Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Privasi Lemah, 13 Juta Data Pengguna Internet Indonesia Terjual

0 43

Tahukah Gizmo lovers, kalau 15 Maret kemarin diperingati sebagai Hari Hak Konsumen Sedunia? Sebagai pengakses atau pengguna internet, kita harus menyadari bila terkadang ada hak yang telah dilanggar, terutama dalam kaitan privasi data di internet.

Hubungan kita dengan teknologi telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, khususnya teknologi informasi yang menyimpan data-data pribadi kita. Privasi data adalah hal yang harus dikorbankan pengguna untuk mendapatkan konten yang berkualitas, akses yang mudah, serta berbagai layanan yang ditawarkan oleh teknologi, dan hal ini telah menjadi perhatian utama para pengguna internet.

Tersebarnya Privasi Data di Internet

Ruby Alamsyah, CEO Digital Forensic Indonesia (DFI), mengungkapkan ada sekitar 13 juta data pribadi pengguna internet di Indonesia (termasuk nama lengkap, alamat, email, nomor telepon, kata sandi terenkripsi dan alamat IP) telah dijual seharga Rp20 juta ke beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut menyebabkan keadaan darurat bagi perlindungan privasi dan data pribadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang akan menerapkan Regulasi Umum bagi Perlindungan Data (GDPR).

Baca juga: Tips Menghindari Modus Penipuan di WhatsApp

Kenyataannya, saat ini masih ada beberapa perusahaan yang menggunakan teknologi untuk memantau agar mendorong perilaku tertentu, seperti klik, pembelian produk, dukungan/pilihan atau sebuah aksi, demi keuntungan pribadi mereka.

Zaman Surveillance Economy (atau yang juga dikenal sebagai Surveillance Capitalism) adalah zaman dimana hubungan antara pengguna dengan perusahaan teknologi memicu tumbuhnya sebuah bentuk ekonomi digital; strategi ekonomi dimana perusahaan mengamati segala yang kita lakukan, dan mengubah informasi tersebut menjadi keuntungan. Konsep ini juga merupakan penyebab mengapa kita sering melihat iklan produk yang baru kita cari dan bicarakan secara daring (online).

Mozilla sebagai salah satu peramban akses internet.

Selain menjadi salah satu peramban yang paling dikenal, Mozilla juga merupakan organisasi nirlaba pelopor dan pendukung konsep Open Web. Kali ini, Mozilla mengangkat “Aspek Kesadaran” sebagai tema bagi sektor internet pada 2020, mengimbau pengguna agar menyadari realitas yang terjadi di internet dan waspada terhadap bahaya dari Surveillance Economy.

Stan Leong, Vice President & General Manager of Emerging Markets, Mozilla dalam sebuah rilis mengatakan, “Semakin banyak orang mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang pemantauan aktivitas di internet (Internet surveillance). Sebagai pelopor Open Web, Mozilla selalu siap menemukan solusi untuk melawan aksi yang tidak adil ini.” Melalui diskusi, penelitian dan lokakarya yang diadakan oleh karyawan dan anggota komunitas yang hadir di MozFest 2019 di London, Mozilla mengangkat tiga masalah terbesar yang menjadi pokok utama dari Surveillance Economy.

Masalah & Usaha Mengatasi Pemantauan Aktivitas di Internet

Yang pertama adalah tereksposnya data, dimana orang tidak sadar akan dibebankan oleh ketidakamanan privasi. Lalu tersingkirnya kepentingan pengguna, berbagai perusahaan besar akan berlomba-lomba menimbun data dan berkompetisi secara diam-diam demi keuntungan pribadi. Terakhir,tereksploitasinya pengguna, dimana perusahaan tersebut tidak mengawasi bagaimana data konsumen digunakan.

Untuk memerangi ketidakseimbangan hak dalam Surveillance Economy, Mozilla menyajikan tiga usaha untuk mengubah sistem ini, yaitu; memperkuat kesadaran dan identitas, pengalihan data (membawa nilai baru, transparansi, dan kekuatan bagi pengguna melalui kontrol dan kepemilikan data), serta Mozilla sebagai layanan. Mozilla melakukan praktik data dan infrastruktur yang lebih sehat dan mendorong gerakan “data untuk kebutuhan yang lebih baik.”

Tahun ini, Mozilla Emerging Market Group fokus pada advokasi internet sehat, dan mengeksplor peluang-peluang dalam inovasi produk untuk menangani masalah Surveillance Economy. Hal tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan dan teknologi yang benar-benar dapat berguna pagi pengguna, memungkinkan semua orang untuk mendapatkan manfaat dari dunia digital.