Utamakan Inklusivitas, Cisco Webex Suite Hadir Mendukung Hybrid Work

Pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak awal tahun lalu mendorong hampir semua kegiatan yang awalnya dilakukan secara konvensional, kini menjadi virtual atau digital. Baik acara atau event hingga cara bekerja, digunakan platform digital yang mendukung. Dari sekian banyaknya pilihan, Cisco Webex mencoba berikan keunggulan yang mengutamakan inklusivitas.

Adanya beragam jenis platform panggilan video daring saat ini sudah mampu berikan kapasitas peserta yang banyak, dengan beragam fitur seperti chat, penggantian latar belakang dan lainnya. Namun tak sekadar tampilan visual saja, banyak aspek lain yang bisa dihadirkan agar kegiatan bisa lebih personal dan fleksibel.

Pada bulan Juni 2021, Cisco baru saja meluncurkan versi terbaru dari Cisco Webex Suite, dengan poin utama yang telah disebutkan di atas. Menurut Marina Kacaribu, Managing Director Cisco Indonesia, sudah menjadi keinginan perusahaan untuk hadirkan inovasi teknologi yang bisa ciptakan kemajuan ekonomi untuk semua orang, memberikan kesetaraan untuk semua.

Baca juga: Inovasi Terbaru Cisco Bantu Pelanggan Transformasi ke Hybrid Cloud

Ingin Menghapus Keterbatasan Teknologi dalam Berinteraksi

ilustrasi rapat virtual
Ilustrasi rapat virtual (Sumber: Freepik)

“Hal inilah yang melandasi inovasi kami, dan dengan Cisco Webex Suite, semua orang memiliki kesempatan yang sama. Semua orang bisa berpendapat dan berkontribusi, dan platform ini dapat membuat semua diskusi semakin setara,” jelas Marina dalam sebuah konferensi virtual Selasa (29/6).

Menurut riset yang dilakukan oleh Deloitte (2021) dan Dimensional Research (2020), ke depannya 98% rapat atau meeting bakal diikuti oleh partisipan yang hadir secara remote atau virtual. Sementara 53% organisasi bakal menurunkan/mengurangi kapasitas gedung kantoran mereka.

Dengan kegiatan model hybrid, Cisco menganggap inklusivitas sangat penting. Karena dalam sebuah rapat, termasuk jenis virtual, semua peserta harus merasa dianggap, merasa dan tampil secara profesional, dan memiliki suara masing-masing.

Namun beberapa poin tersebut cukup sulit dicapai berkat keterbatasan teknologi. Melalui Cisco Webex Suite terbaru, Cisco memiliki visi untuk membuat pengalaman 10 kali lebih baik dari interaksi langsung (in-person), serta memiliki tujuan untuk tingkatkan pengalaman kolaborasi inklusif.

Cisco Webex sendiri juga telah membantu banyak perusahaan dari beragam sektor di Indonesia supaya bisa terus terhubung. Salah satunya adalah Main Pacific Investment (MPI), yang membantu investor asing kembangkan dan perluas bisnis di Indonesia sebagai negara dengan transformasi digital yang berkelanjutan.

MPI harus bisa berikan layanan yang memuaskan untuk kerja sama dengan mitra negara lainnya. Dengan begitu, Cisco berikan Webex Solution, Spark Solution, video conference dan IP Telephony. Menyelesaikan masalah komunikasi dan mendukung kinerja hybrid work.

Fitur-fitur Baru Pada Cisco Webex Suite

Cisco Webex Suite - real time translation
Fitur real time translation bisa secara otomatis terjemahkan suara ke bahasa yang diinginkan.

Dalam kesempatan yang sama, Hariharan S, Managing Director, Software, Cloud and Collaboration, Cisco APJC mengatakan bila Cisco Webex telah miliki penambahan 800 fitur dan perangkat baru dalam enam bulan terakhir. Ciptakan pengalaman pengguna paling fleksibel dan inklusif.

“All-new Cisco Webex Suite hadir untuk memastikan bahwa semua hybrid workforce mendapatkan kesetaraan dalam lingkungan kerja,” tambahnya. Dengan adanya fitur meeting, panggilan, polling dan event dalam satu paket, biayanya bisa 40% lebih rendah dari a-la carte.

Ya, Cisco Webex Suite bakal memiliki kemampuan untuk end-to-end event atau hybrid event dalam skala besar, setelah Cisco usai akuisisi Socio. Sementara untuk keperluan interaksi, Slido diintegrasikan agar bisa gunakan fitur seperti polling, kuis maupun sesi tanya jawab.

Cisco Webex Suite - People Focus
Fitur People Focus otomatis ‘memecah’ dan mengenali berapa subyek yang ada dalam satu kamera.

Kemampuan audio serta visual yang coba dihadirkan oleh Webex Suite juga sangat canggih. Diujikan secara langsung, fitur noise removal dan speech optimization mampu mengekstraksi hanya suara pengguna, dan terdengar sangat jelas meski Hariharan sedang meremas kertas yang berisik.

Fitur closed captions juga hadir dengan kemampuan translasi secara real-time. Dan untuk visual, People Focus bisa otomatis mengenali lebih dari dua wajah dalam satu frame, dan otomatis membingkai ulang seolah-olah masing-masing gunakan kamera pribadi.

Cisco juga bakal berikan API/SDK kepada pihak pengembang aplikasi. Tujuannya agar pengguna atau perusahaan dapat mengintegrasikan fitur dari Webex ke aplikasi bisnis maupun aplikasi custom, serta integrasi dengan lainnya.

Dalam mode webinar, platform Webex pun dapat menerima peserta hingga jumlah terbesar 10 ribu orang. Sementara untuk sesi webcast mode, bisa melebihi 100 ribu partisipan. Dengan begitu, kegiatan hybrid work bakal lebih nyaman di masa depan.

Tinggalkan komen