Meski kini ketersediaan smartphone HUAWEI di Indonesia sudah mulai semakin banyak, tetap saja merek satu ini rasanya lebih dikenal lewat opsi wearables berkualitas. Mulai dari smartband hingga smartwatch yang mampu tawarkan daya tahan baterai awet dan kompatibel untuk iPhone, hingga earphone TWS terjangkau dengan ANC maupun kelas flagship. Dan HUAWEI FreeClip 2 hadir untuk mengisi segmen yang berbeda, sebagai open wear stereo (OWS) dengan desain yang diutamakan—tanpa mengesampingkan kelengkapan fitur sampai kualitas audio.
Sesuai namanya, ini merupakan sekuel dari earphone yang dirancang dengan kombinasi estetika fesyen serta tingkat kenyamanan lebih maksimal. Meski sejatinya terlihat mirip, HUAWEI berikan cukup banyak “revisi” mulai dari desain sampai dimensi pada beberapa bagian. Semuanya ditujukan agar semakin nyaman digunakan sepanjang hari, secara natural menjadi bagian dari penuhnya aktivitas tanpa membebani.
Namun tidak dapat dipungkiri, kini semakin banyak opsi earphone nirkabel pada segmen harga Rp2 jutaan, termasuk penawaran dari Apple sendiri. Lantas apa yang membuat earphone HUAWEI satu ini menarik dan mungkin pas untuk Gizmo friends? Berikut review HUAWEI FreeClip 2 selengkapnya.
Desain

Masih mirip, namun dengan sejumlah penyempurnaan sana-sini yang menurut saya membuatnya kini jauh lebih nyaman dan pas digunakan dari generasi sebelumnya. Ya, desain HUAWEI FreeClip 2 masih dibuat seolah menyerupai aksesori telinga semacam anting. Pada dasarnya, earclip terdiri dari tiga bagian utama: “acoustic ball” yang menjadi rumah dari driver audio, “comfort bean” yang diletakkan di bagian belakang telinga dan menjadi rumah dari input gestur sentuh, serta “Airy C-bridge” yang menyambungkan keduanya.
Bagian C-bridge kini terbuat dari material silikon cair yang dibuat 25% lebih lembut sekaligus ramah di kulit, serta shape-memory alloy yang membuat perangkat semakin nyaman digunakan sepanjang hari. Bagian comfort bean juga dibuat 11% lebih kecil, mengambil sampel lebih dari 10 ribu bentuk telinga untuk memastikan agar lebih cocok untuk lebih banyak orang. Meski secara angka bobot 5,1 gram bukan yang paling ringan, rasanya distribusi berat optimal membuat HUAWEI FreeClip 2 benar-benar nyaman digunakan sesuai tagar pemasarannya.
Sesuai namanya, HUAWEI FreeClip 2 dirancang untuk nyaman digunakan sepanjang hari, tanpa harus melepas-pasang ketika sedang berolahraga, mengobrol dengan orang lain, hingga saat commuting. Sebelumnya, saya sempat menggunakan seri FreeArc selama beberapa pekan. Dan memang tak dapat dipungkiri, HUAWEI FreeClip 2 terasa lebih nyaman, jauh tidak membebani telinga, meski sekilas terlihat mekanismenya cukup sederhana untuk dikenakan.





Earclip-nya sudah membawa sertifikasi IP57, sehingga aman digunakan saat berkeringat pada hari yang aktif, namun tidak dirancang aman untuk digunakan saat berenang. Bagian lain yang juga perlu di-highlight adalah desain casing HUAWEI FreeClip 2 yang ini dibuat benar-benar kompak, 17% lebih ramping dan 14% lebih ringan, sembari tetap membawa daya baterai yang sangat cukup. Poin ini benar-benar memudahkan untuk dibawa ke mana saja dalam berbagai jenis saku penyimpanan.
Overall, desain HUAWEI FreeClip 2 tidak hanya stylish dan menarik perhatian selayaknya aksesori fesyen (bahkan sejumlah kreator memasangkan aksesori tambahan pada bagian bridge), namun juga mampu berikan tingkat kenyamanan maksimal. Semua sembari tetap memberikan rasa aman karena benar-benar secure, alias sangat minim risiko untuk lepas atau jatuh meski dengan gerakan kepala ekstrem.
Fitur

Siapa sangka bila desainnya yang tergolong mungil mampu menyimpan cukup banyak fitur kustomisasi hingga lainnya yang memudahkan penggunaan. Ya, selayaknya wearables HUAWEI lainnya, aplikasi untuk HUAWEI FreeClip tersedia baik untuk smartphone Android maupun iOS. Ada banyak opsi yang bisa kamu eksplorasi, mulai dari efek suara, kendali gestur, kendali gerakan kepala, bahkan suara ketika penutup charging case dibuka.
Karena hadir sebagai TWS open ear atau OWS, HUAWEI FreeClip 2 tidak dibekali dengan fitur seperti active noise cancellation, alias memang dirancang agar pengguna tetap bisa mendengar suara di sekitar. Noise cancelling-nya sih ada, tapi lebih ke fungsi untuk meredam noise agar suara pengguna terdengar lebih jelas oleh lawan bicara saat digunakan untuk menelepon. Dan ya, kualitas tiga mikrofon beserta algoritma DNN khusus milik HUAWEI FreeClip 2 secara efektif mampu menangkap suara saya dengan jelas, meski sedang berada di luar ruangan sekalipun.
Diperkuat oleh prosesor AI NPU khusus, menggunakan HUAWEI FreeClip 2 untuk bertelepon sembari beraktivitas terasa sangat nyaman. Dan di dalam aplikasi, HUAWEI juga berikan opsi volume adaptif yang bisa diaktifkan secara manual (karena masih dalam fase pengembangan). Sesuai namanya, bisa menyesuaikan volume audio mengikuti tingkat keramaian di sekitar. Saya pribadi memilih untuk tetap tidak aktif, mengingat kendali volume secara manual sudah cukup mudah.
Pengoperasian

HUAWEI FreeClip 2 hadir dengan konektivitas Bluetooth 6.0, sehingga ekspektasi saya sesuai dengan stabilitas perangkat saat disambungkan ke gadget sehari-hari. Proses pairing berjalan mudah, namun tentu lebih disarankan untuk dibarengi dengan aplikasi HUAWEI, agar bisa lebih mudah melakukan kustomisasi fitur hingga gesturnya.
Menariknya, earphone OWS HUAWEI satu ini mendukung dual-device connections, alias bisa tersambung dengan dua perangkat sekaligus. Bahkan tidak hanya dengan perangkat HUAWEI saja, namun bisa lintas sistem operasi mulai dari iOS, Android, hingga Windows sekalipun. Namun dari situs resminya, bila tersambung ke perangkat EMUI, mendukung lebih dari dua perangkat sekaligus.
Saya pribadi mematikan opsi ini, agar notifikasi dari perangkat lain tidak muncul dan mengganggu jalannya musik atau panggilan suara. Bagaimana dengan opsi gesturnya? Bisa dibilang cukup banyak. mulai dari double-tap, triple-tap, sentuh-dan-tahan, sampai swipe pada bagian comfort bean untuk sesuaikan volume musik. Dan seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kamu bisa memanfaatkan fitur head control, jadi cukup mengangguk untuk angkat panggilan masuk, atau menggelengkan kepala untuk menolaknya.
Wear detection juga hadir, jadi musik otomatis berhenti saat dilepas dan memutar kembali saat terpasang. Bahkan HUAWEI FreeClip 2 membawa fitur auto-switch left and right, alias secara otomatis mengatur output audio sisi kiri dan kanan menyesuaikan telinga. Dengan begitu kamu bebas mengambil bagian earclip ke telinga mana saja, tak perlu takut tertukar atau terbalik—fitur cerdas yang penting, mengingat desain kedua earclip benar-benar identik.
Kualitas Audio

Bagi saya pribadi yang memiliki bentuk lubang telinga sedikit berbeda, menggunakan earphone tanpa eartip menjadi “tantangan” tersendiri, karena tidak selalu cocok dengan bentuknya sehingga keluaran audio jadi kurang maksimal. Seri FreeBuds tanpa eartip, misalnya, kurang maksimal di telinga saya. Sementara AirPods 4 ANC benar-benar pas sampai saya kaget sendiri. Kabar baiknya, telinga saya relatif pas dengan desain HUAWEI FreeClip 2.
Acoustic ball-nya tidak harus sepenuhnya menempel ke sekitar lubang telinga, dan tetap bisa memberikan output audio cukup lantang, termasuk dentuman bass yang masih dapat terdengar—tentu jangan berekspektasi bisa benar-benar nendang, ya. Tapi dalam kasus telinga saya, ketika bagian comfort bean di belakang telinga digeser sedikit ke bawah, suara terdengar sedikit lebih mantap. Jadi ada baiknya untuk menjajalnya lebih dulu sebelum membeli.
HUAWEI sematkan driver berdiafragma ganda dengan dimensi 10,8mm pada masing-masing bagian, diklaim bisa memberikan volume yang jauh lebih lantang dibandingkan generasi sebelumnya. Saya bisa bilang, output suara memang signifikan lebih kencang, baik ketika dibandingkan dengan generasi sebelumnya maupun seri lain seperti FreeArc. Kisaran volume 50-70% sudah lebih cukup, kalau 100% bisa benar-benar lantang, namun jadi sember atau pecah terutama ketika ada instrumen bass. Kalau untuk podcast, mungkin masih lebih aman.
Pengalaman saya menjajal OWS atau earphone dengan jenis serupa memang belum banyak, namun bila dibandingkan dengan penawaran HUAWEI sebelumnya, Nothing, beberapa seri Shokz maupun Xiaomi yang sudah saya coba, HUAWEI FreeClip 2 bisa berikan volume paling lantang, dengan clarity yang juga melampaui ekspektasi saya, untuk sebuah perangkat dengan driver audio yang tidak sepenuhnya benar-benar menempel ke area lubang telinga.
Baterai

Walaupun secara desain terlihat jauh lebih kompak dibandingkan OWS HUAWEI lainnya seperti seri FreeArc, daya tahan baterai HUAWEI FreeClip 2 terbilang sangat memuaskan—di luar ekspektasi awal saya, mengingat baik bagian earbud hingga charging case dirancang lebih mungil dari versi sebelumnya. HUAWEI mengklaim hingga 9 jam waktu pemutaran lagu non-stop, dan rasanya klaim tersebut memang benar—bahkan bisa lebih lama bila ada sesekali jeda setiap beberapa jam sekali, berkat daya 60 mAh pada tiap earbud.
Sementara waktu pemutaran total bersama charging case yang membawa daya 537 mAh, bisa sampai 38 jam, membuat saya hanya perlu mengisinya satu kali dalam sepekan bahkan lebih jarang lagi. Untuk panggilan suara, klaimnya bisa sampai 6 jam non-stop, alias sudah lebih dari cukup. Nah, nggak cuma masa pakainya yang memuaskan, begitu juga pengisian dayanya. Karena menawarkan opsi baik menggunakan kabel USB-C maupun secara nirkabel alias wireless.
Dengan begitu, bila memang diperlukan, saya bisa mengisi daya HUAWEI FreeClip 2 langsung dari smartphone memanfaatkan teknologi seperti reverse wireless charging, meski kecepatannya tentu lebih lambat. Bila menggunakan kabel, hanya membutuhkan sekitar 1 jam untuk mengisi baik earbud dan charging case secara simultan. Sementara earbud-nya sendiri sudah mendukung fast charging, cukup letakkan ke dalam case 10 menit untuk pemutaran musik sampai 3 jam.
Kesimpulan

Melalui kehadiran FreeClip 2, HUAWEI seolah ingin membuktikan bila konsumen juga bisa mendapatkan pengalaman sebuah OWS yang menawarkan daya tahan baterai dan kualitas audio prima, tanpa desain yang benar-benar terlihat sebagai aksesori khusus olahraga. Opsi satu ini terlihat lebih versatile, lebih pas untuk lebih banyak skenario penggunaan berbeda bagi Gizmo friends yang mungkin memiliki keseharian aktif dengan kegiatan beragam.
Desain memang benar-benar subyektif, namun menurut saya pribadi HUAWEI FreeClip 2 terlihat cukup minimalis, meski sedikit mencolok—mungkin opsi warna hitam bisa jadi opsi terbaik. Dan bila memang sekadar menginginkan fungsi utamanya saja, tanpa mementingkan fitur ekstra seperti pilihan gestur, Gizmo friends juga bisa melirik HUAWEI FreeArc, dengan banderol harga hampir hanya sepertiganya, setidaknya bila ditilik di e-commerce.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




