Jakarta, Gizmologi – Setelah bocornya data pengguna Biznet Gio, pada Minggu (24/3/2024), perusahaan akhirnya buka suara. Kebocoran data kali ini disebabkan oleh blucifer, nama anonim yang mengaku sebagai karyawan Biznet juga.
Perusahaan cloud tersebut mengaku bahwa mereka menerima laporan pada tanggal 25 Maret 2024. Kebocoran data ini dikarenakan sistem Fair Usage Policy (FUP) atau batas pemakaian wajar Biznet segera dihilangkan.
Blucifer yang mengaku sebagai karyawan dan mewakili karyawan lainnya merasa poros perusahaan berubah menjadi mengejar keuntungan semata. Total 154.091 data pelanggan Biznet Gio yang bocor ini bukanlah ancaman terakhir yang diberikan oleh Blucifer sejak (10/3/2024).
Baca Juga: Tak Dihiraukan, Pelaku Kebocoran Data Biznet Sebar 154 Ribu Data Biznet Gio!
Biznet Gio Akan Segera Melakukan Investigasi

Sama halnya dengan tanggapan Biznet, tanggapan Biznet Gio juga kurang lebih berfokus untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait kasus ini. Investigasi pun dilakukan langsung tim keamanan perusahaan dan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia.
“Pada tanggal 25 Maret 2024, Biznet Gio menerima laporan mengenai informasi kebocoran data yang melibatkan informasi pelanggan kami. Tim keamanan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk segera mengambil tindakan. Biznet Gio bersama dengan Biznet saat ini tengah menjalin kerjasama erat dengan otoritas Kepolisian Republik Indonesia untuk mengidentifikasi dan menindak tegas pihak-pihak yang diduga telah melakukan pencurian data,” jelas pihak Biznet Gio Corporate kepada Gizmologi, Selasa (26/3/2024).
Perusahaan juga mengambil langkah teknis strategis untuk melindungi infrastruktur dan data pelanggan. Dalam rangka menjaga keamanan data pelanggan, perusahaan telah mempersiapkan berbagai langkah proaktif telah diimplementasikan sebelumnya. Seperti halnya autentikasi dua faktor, dan perusahaan juga menghadirkan penguatan sistem dan infrastruktur layanan.
“Biznet Gio sudah menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk menghalangi akses tidak sah. Selain itu, penguatan sistem dan infrastruktur layanan juga telah dilakukan melalui penilaian yang cermat dan pengambilan langkah-langkah pencegahan yang sesuai. Keamanan data pelanggan merupakan prioritas utama bagi Biznet Gio, yang terus berupaya untuk meningkatkan sistem serta infrastruktur layanannya,” terang perusahaan.
Dalam pernyataannya, perusahaan meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan cloud ini juga memberikan hotline khusus bagi pengguna yang terdampak agar bisa mengamankan datanya sebagai tanda dedikasinya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Sebagai bentuk dedikasi terhadap keamanan data dan informasi pelanggan, kami menyediakan hotline khusus tanpa dipungut biaya bagi pelanggan yang ingin mengamankan data krusial, melalui [email protected],” tutupnya.
Ancaman Blucifer Akan Masih Berlanjut

Blucifer akan terus mengancam Biznet, hingga pihak manajemen mengubah kebijakan FUP perusahaan. Pelaku kebocoran data ini mengaku tak mengambil keuntungan, dan memberikan data pengguna Biznet keseluruhannya secara gratis.
154 ribu lebih data pengguna Biznet Gio terdiri dari ama lengkap, email, saldo, password hash, alamat, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), nomor HP dan data lainnya. Ancaman selanjutnya memiliki batas hingga 7 April 2024, bila Biznet masih dengan keteguhannya, maka Blucifer mengancam akan membongkat data Vice Manager (VM) dari Biznet. Selain itu ia juga mengancam akan menghancurkan hal yang ia bisa hancurkan, termasuk mesin virtual Biznet, metal, storage dan lainnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




