama bagi para fans. Semoga saja dalam waktu dekat kita mendapatkan informasi terbaru lainnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



