Jakarta, Gizmologi – Transformasi digital kini tidak hanya terjadi di sektor konsumen atau layanan publik, tetapi juga mulai menjadi fokus utama di industri energi. Hal tersebut terlihat dari langkah Cirebon Energi Prasarana (CEPR) yang mulai mengimplementasikan IBM Maximo untuk mendukung operasional pembangkit listrik mereka di Jawa Barat.
Melalui implementasi ini, CEPR memanfaatkan fitur kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan (K3L) yang ada di IBM Maximo. Sistem tersebut digunakan untuk mengelola izin kerja, isolasi energi, hingga proses keselamatan operasional secara digital, menggantikan proses manual yang selama ini umum digunakan di industri pembangkit listrik.
Langkah ini menarik karena sektor energi memang menjadi salah satu industri yang cukup lambat dalam proses digitalisasi operasional. Di sisi lain, tuntutan terhadap keamanan kerja, efisiensi, dan reliability pembangkit semakin tinggi, terutama ketika fasilitas harus tetap berjalan stabil untuk menopang kebutuhan listrik nasional.
Baca Juga: Microsoft Sarankan RAM 32GB untuk Gaming di Windows 11
Fokus pada Keselamatan dan Efisiensi Operasional

Implementasi IBM Maximo di CEPR dilakukan bersama Cohesive, perusahaan di bawah Bentley Systems yang juga menjadi mitra IBM. CEPR disebut menjadi salah satu pembangkit listrik pertama di Indonesia yang mengoperasikan sistem izin kerja dan pengelolaan isolasi energi berbasis digital dalam skala besar.
Sistem ini sudah digunakan dalam proses pemeliharaan besar selama 47 hari di unit pembangkit ultra-supercritical 1.000 MW milik CEPR. Dalam periode tersebut, perusahaan harus mengatur ribuan aktivitas kerja, mengawasi banyak kontraktor, hingga memastikan proses keselamatan berjalan tanpa mengganggu target operasional.
Dari sisi industri, penggunaan platform seperti IBM Maximo memang bisa membantu mempercepat koordinasi dan mengurangi potensi human error. Namun implementasi sistem digital di sektor energi juga bukan tanpa tantangan, terutama terkait adaptasi SDM dan integrasi dengan sistem lama yang sudah digunakan bertahun-tahun.
Industri Energi Mulai Bergerak ke Sistem Terpusat
General Manager and Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, mengatakan implementasi ini menunjukkan bagaimana platform digital mulai memainkan peran penting untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi di infrastruktur vital.
Sementara itu, ICT Manager CEPR, Andy Saputra, menyebut integrasi pengelolaan aset dan keselamatan ke dalam satu sistem terpusat membantu perusahaan menetapkan standar operasional baru di sektor energi Indonesia.
Di luar aspek teknis, langkah seperti ini juga sejalan dengan agenda pemerintah yang mendorong transformasi digital di sektor infrastruktur dan energi nasional. Dengan kontribusi sektor energi yang mencapai hampir 10% terhadap PDB Indonesia, modernisasi operasional memang menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas industri dalam jangka panjang.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



