Nilai Transaksi via QRIS Capai Rp727 M, Selama PPKM Darurat

Jakarta, Gizmologi – Selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dilakukan, banyak aktivitas masyarakat yang berubah. Tak terkecuali transaksi non-tunai melalui sistem pembayaran QR Code perbankan maupun layanan dompet digital yaitu QRIS.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi digital melalui sistem pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat signifikan. Bahkan sampai dengan pertengahan Juli sudah mencapai 8.037.518 transaksi.

“Ini ada kenaikan dari sisi jumlah transaksi, kenaikkan 7,63 persen dalam satu minggu periode PPKM. Sedangkan dari nominal transaksi mencapai Rp727,2 miliar,” ujar Kepala Grup Departemen Surveilans Bank Indonesia, Budiatmaka seperti dikutip dari Antara, pada Rabu (14/7).

Menurut Budiatmaka, pertumbuhan tersebut merefleksikan percepatan transisi pembayaran dari yang bersifat tunai menjadi non tunai. “Saya kira ini menunjukkan bahwa ini motivasi transaksi ini jalur-jalur transaksi ini memang semakin banyak melalui digital, daripada orang ke bank,” lanjutnya.

Potensi QRIS

QRIS 2

Pada kesempatan yang sama, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta mengatakan jumlah merchant yang menyediakan layanan pembayaran QRIS saat ini sudah mencapai 7,7 juta merchant.

“Ke depan kita mengatakan QRIS ini game changer dan untung kita punya QRIS karena dengan ini kita bisa tetap melakukan transaksi meskipun tanpa tatap muka,” jelas Fili.

Bank sentral pun berencana untuk mengembangkan sistem yang saat ini sudah bisa melayani transaksi nonfisik atau tanpa tatap muka itu. Salah satu pengembangan yang akan dilakukan BI terhadap QRIS dalam waktu dekat ialah menambah fitur tarik tunai, transfer dana, dan setor dana.

“Ke depan ini juga kita akan tambah fiturnya ini menjadi di TTS. TTS itu tarik, transfer dan setor. Nanti ke depan ini mudah-mudahan bisa membantu, lebih membantu lagi di era PPKM ini. Jadi artinya transaksi tidak terhenti, transaksi ekonomi, tetapi itu tetap bisa berjalan dengan dukungan QRIS,” kata Fili melanjutkan.

Berdasarkan catatan terbarunya, nilai transaksi pada e-commerce mencapai Rp34,8 triliun, kemudian pada digital banking transaksinya mencapai Rp3.114 triliun atau sebanyak 573 juta transaksi. Kemudian pada ATM debit nominalnya mencapai Rp660 triliun, transaksi kredit Rp20 triliun, dan e-money mencapai Rp22,8 triliun.

Tinggalkan komen