Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ekspansi Global, Spotify Perluas Layanan ke 85 Negara Baru di 2021

0 471

S ebagai strategi dalam mengembangkan pasar global, aplikasi streaming Spotify akan meluncurkan layanannya di 85 pasar serta 36 bahasa baru. Dikutip dari techcrunch, ekspansi tersebut mencakup pasar di seluruh Afrika, Asia, Eropa, Amerika Latin dan Karibia. Jika digabungkan, pasar ini mencakup lebih dari satu miliar orang.

Melalui peluncuran ini, Spotify berharap adanya ekspansi ini dapat menyuarakan beberapa cerita lokal yang akan memiliki akses ke pemirsa global penggemar di hampir 180 pasar global. Langkah ini dilakukan sebagai komitmen berkelanjutan perusahaan untuk membangun ekosistem audio yang dapat menghubungkan antara konten kreator dan pendengar.

Baca juga: Spotify HiFi Siap Saingi Tidal dengan Streaming Musik Kualitas Tinggi

Memperkenal Budaya Lokal Setiap Daerah

Spotify

Dengan adanya kerjasama perusahaan dengan kreator lokal dan mitra di setiap pasar dapat mewakili keunikan yang mereka miliki, dengan terjemahan bahasa berskala dan format pembayaran khusus. Selain itu, ekspansi Spotify kemungkinan akan mempercepat penemuan lebih banyak genre seperti Afrobeats, Amapiano, K-Pop, dan Reggaeton yang telah mendapatkan tempat di kancah musik global.

“Budaya musik kaya yang ada di masing-masing pasar ini sekarang akan dapat menjangkau audiens global Spotify. Semua energi musik yang belum tersentuh ini akan mempunyai akses ke alat pencipta inovatif kami yang dapat membantu mendorong artis ke level baru dan memberdayakan mereka untuk mengubah hasrat mereka menjadi sebuah profesi, “bunyi kutipan pernyataan perusahaan.

Menawarkan Berbagai Penawaran

Spotify

Bekerja sama dengan kreator dan partner lokal, Spotify berencana meluncurkan penawaran musiknya di setiap wilayah. Pertama, Spotify akan menawarkanpaket gratis dan premiumnya yang tersedia di semua pasar. Ini juga akan menawarkan opsi paket individu, keluarga, duo, dan pelajar di pasar tertentu.

Perusahaan menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja dengan pemegang hak dan mitra lokal untuk memperluas katalognya agar mencakup lebih banyak penawaran lokal secara global. Katalog podcast lengkap dari raksasa streaming global akan diluncurkan di sebagian besar pasar ini. Untuk pasar lain, Spotify akan bekerja sama dengan mitra lokal untuk memperkenalkan lebih banyak podcast dari katalognya, serta platform pencipta milik Spotify, Anchor.

Penawaran lain memberikan pengalaman yang dipersonalisasi kepada pengguna melalui layar beranda dan fitur pencarian. Rencananya, setelah diluncurkan Spotify akan tersedia di pemutar web seluler dan desktop dengan mitra lokal untuk memperkenalkan Spotify di lebih banyak platform, seperti TV, speaker, perangkat yang dapat dikenakan, dan mobil dalam beberapa bulan mendatang.

“Memiliki lebih banyak pendengar di platform kami menciptakan lebih banyak peluang bagi artis dan podcaster untuk mencari nafkah dari pekerjaan mereka. Dan lebih banyak pembuat berarti lebih banyak konten audio untuk ditemukan pengguna kami, ”kata Alex Norström, Kepala Staf Bisnis Freemium Spotify.

Memiliki Pengguna Baru di Beberapa Negara

Spotify
Alushta, Russia – October 24, 2014: Girl holding a iPhone 6 Space Gray with music service Spotify on the screen. iPhone 6 was created and developed by the Apple inc.

Spotify saat ini memiliki lebih dari 340 juta pengguna aktif dan 150 juta pelanggan yang menggunakan produk premium bebas iklan di 93 pasar. Ekspansi ini akan membawa raksasa streaming itu ke 178 pasar secara global.

Dengan daftar negara-negara baru yang akan mengakses Spotify, seperti di Afrika, yaitu Angola, Benin, Botswana, Burkina Faso, Burundi, Cabo Verde, Kamerun, Chad, Komoro, Pantai Gading, Djibouti, Guinea Ekuatorial, Eswatini, Gabon, Gambia, Ghana, Guinea , Guinea-Bissau, Kenya, Lesotho, Liberia, Madagaskar, Malawi, Mali, Mauritania, Mauritius, Mozambik, Namibia, Niger, Nigeria, Rwanda, Sao Tome dan Principe, Senegal, Seychelles, Sierra Leone, Tanzania, Togo, Uganda, Zambia dan Zimbabwe.

Untuk pangsa pasar terbesar Spotify di dunia, Asia akan memiliki beberapa negara baru yang didaftarkan seperti Armenia, Azerbaijan, Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Kyrgyzstan, Republik Demokratik Rakyat Laos, Makau, Maladewa, Mongolia, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, Timor-Leste dan Uzbekistan. Untuk Eropa, ini adalah Georgia dan San Marino.

Baca juga: Spotify Ikut Hadirkan Fitur Stories, Masih Dalam Tahap Uji Coba

Pada pasar di Kepulauan Karibia dan Amerika Latin terdiri atas Antigua dan Barbuda, Bahama, Barbados, Belize, Curaçao, Dominika, Grenada, Guyana, Haiti, Jamaika, St. Kitts dan Nevis, St.Lucia, St. Vincent dan Grenadines, Suriname, Trinidad dan Tobago.

Melengkapi daftar di atas, Spotify akan hadir di Benua Oseania di beberapa negara yaitu Fiji, Kiribati, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, Papau New Guinea, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu.

Tinggalkan komen