Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Tips Menghindari Modus Penipuan di WhatsApp

0 6.142

Tidak seorang pun ingin tersandung pengalaman yang tidak menyenangkan. Apalagi menjadi korban penipuan online yang meresahkan. Namun, kasus penipuan yang memanfaatkan platform baik media sosial maupun pesan instant seperti WhatsApp marak terjadi.

Direktorat Tindak Pidana Siber, satuan kerja yang berada di bawah Badan Reserse Kriminal Polisi Republik Indonesia (Bareskrim Polri), mengumumkan bahwa sepanjang tahun 2019, telah menerima laporan sebanyak 1.617 kasus terkait kejahatan siber. Baik yang terjadi di marketplace, media sosial, surel, atau platform online lainnya.

Kasus penipuan online atau scam bisa berupa pesan yang didapatkan dari pihak ketiga seperti spam, tipuan (hoax), dan pengelabuan (phishing). Pada praktiknya, para penipu mencoba berbagai modus operandi untuk mendorong korban melakukan tindakan tertentu.

Jadi, bagaimana baiknya menghindari beragam modus penipuan online yang terjadi di WhatsApp? Tips keamanan dasar (security 101) dari WhatsApp berikut ini dapat mencegah aksi tipu daya penjahat siber. Sebagaimana kita terus waspada di dunia nyata, juga harus melakukan yang sama dalam dunia digital.

Baca juga: Tips Digital Parenting: Jaga Anak dari Penjahat Siber

Mengenali Modus Penipuan Online

Penipu bisa muncul dengan berbagai wajah. Mereka dapat berpura-pura menjadi teman atau kerabat dekat. Kemudian mengaku sangat membutuhkan uang dengan menggunakan nomor yang tidak dikenal. Dengan alasan sedang terkena musibah seperti baru saja dirampok, dipenjara, atau bahkan dirawat inap, mereka dapat mengarang alasan dan meyakinkan kita untuk mengirimkan sejumlah uang.

Jika tidak ingin menjadi korban, pertama, perhatikanlah bahasa yang coba ditiru si penipu. Gaya percakapan yang digunakan mungkin berbeda. Seperti tutur bahasa yang dipilih, cara menjelaskan situasi, dan hal kecil lainnya yang membuat kita ragu.

Jangan lupa pula untuk menanyakan informasi tambahan dari sumber yang terpercaya. Setelah mengetahui bahwa ini salah satu modus penipuan, jika itu terjadi di WhatsApp, maka langsung saja blokir dengan membuka chat > klik kontak atau nama grup > klik Laporkan atau Blok kontak.

Pernahkah menerima pesan yang menyatakan bahwa kamu beruntung menjadi pemenang hadiah secara tiba-tiba? Jika iya, ada kemungkinan kamu sedang menjadi target penipuan. Biasanya, oknum penipu mengaku sebagai pihak perusahaan/ brand yang meyakinkan bahwa kita memenangkan hadiah besar. Atau sekadar menawarkan pekerjaan yang sebelumnya kita tidak pernah mendaftar. Tujuan utama mereka yakni mencoba memperoleh informasi pribadi kita atau menipu untuk meminta uang.

Jika kamu menerima sebuah pesan dan tidak yakin apakah itu tergolong sebagai modus penipuan, berhentilah dan periksalah kembali pesan tersebut dengan seksama. Berikut adalah beberapa karakteristik atau isi pesan yang harus dihindari:

  • Mengandung kesalahan ejaan atau tata bahasa;
  • Meminta untuk mengetuk tautan;
  • Meminta untuk membagikan informasi pribadi Anda (seperti nomor kartu kredit dan rekening bank, tanggal lahir, kata sandi);
  • Meminta untuk meneruskan pesan;
  • Meminta untuk mengklik tautan untuk “mengaktifkan” fitur baru;
  • Menyatakan bahwa kamu harus membayar untuk menggunakan WhatsApp. Padahal WhatsApp tidak akan meminta imbalan karena WhatsApp sendiri tidak dapat mengakses maupun membaca pesan berkat enkripsi ujung-ke-ujung yang selalu aktif)

Jika kamu menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, segera hapus dan laporkan pesan tersebut. Jangan mengklik tautan atau memberi informasi pribadi apapun walaupun dengan imbalan hadiah.

Tautan yang mencurigakan

penipuan online whatsappSebuah indikator mungkin ditampilkan ketika tautan mengandung kombinasi karakter yang dianggap tidak umum. Penipu mungkin menggunakan kombinasi karakter ini untuk mengecoh kamu agar mengetuk tautan yang sepertinya akan membuka situs web yang sah, tetapi sebenarnya akan membawa Anda ke situs yang berbahaya.

Ketika menerima tautan, tinjau konten pesan dengan hati-hati. Jika tautan ditandai sebagai tautan yang mencurigakan, kamu dapat mengetuk tautan tersebut dan pesan pop-up akan ditampilkan–menyoroti karakter yang tidak umum di dalam tautan tersebut. Kemudian dapat memilih untuk membuka tautan tersebut atau kembali ke chat.

Sesuaikan Pengaturan

Masih khawatir terpedaya oleh para penipu? WhatsApp telah membuat beberapa kendali dasar yang dapat disesuaikan untuk membantu melindungi diri sendiri. Seperti di bawah ini:

  • Mengendalikan siapa yang dapat melihat informasi dengan mengatur yang terakhir diliha (last seen), Foto Profil, dan atau Status di dalam pengaturan privasi.
  • Mengendalikan siapa yang dapat menambahkan ke grup dengan membuka Setelan/Pengaturan dalam aplikasi. Lalu ketuk Akun > Privasi > Grup dan pilih salah satu dari ketiga opsi berikut: “Kontak Saya Kecuali,” “Kontak Saya,” atau “Semua Orang.”
  • Memberikan lapisan keamanan tambahan dengan mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah. Caranya? Untuk mengaktifkannya, buka “Pengaturan” lalu pilih “Akun” dan pilih “Verifikasi Dua Langkah”. Imerupakan cara terbaik untuk melindungi data pribadi.

Sebagai pengguna, kamu harus selalu waspada ketika menerima pesan dari pihak tidak berkepentingan yang tidak berada dalam kontak. Memahami tanda-tanda mencurigakan saat melakukan interaksi dengan nomor yang tidak dikenal adalah awal yang baik untuk mulai menanam rasa tanggung jawab sebagai warganet. Jika telah menguasai langkah sederhana ini, kamu akan lebih tahan terhadap penipuan online atau serangan jahat lainnya dari penjahat siber.