Jakarta, Gizmologi โ Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) mengungkapkan Indonesia butuh tiga pilar AI atau kecerdasan buatan untuk mempercepat ekonomi digital. Hal ini disampaikan oleh peneliti ELSAM, Nurul Ismi di Diskusi Publik bertajukย โPeluncuran AI Transformation Policy Manifesto, Rekmendasi untuk Optimalisasi Ekonomi Digital Indonesiaโ di Jakarta Pusat, Selasa (20/8/2024).
Menurutnya dengan ketiga pilar AI ini, Indonesia bisa mendapatkan pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan dan signifikan sejalan dengan rencana jangka panjang menciptakan Visi Indonesia Emas 2045. Dalam acara ini, Microsoft juga ikut mengemukakan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan AI yang berkelanjutan di Indonesia.
โAI harus mendukung visi strategis Indonesia Emas 2045, baik dalam jangka panjang, menengah, maupun visi misi pemerintah baru 2024โ2029,โ ujar Nurul Ismi.
Baca Juga: Dua Solusi Terbaru Hitachi Vantara Integrasikan AI dalam Mengelola Data Bisnis
Tiga Pilar AI Penting untuk Kemajuan Ekonomi Digital Indonesia

Nurul Ismi mengungkapkan tiga pilar AI itu ialah AI economics, AI People, AI societal impact.ย Untuk pilar AI Economics, dalam studi ELSAM disebutkan bahwa Indonesia membutuhkan tata kelola terkait klasifikasi dan kejelasan metode penyimpanan data, baik data yang sifatnya privat maupun data publik untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi pengembangan AI.
โDalam optimalisasi tiga pilar tresebut akan sangat tergatung pada penyiapan pilar-pilar pendukung yang selaras dengan berbagai dokumen jangka menengah dan jangka panjang,โ kata Nurul.
Menurutnya, penguatan lebih rinci bisa dilakukan dengan pengaturan pada sistem awan komputasi atau cloud secara nasional yang kini juga awam dikenal sebagai lokasi pusat data oleh industri. Selanjutnya pada penguatan juga harus dilakukan pada pilar AI People sebagai pilar kedua.ย

Pilar AI satu ini memiliki peranan penting karena talenta digital memampukan dan mewujudkan munculnya inovasi dan solusi baru dari AI untuk masyarakat. Peningkatan pilar ini bisa dilakukan dengan memperbanyak dan mengasah lebih banyak keterampilan digital masyarakat yang berfokus pada pemanfaatan data hingga memahami keamanan siber untuk mendukung ketahanan nasional. ย
Terakhir, pilar yang perlu dikuatkan ialah Pilar AI Societal Impact. Pilar ini menurut Nurul bisa emastikan bahwa AI bisa mendukung pertumbuhan di banyak sisi kehidupan mulai dari sosial, budaya, hingga politik. ย
Dalam hal ini, pengembangan AI bisa difokuskan untuk mengentaskan korupsi pada sistem layanan publik, berfokus pada pengembangan agrikultur dan ketahanan pangan, mendukung hadirnya energi hijau dan dekarbonisasi, serta memastikan AI dikembangkan dan mampu menjaga keamanan digital anak hingga remaja.ย
Komitmen Microsoft Hadirkan Studi Worl Trend Index 2024

Microsoft yang ikut berkomitmen pada pengembangan AI menghadirkan studi bertajuk โWorld Trend Index 2024โ. Studi ini menunjukkan Microsoft cukup siap menyambut era serba AI. ย
Studi ini didapatkan setelah survei ke 31.000 responden di 31 negara. Hasilnya memperlihatkan bahwa 92 persen pegawai di Indonesia telah akrab dengan teknologi generative AI.ย
Lalu para petinggi di perusahaan Indonesia juga 92 persennya merasa yakin untuk mengembangkan usaha sejalan dengan perkembangan AI. ย Selain itu, 90 persen dari petinggi itu percaya bahwa karyawan harus memahami pemanfaatan AI karena mungkin ada beberapa pekerjaan yang harus melakukan transisi dari yang sifatnya manual ke otomatisasi sehingga tercipta potensi baru dan semua itu harus diselaraskan.
Director Goverment Affairs Microsoft Indonesia dan Brunei Darussalam Ajar Edi mengatakan berkaca dari semua data tersebut maka tak perlu diherankan bahwa Indonesia bisa mendapatkan pertumbuhan yang signifikan termasuk dalam hal penggunaan AI untuk menumbuhkan ekonomi digital.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



