Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Ingin Majukan Industri eSport, Politisi ini Bentuk Asosiasi Game

Potensi gaming di Indonesia makin besar. Hal ini rupanya dilirik oleh Rob Clinton Kardinal, politisi muda dari Partai Golkar sekaligus pemilik grup esport Onic. Ia mendirikan asosiasi gaming yang diberi nama AVGI (Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia (AVGI) yang hadir sebagai lembaga independen.

Nuansa politik kental sekali di acara peluncuran asosiasi esport ini. Karena pada prosesi pelantikannya saja, selain dihadiri oleh pelaku dan pegiat industri esport, juga tampak dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan turut dihadiri oleh para pejabat pemerintahan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dewan Pertimbangan Presiden Jendral (Purn) Agum Gumelar, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Freddy Harris SH.LL.M, dan Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyo.

Baca juga:5 Jenis Gamer yang Wajib Kamu Ketahui

Rob Clinton Kardinal, Ketua Umum AVGI
Rob Clinton Kardinal, Ketua Umum AVGI

Tentu saja tidak ada yang salah dengan membawa politik ke dalam gaming. Karena dengan akses ke lingkaran kekuasaan, punya peluang besar untuk memajukan industri eSport d iIndonesia. Tapi akan jadi masalah jika justru masuk ke ekosistem gaming untuk mengambil keuntungan pribadi atau politik semata.

Sebagai pendiri, Rob Cilinton Kardinal menjabat sebagai Ketua Umum AVGI dan Angki Trijaka sebagai sekertaris Jenderal AVGI.

Related Posts
1 daripada 310

AVGI melansir laporan yang dirilis Newzoo, bahwa pada tahun 2019 ini nilai pasar game global akan mencapai angka US$152 miliar (sekitar Rp2,15 kuadriliun), meningkat 9,6 persen dibanding tahun sebelumnya.  Kondisi ini juga terjadi di Indonesia dengan jumlah statistik pemain games yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam Global Games Market Report, Indonesia berada di peringkat 17 sebagai negara dengan pendapatan tertinggi dari online game dan mencapai USD 941 juta (sekitar Rp13 triliun) per Januari 2019. Meski memiliki potensi yang besar, menurut Rob, industri olahraga elektronik di Indonesia masih baru saja dimulai sehingga perlu dilakukan penyusunan standarisasi, benchmarking, hingga regulasi.

“Berbagai faktor ini, khususnya regulasi sangat penting karena selain dapat membantu perkembangan industri olahraga elektronik, juga dapat memotivasi para pelaku dan atlet olahraga elektronik untuk terus berprestasi membawa nama Indonesia ke tingkat lebih tinggi,” ujar Rob Clinton saat peresmian AVGI di kawasan Pecenongan, Jakarta (16/7/2019).

Program AVGI

Hadir untuk menjadi asosiasi independen yang berkomitmen memajukan olahraga elektronik di Indonesia, AVGI telah menyusun berbagai program yang diharapkan dapat mendorong akselerasi kemajuan industri ini. Asosiasi ini mengusung lima misi utama yang secara konsisten fokus terhadap peningkatan prestasi olahraga elektronik di Indonesia.

Mereka akan melakukan pembinaan asosiasi serta pengembangan sumber daya olahraga elektronik. Hal ini dianggap secara efektif akan membentuk ekosistem olahraga elektronik lebih kondusif sehingga diharapkan dapat menciptakan atlet yang berprestasi di tingkat daerah, nasional dan internasional.

AVGI terbuka untuk umum, khususnya bagi para pelaku dan penggiat olahraga elektronik yang berkomitmen untuk turut mengembangkan olahraga elektronik di Indonesia. “Harapan kami, AVGI dapat mendorong terciptanya ekosistem olahraga elektronik yang lebih sehat, seimbang, dan positif, sehingga nama Indonesia dan harkat martabat bangsa dapat terus terangkat di tingkat nasional dan internasional melalui olahraga elektronik,”tutup Rob.