Ancaman Siber di Indonesia: 36 Juta Infeksi Mengintai di Tahun 2024

5 Min Read

Jakarta, Gizmologi – Indonesia menghadapi tantangan besar di dunia digital dengan lebih dari 36 juta infeksi siber yang terdeteksi pada tahun 2024. Data ini berasal dari laporan terbaru Kaspersky, perusahaan keamanan siber global, yang mengungkapkan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah ancaman dibandingkan tahun sebelumnya, risiko serangan tetap tinggi. Tren digitalisasi yang semakin berkembang di berbagai sektor turut meningkatkan potensi ancaman bagi pengguna internet di Indonesia.

Berdasarkan laporan telemetri Kaspersky, jumlah ancaman lokal di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 36.168.342 insiden. Meski angka ini mengalami penurunan 29,44% dibandingkan tahun 2023 yang mencatat 51.261.542 insiden, Indonesia masih berada di posisi ke-71 secara global dalam daftar negara dengan jumlah ancaman lokal terbanyak. Ancaman ini didominasi oleh worm dan virus file yang menyebar melalui perangkat eksternal seperti USB, CD, dan DVD.

Selain ancaman malware, tantangan lain yang dihadapi Indonesia adalah kekurangan talenta di bidang keamanan siber. Komdigi mencatat bahwa Indonesia kekurangan sekitar 500 ribu talenta digital setiap tahunnya. Kebutuhan akan tenaga ahli di bidang ini diproyeksikan mencapai 12 juta orang pada tahun 2030. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan keterampilan digital dan keamanan siber di kalangan tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Nvidia GB200 NVL72, Jadi Hasil Solusi dari HPE untuk Keluarga “Blackwell”

Kurangnya Talenta Siber dan Dampaknya pada Keamanan Digital

Kurangnya tenaga ahli di bidang keamanan siber berdampak langsung pada peningkatan risiko serangan digital. Organisasi yang tidak memiliki tim keamanan siber yang kompeten menjadi lebih rentan terhadap serangan siber, termasuk serangan ransomware, pengambilalihan akun, dan penipuan online. Oleh karena itu, berbagai pihak harus bekerja sama untuk memperkuat kapasitas keamanan digital di Indonesia.

Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah program pelatihan satu juta talenta digital yang diinisiasi oleh Kominfo. Program ini bertujuan untuk membangun keahlian keamanan siber di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan hingga industri swasta. Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, menyambut baik langkah ini dan berharap lebih banyak inisiatif serupa di masa mendatang.

Di sisi lain, organisasi juga dapat memanfaatkan solusi keamanan yang lebih canggih untuk melindungi data dan infrastruktur mereka. Produk-produk seperti Kaspersky Endpoint Security for Business dan Kaspersky NEXT XDR dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap berbagai jenis serangan siber. Dengan kombinasi pelatihan dan teknologi keamanan yang tepat, Indonesia dapat memperkuat pertahanannya terhadap ancaman digital.

Strategi Perlindungan dan Penguatan Keamanan Siber

Agar dapat mengurangi risiko serangan siber, perusahaan dan organisasi di Indonesia perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam meningkatkan keamanan digital mereka. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memberikan edukasi kepada karyawan mengenai ancaman siber dan cara menghadapinya. Kaspersky Automated Security Awareness Platform adalah salah satu solusi yang dapat membantu meningkatkan literasi keamanan siber di kalangan pekerja.

Selain itu, keterampilan praktis dalam mengenali tanda-tanda serangan siber juga menjadi faktor penting. Pelatihan khusus bagi spesialis TI di perusahaan dapat membantu mengidentifikasi potensi ancaman sebelum terjadi kerusakan yang lebih luas. Kaspersky Expert Training menawarkan berbagai kursus yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan keamanan siber tenaga profesional di berbagai industri.

Langkah lain yang tidak kalah penting adalah menerapkan perlindungan data utama. Ini mencakup penggunaan kata sandi yang kuat, enkripsi perangkat kerja, serta pencadangan data secara berkala. Dengan menerapkan praktik terbaik dalam keamanan siber, organisasi dapat mengurangi risiko kebocoran data dan serangan malware yang dapat merugikan bisnis mereka.

Meskipun jumlah ancaman siber di Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, tantangan dalam hal keamanan digital masih sangat besar. Kekurangan tenaga ahli di bidang keamanan siber dan meningkatnya jumlah serangan yang semakin canggih menjadi faktor utama yang perlu diatasi. Dengan kombinasi strategi pelatihan, edukasi, dan penerapan teknologi keamanan yang mutakhir, Indonesia dapat memperkuat pertahanan digitalnya.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, industri, dan penyedia solusi keamanan seperti Kaspersky menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman. Dengan terus meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi ancaman siber, diharapkan Indonesia dapat mengurangi risiko serangan digital dan melindungi infrastruktur penting dari ancaman yang terus berkembang.


Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Share This Article

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Exit mobile version