Jakarta, Gizmologi – Pelaku kejahatan siber masih saja berkeliaran mencari untung, kali ini ditemukan trojan pada beberapa aplikasi mobile. Trojan ini ditemukan oleh para peneliti keamanan ESET.
Melansir dari Gizchina, para peneliti menemukan selusin aplikasi obrolan yang tampaknya tidak berbahaya namun ternyata menyimpan trojan. Bagi kamu yang belum mengetahui, trojan merupakan virus yang membuat kerusakan pada perangkat elektronik.
Dengan begitu, perlu kamu ketahui aplikasi apa saja yang memiliki virus trojan tersebut. Lalu kamu juga harus mengetahui bahayanya virus trojan bukan kepada perangkat namun ke data miliki kita.
Baca Juga: Waspada Zanubis! Trojan Android Bisa Curi Data Perbankan hingga Kripto
Virus Trojan yang Ditemukan di Aplikasi Bernama ‘VajraSpy’

Virus trojan VajraSpy masuk ke aplikasi yang menyamar sebagai platform sosial media untuk percakapan yang internasional. Pelaku kejahatan memanfaatkan popularitas aplikasi tersebut untuk memasukan virus.
Tujuan hadirnya trojan ke aplikasi ialah untuk menyedot informasi sensitif dari pengguna yang tidak menaruh curiga akan ada hal biaya yang menimpanya. Aplikasi-aplikasi ini terutama menargetkan mereka yang mencari kesempatan untuk berkomunikasi dan berlatih bahasa asing dengan penutur asli. Taktik licik ini memangsa kepercayaan dan keinginan individu untuk mendalami budaya, membuat mereka lebih rentan menjadi korban.
Hal yang bisa diambil oleh VajraSpy ialah mencuri nama, nomor telepon, dan alamat email, yang berpotensi mengekspos jaringan individu yang luas. Virus ini juga menjarah file pribadi seperti mendapatkan akses ke dokumen, gambar, dan data sensitif lainnya yang tersimpan di perangkat.
Pelaku kejahatan siber ini juga menyadap panggilan dan pesan pengguna dengan trojan, sehingga berpotensi memfasilitasi penipuan keuangan. Mereka juga bisa merekam panggilan telepon secara diam-diam dan mengambil foto tanpa sepengetahuan pengguna, yang semakin memperkuat kemampuan pengawasan. Bagi pengguna WhatsApp juga bisa terkena, karena pelaku bisa mengakses dan berpotensi mencuri pesan yang dikirim dan diterima di platform perpesanan populer.
Peneliti menyebutkan beberapa aplikasi yang terkena trojan tersebut yaitu Hello Chat, Chit Chat, Rafaqat News, Meet Me, Nidus, Yohoo Talk, TikTalk, Wave Chat, Privee Talk, Glow Glow, Let’s Chat, NioNio, dan Quick Chat. Untungnya, Google Play Store telah menghapus aplikasi-aplikasi berbahaya ini.
Namun potensi kerusakan tetap ada bagi mereka yang tanpa sadar menginstalnya antara April 2021 dan Maret 2023. Insiden ini menyoroti pentingnya pengembangan aplikasi yang bertanggung jawab dan perlunya langkah-langkah keamanan yang kuat di dalam toko aplikasi.
Cara untuk Melindungi Data Bagi Pengguna

Pengguna yang merasa takut untuk terkena virus trojan dari sebuah aplikasi bisa melakukan cara berikut ini. Pertama ialah meneliti sumber unduhan, kamu bisa menghindari memuat aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Tetaplah menggunakan toko aplikasi resmi seperti Play Store dan App Store, tetapi tetaplah berhati-hati meskipun di sana.
Lalu kamu bisa meneliti aplikasi sebelum mengunduh. Periksa reputasi pengembang, ulasan pengguna, dan jumlah unduhan. Cari tanda bahaya seperti permintaan izin yang tidak biasa atau deskripsi yang tidak jelas.
Terpenting ialah kamu diharuskan selalu update aplikasi. Update ini berguna untuk perbarui perangkat dan perangkat lunak keamanan kamu secara teratur untuk mendapatkan manfaat dari perlindungan terbaru terhadap ancaman yang muncul.
Terakhir kamu harus berhati-hati kepada penawaran yang tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, terutama dalam hal pertukaran bahasa atau aplikasi interaksi sosial. Jika ada sesuatu yang tampak mencurigakan, lebih baik berhati-hati dan menghindarinya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




