Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

10 Aplikasi yang Paling Jarang Di-Update Ini Ternyata Berisiko Merusak PC

Malas update aplikasi yang kamu gunakan? Coba pikir lagi, Gizmolovers!

0 2.133

Bagi pengguna PC berbasis Windows, tentunya sudah mengakrabi aplikasi-aplikasi untuk mengoptimalkan penggunaan. Sayangnya, tak sedikit dari pengguna (mudah-mudahan Gizmolovers enggak ya :D) yang malas. Sehingga aplikasi jarang diupdate.

Tak sedikit pengguna yang enggan melakukan update atau pembaruan untuk versi terkini dari aplikasi yang digunakan. Meskipun terkesan biasa saja, tapi berdasarkan data yang dilansir perusahaan keamanan data Avast, justru kebiasaan aplikasi jarang diupdate ini bisa menjadi sesuatu yang berbahaya bagi PC.

Berdasarkan informasi bertitel “Avast PC Trend Report January 2017” yang diterima Gizmologi, Selasa (21/3/2017), terdapat 10 aplikasi teratas yang dibiarkan usang oleh penggunanya. Jika hal ini berlarut, maka aplikasi jarang diupdate tersebut diklaim disusupi malware yang bisa mengeksploitasi celah keamanannya.

Hal ini seperti diungkapkan Ondrej Vlcek, Chief Technology Officer, GM, and EVP Consumer Business Avast, yang mengatakan kebiasaan menjaga aplikasi agar selalu diperbaharui sangat berperan besar dalam tingkat perlindungan pengguna PC di internet.

“Menjalankan aplikasi usang bisa membuat pengguna PC rentan terhadap serangan hacker yang paham cara mengeksploitasi celah keamanan,” ujarnya.

Lalu, aplikasi-aplikasi apa saja yang dimaksud Avast tersebut? Berikut ini adalah 10 aplikasi terusang yang dikumpulkan dari 116 juta komputer desktop dan laptop Windows yang menjalankan fitur Automatic Software Updater pada AVG TuneUp:

Daftar Aplikasi Jarang Diupdate

1. Java (Runtime 6,7), Oracle Corporation
2. Flash Player (Active X), Adobe Systems
3. Foxit Reader, Foxit Software
4. GOM Media Player, Gretech
5. Nitro Pro, Nitro Software
6. WinZip, Corel Corporation
7. DivX, DivX LLC
8. Adobe Shockwave Player, Adobe Systems
9. 7-ZIP, Igor Pavlov
10. Firefox, Mozilla

Sebagai aplikasi yang paling dibiarkan usang dalam daftar tersebut, Java Runtime 6 dan 7 yang merupakan versi lawas ternyata masih digunakan oleh sebanyak 24 juta pengguna, sementara sudah sebanyak 26 juta pengguna telah menggunakan versi terbaru, yakni Java 8. Yang mengejutkan ternyata 70% pengguna belum menginstal rilisan update terbaru aplikasi tersebut yang saat ini sudah pada versi 121.