Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Bikin Emtek Merugi, BBM Berhenti Beroperasi pada 31 Mei

Tiga tahun lalu, Emtek mengakusisi BBM senilai US$207,5 juta atau senilai IDR2,7 triliun. Kini bikin perusahaan rugi IDR2,62 triliun.

Pada Juni 2016 silam, perusahaan asal Indonesia menorehkan sejarah. Adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan Emtek melakukan akusisi terhadap BBM (BlackBerry Messenger) senilai US$207,5 juta atau senilai IDR2,7 triliun. Kerjasama tersebut mencakup penggunaan brand, perjanjian lisensi software, dan hak atas kekayaan intelektual aplikasi BBM.

Banyak yang mempertanyakan mengapa Emtek membeli aplikasi yang saat itu sudah meredup popularitasnya. Namun pihak Emtek memiliki pandangan lain. Adi Sariaatmadja, CEO KMK Online optimis terhadap masa depan aplikasi ini. Karena pada saat itu, layanan chatting tersebut masih tumbuh penggunanya. Bahkan masih merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Namun prediksi tersebut meleset. Hingga tiga tahun, alih-alih bertumbuh, kinerja BBM justru semakin jeblok. Bahkan, ironisnya dalam laporan keuangan terbaru, induk usaha SCTV tersebut mencatatkan rugi bersih mencapai Rp2,62 triliun. Nilai yang hampir sama dengan saat mereka membeli aplikasi tersebut dari BlackBerry. Padahal pada 2017 induk usaha SCTV ini masih mencatatkan laba Rp 43,7 milar.

Tak ingin semakin merugi, Emtek pun menerah. Tak sanggup bertahan di tengah persaingan Instant Messenger yang ada, aplikasi BBM versi konsumen yang telah dibelinya akan dihentikan pada 31 Mei 2019. Di media sosial, para warganet pun mengungkapkan keprihatinannya dengan tagar #GoodByeBBM.

Baca juga: SIVA, Layanan Chatting Pintar untuk Investor yang Berbasis AI & Big Data

Pernyataan Emtek Terkait BBM

Hari ini kami mengumumkan bahwa akan menutup layanan konsumer BBM pada 31 Mei 2019.

Tiga tahun lalu kami melakukan penyegaran ulang pada layanan konsumer BBM, salah satu aplikasi pengiriman pesan instan yang paling dicintai. Ini adalah layanan lintas platform, di mana pengguna tak hanya bisa chat dan berbagi pengalaman hidup tetap juga mengkonsumsi konten dan menggunakan layanan berbayar.

Related Posts
1 daripada 299

Kami mencurahkan hati kami untuk membuat hal lini menjadi kenyataan, dan kami bangga pada apa yang telah kami bangun hingga saat ini.

Kendati demikian, industry teknologi sangat cair, walau kami telah mengerahkan upaya, pengguna telah pindah ke platform lain, sementara pengguna baru terbukti susah untuk mendaftar.

Walau kami sedih mengatakan selamat tinggal, waktunya telah tiba untuk menutup layanan konsumer BBM. Tiba waktunya bagi kami untuk melanjutkan hidup.

Kami bersyukur atas dukungan kalian dan berharap untuk berterima kasih pada semuanya, terutama pengguna kami, mitra dan pegawai yang telah menjadi bagian dari perjalanan layanan BBM konsumer.

Kami berharap kalian akan menghargai banyak kenangan indah dari layanan konsumer BBM yang telah membantu platform messenger menjadi seperti saat ini.

BlackBerry Messenger Versi Enterprise Tetap Beroperasi

BlackBerry Messenger
BlackBerry Messenger

Bagi pengguna yang menggunakan versi enterprise dari aplikasi ini, yaitu BBMe, aplikasi tersebut akan beroperasi normal. Jika memang masih ingin menggunakan BBM dan ingin terus menggunakannya, maka bisa mengunduh versi enterprise pada Android dan iOS gratis.

Tetapi ada biaya berlangganan sebesar US$2,5 atau sekitar Rp35 ribu setiap enam bulan. BBMe menawarkan enkripsi end-to-end, penyuntingan pesan dan membatalkan pengiriman pesan. Sementara pada versi consumer fitur tersebut tidak tersedia. Jadi cukup sepadan apa yang dibayarkan jika masih yakin ingin menggunakan BBM.