537 Plot Lahan RansVerse Langsung Ludes dalam 27 Menit

4 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Ratusan plot lahan RansVerse habis terjual hanya dalam waktu 27 menit dan 20 detik pada Initial Land Offering (ILO) 1.3 & 1.4. Hal ini menunjukkan tingginya antusias publik untuk memiliki lahan di metaverse.

“Kalau sekarang ILO 1.3 dan 1.4 digabung karena jumlah land yang sekarang antara 1.3 dan 1.4 lebih sedikit dibandingkan ILO 1.1 atau 1.2. Jadinya lebih kecil jika diluncurkan terpisah,” ujar Sony Subrata, CEO VCGamers dalam keterangan resminya, Senin (12/9).

Lahan metaverse ini dibangun atas kolaborasi VCGamers, RANS Entertainment, Shinta VR dan UpBanx. Seperti sebelumnya, pelepasan lahan RansVerse ke publik berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.

Pada pembaruan ini, pengguna kelak tidak perlu lagi melakukan connect wallet untuk melakukan register dan login. Alhasil pengguna jadi lebih mudah menggunakan RansVerse. Saat ini ada 4 tahap pengembangan di RansVerse, yaitu Pre Open Alpha, Open Alpha, Open Beta, dan Official Release yang direncanakan pada kuartal II 2023 mendatang.

“Jumlah land dari titik 1.3 dan 1.4 dijadikan satu agar dapat memenuhi antusiasme yang besar dari teman-teman komunitas dan dari sisi VCGamers sendiri kita sudah berhasil membuat user login secara seamless teknologi blockchain, dimana user dapat register dan login tanpa perlu connect wallet. Entrance ke web 3 dapat di akses publik dengan user friendly,” papar Sony.

Saat ini RansVerse telah memasuki Open Alpha. Yang mana proyek ini dibuat untuk memudahkan pengguna dan nantinya para pengguna dapat mengunjungi land, bertemu selebriti, dan aktivitas lainnya. Selain itu, nantinya juga para pengguna dapat menikmati fitur VR mode.

Baca Juga: Kaabaverse dan Ransverse Kembangkan Manasik Umrah & Haji Virtual

Lahan RansVerse

Pada ILO 1.3 dan 1.4 ini bekerja sama dengan KaabaVerse dan SBM ITB. Sehingga aktivitas di RansVerse akan bertambah seru karena pemain dapat menjelajahi serta merasakan langsung suasana manasik haji di Masjidil Haram dan mengunjungi kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Selain ada kunjungan, nanti kami akan ada event-event yang berjalan di RansVerse nanti. Jadi, pengguna akan mengikuti event kita tapi berada di Gedung SBM ITB yang ada di SBM Verse ini,” ujar Dina Dellyana selaku Director Thegreaterhub Business Incubator of SBM ITB.

Tidak ketinggalan, RansVerse juga telah berkolaborasi dengan berbagai macam brand dan institusi sebagai bagian dari upayanya agar dapat dinikmati oleh komunitas dan masyarakat. Kedepannya juga akan berkolaborasi dengan institusi Swasta-Negara untuk terus berkembang, sehingga dapat dengan mudah digunakan bagi komunitas dan masyarakat luas.

Membeli lahan virtual dipercaya sebagai peluang untuk membangun aset digital ditengah maraknya perkembangan industri blockchain. Pemilik lahan nantinya akan memiliki kebebasan penuh untuk memutuskan apa yang akan dibangun di atas lahan mereka dan juga bisa mendapatkan penghasilan saat pengguna lain berinteraksi dengan ciptaan mereka dalam bentuk aset Non-Fungible Token (NFT) dengan menggunakan $VCG token sebagai mata uang.

“Progress kita saat ini kita sedang mengembangkan mode Virtual Reality (VR) dimana fitur-fitur di RansVerse sudah diintegrasikan ke dalam VR dan sudah bisa dimainkan. Selain itu untuk memberi user sesuatu kebebasan nantinya akan ada fitur pemilihan bagian tubuh dan fitur impor baju berbentuk NFT yang dibeli dapat dipakai di RansVerse,” ujar Creative Director of Shinta VR, Wisnu Danur Wendo.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version