Toba, Gizmologi โ Seiring perkembangan teknologi dan digital, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah menyiapkan Konsep Strategi Keamanan Siber Nasional yang merupakan bagian integral dari keamanan nasional. Konsep dari strategi keamanan siber nasional diharapkan bisa segera ditandatanani oleh Presiden dalam waktu dekat.
โMudah-mudah segera bisa ditandatangani oleh Bapak Presiden, kita sudah mengajukan konsep strategi keamanan siber nasional berkaitan dengan keamanan siber ini,โ kata Kepala BSSN Hinsa Siburian di sela-sela acara Huawei Media Camp 2022 di Institut Teknologi Del, Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (8/12).
Hinsa mengatakan tujuan dari penetapan strategi keamanan siber nasional itu utamanya adalah mewujudkan keamanan siber, melindungi sistem perekonomian digital nasional, serta meningkatkan kekuatan dan kapabilitas keamanan siber yang andal dan berdaya tangkal. Di mana konsep ini mengutamakan kepentingan nasional demi terciptanya ruang siber global yang terbuka, aman, stabil, dan bertanggung jawab.
BSSN, lenjut Hinsa, tidak bisa bergerak dan berjalan sendirian dalam mengamankan ruang siber nasional dan memerlukan sinergi dengan berbagai pihak. Pemangku kepentingan dalam konteks keamanan siber ini meliputi penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas.
Baca Juga: Antisipasi Bjorka, BSSN Kerahkan 115 Tim Tanggap Insiden Siber
Strategi Keamanan Siber Nasional ala BSSN

Sementara fokus area kerja atau sasaran dalam strategi keamanan siber nasional ini, jelas Hinsa, meliputi tata kelola, manajemen risiko, kesiapsiagaan dan keamanan, perlindungan infrastruktur informasi vital, kemandirian kriptografi nasional; pembangunan kapasitas, kapabilitas, dan kualitas; kebijakan keamanan siber; dan kerja sama internasional.
โAncaman siber, menurut Hinsa, merupakan ancaman hibrida yang bisa dalam bentuk kontrol informasi, spionase, dan bahkan sabotase,โ tambahnya.
Mengenai sifat serangan, Hinsa menjelaskan, ada dua, yakni yang bersifat teknis dan sosial. Ancaman bersifat teknis adalah yang menyerang sistem elekronik, antara lain dalam bentuk malware, DDoS, phising, dan lain-lain. Sedangkan serangan sosial yang tidak kalah bahanyanya, antara lain dalam bentuk propaganda hitam, separatisme, radikalisme, dan kejahatan siber lainnya.
โKita tahu bahwa kekuatan bangsa kita adalah persatuan, nah apabila ini yang ada yang merongrong tentu sangat berbahaya,โ tegas Hinsa sembari menambahkan bahwa serangan bersifat sosial ini bisa masuk lewat ruang-ruang privat dalam interaksi orang di internet.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



