Capai 6,5 Juta Pelaku UMKM, BukuWarung Dukung Pemanfaatan QRIS

Jakarta, Gizmologi – Pandemi COVID-19 secara tidak langsung mempercepat pembiasaan masyarakat untuk menggunakan teknologi digital. Baik dalam hal mendapatkan kebutuhan sehari-hari, sampai proses transaksi luring atau offline. Tak lagi hanya menggunakan uang kertas, kini lebih banyak yang memilih proses lewat metode QRIS.

QRIS atau Quick Response Indonesia Standard sendiri merupakan sebuah kode QR yang sudah menjadi standar metode pembayaran untuk semua bank lokal serta dompet digital, sehingga lebih praktis hanya dengan satu QR saja. Selain lebih praktis, cepat dan aman, tentunya juga mampu tingkatkan pendapatan UMKM akibat mudahnya bertransaksi oleh para konsumen atau pelanggan.

Baca juga: Nilai Transaksi via QRIS Capai Rp727 M, Selama PPKM Darurat

Seiring dengan hal tersebut, Bank Indonesia bersama BNI dan BukuWarung mendukung semua UMKM untuk memanfaatkan teknologi QRIS. Dengan begitu, literasi keuangan dan pengembangan digitalisasi pada UMKM bakal semakin luas. Mendorong pelaku usaha untuk memiliki rekening bank dan membantu mereka peroleh beragam layanan perbankan, termasuk bantuan permodalan.

Pemanfaatan Metode QRIS Sudah Mencapai 10 Juta UMKM

Webinar BI BNI BukuWarung QRIS
(ki-ka) Adi Harlim – Director of Sales and Merchant Experience BukuWarung, Denny Ricky Feblu – Vice President Bank BNI, dan Ginanjar- Asisten Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia dalam sesi webinar Sabtu (25/9).

Metode QRIS yang memiliki sifat nontunai dan tanpa sentuh juga mendukung transaksi yang lebih penuhi protokol kesehatan. Hingga saat ini, QRIS sudah diadopsi oleh 10,4 juta pelaku usaha termasuk UMKM. 96% di antaranya tergolong UMKM, sementara hingga akhir tahun 2021, Bank Indonesia targetkan sebanyak 12 juta merchant, sudah terintegrasi dengan metode pembayaran digital satu ini.

Melalui sebuah webinar yang diadakan Sabtu (25/9), Fitria Irmi Triswati, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia memaparkan nila UMKM perlu didukung dengan fitur digital mudah, serta ekosistem keuangan digital terintegrasi. “Sejak diluncurkan pada 2019, penggunaan QRIS telah tersebar di 34 provinsi dan 480 kota atau kabupaten di seluruh Indonesia.”

Lebih lanjut, ia mengatakan bila hal tersebut menandakan semakin luasnya ekosistem QRIS, yang didukung oleh 66 penyelenggara termasuk. Fitria memperkirakan bila sudah ada lebih dari 80 juta masyarakat Indonesia baik di kota maupun desa yang dapat memanfaatkan proses pembayaran tersebut.

BukuWarung Bantu Percepat Penerapan Teknologi Digital

BukuWarung

Di antara 66 jumlah pendukung metode QRIS non bank, salah satu yang termasuk adalah BukuWarung, sebuah perusahaan teknologi yang memiliki concern tinggi terhadap UMKM lokal. Pihaknya turut berupaya hadirkan solusi berupa ekosistem digital, bantu UMKM kelola dan kembangkan bisnis secara efisien.

Pada kesempatan yang sama, Adi Harlim selaku Director of Sales and Merchant Experience BukuWarung menyampaikan rasa bangganya karena dapat terlibat dalam kegiatan sosialisasi QRIS tersebut, mengingat adopri QRIS mudahkan konsumen untuk fleksibel dalam memilih opsi pembayaran saat bertransaksi.

“Artinya, potensi pemasukan merchant BukuWarung juga semakin bertumbuh sehingga diharapkan kesejahteraan finansial para UMKM pun segera tercapai,” jelas Adi. Layanan dari BukuWarung sendiri mencakup pencatatan keuangan digital, pembuatan etalase daring, penjualan produk digital sampai transaksi pembayaran dan pembiayaan. Jumlahnya sendiri sudah mencapai 6,5 juta pelaku UMKM, tersebar di 700 kota/kabupaten.

Tinggalkan komen