Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Prediksi Keamanan Siber di 2021: Tracing Data Sampai Keamanan Cloud

0 253

Telah banyak yang terjadi sepanjang tahun 2020, terutama dalam konteks teknologi serta keamanan digital. Berubahnya gaya hidup digital serta cara kita bekerja setiap harinya, tentu juga mengubah jalannya bisnis secara keseluruhan. Lebih bergantung dengan teknologi, faktor keamanan siber juga perlu diutamakan, mengingat aliran data lebih intens ke depannya.

Perusahaan keamanan, Palo Alto Networks yang dikenal memimpin keamanan siber global, mencoba untuk paparkan prediksi mereka terkait bidang keamanan siber pada tahun 2021. Poin poin ini disampaikan langsung melalui sebuah konferensi virtual, supaya perusahaan dapat mengamankan masa depan digital mereka pada tahun berikutnya.

Lewat sesi media briefing virtual yang diadakan kemarin (1/1), Sean Duca, Vice President & Regional Chief Security Officer, Asia Pasifik dan Jepang mencoba menjabarkan prediksinya terkait tren keamanan data siber di tahun 2021. Dengan adanya protokol kesehatan yang ditetapkan di berbagai wilayah, kini masyarakat sudah mulai dibolehkan untuk melancong ke luar negeri.
Baca juga: Palo Alto: Tingkat Kepercayaan Investasi Keamanan Siber di Indonesia Masih Rendah

Lebih Banyak Data Masyarakat yang Dibagikan untuk Tracing

Sean Duca - Palo Alto Networks
Sean Duca, Vice President & Regional Chief Security Officer, Asia Pasifik dan Jepang, Palo Alto Networks.

Demi keperluan tracing, umumnya masyarakat perlu untuk memberikan informasi pribadi mereka, seperti nama lengkap, nomor telepon dan lainnya. Masyarakat bakal menjadi lebih aware dengan siapa saja data mereka akan diberikan. Diperlukan kerja sama dengan pemerintah, selain untuk akses data yang terjaga, juga pelacakan kontak yang ketat, supaya kurva pandemi bisa dilandaikan.

Riset yang diadakan oleh Future Market Insights prediksikan bila aplikasi contact tracing akan diluncurkan dengan tingkat 15% tiap tahunnya. Selain layanan publik resmi, inisiatif dari sector swasta juga bakal hadir mendukung upaya pemerintah. Termasuk rilisan Apple dan Google lewat Exposure Notification, yang kini sudah dihadirkan di berbagai negara.

Selain bepergian, tahun depan juga bakal disambut dengan proses menyebarnya dukungan jaringan 5G, terutama dengan hadirnya iPhone 12 series. Peluncuran jaringan 5G bakal diadakan secara besar-besaran, karena dinilai dapat mendukung pemulihan ekonomi di 2021. Diprediksi pada kurun 2020 – 2025, pengadopsi pertamanya bisa hadir untuk sektor Pelabuhan, bandara dan pusat logistik.

Prediksi lainnya yang disampaikan oleh Palo Alto Networks adalah keamanan yang semakin dioptimalkan, terutama saat gaya bekerja dari rumah sudah semakin umum. Terutama bagi perusahaan yang sudah memanfaatkan tools berbasis cloud, karena dengan begitu, kebutuhan akan perangkat yang mahal dengan daya komputasi tertentu bakal berkurang.

Meski Lebih Efisien, Keamanan Sistem Cloud Perlu Diperhatikan

Flou Cloud computing network
Ilustrasi cloud network (Foto: 123rf/bluebay)

Dengan komputasi cloud, perusahaan bisa mungkinkan karyawan untuk akses program dan sumber daya yang hanya mereka butuhkan secara daring, menerima penugasan secara langsung, serta aset vital perusahaan yang lebih terlindungi. Juga memangkas komplikasi keamanan siber yang terkait dengan kebijakan Bring Your Own Computer (BYOC).

Dan menjadi prediksi terakhir, Palo Alto Networks sarankan perusahaan untuk kembali menata lingkungan IT mereka. Terutama di era di mana tak hanya untuk mendukung tugas-tugas mendasar seperti email, namun akan lebih banyak kegiatan yang perlu divirtualisasikan.

Disarankan bagi perusahaan untuk perkuat keamanan cloud dengan lapisan tambahan, terutama di lingkup pengelolaan identitas dan manajemen akses (IAM), seiring meningkatnya skalabilitas pada penggunaan cloud di perusahaan. Di 2020, Palo Atlo Networks Unit 42 telah mengamati bahwa satu kesalahan konfigurasi IAM, memungkinkan penyerang menyusup hingga ke seluruh lingkungan cloud.