Facebook Kembangkan Ego4D, AI Masa Depan Berbasis Metaverse

Jakarta, Gizmologi – Ego4D menjadi investasi proyek jangka panjang terbaru dari Facebook yang belum lama ini dipublikasikan kepada khalayak. Proyek Artificial Intelligence (AI) tersebut akan mengombinasikan teknologi Virtual Reality, Augmented Reality, dan Physicall Reality dalam sebuah metaverse ambisius.

Proyek besar ini merupakan kolaborasi antara Facebook Reality Labs dan ilmuwan dari 13 insititusi penelitian, termasuk di dalamnya institusi akademis dan lab penelitian. Hal itu tertuang dalam paper yang diterbitkan Facebook melalui perwakilan mereka, Kristen Grauman.

Sejauh ini Facebook sudah melakukan uji coba untuk Ego4D menggunakan egosentris video dalam skala besar. Memperlihatkan aktivitas harian dalam rentang waktu 3.025 jam. Di dalamnya termuat berbagai skenario yang mungkin terjadi seperti membersihkan rumah, beraktivitas di luar, olahraga, bekerja, bersantai, dan sebagainya.

Segala aktivitas tersebut terekam dalam point-of-view (POV) orang pertama. Nantinya data tersebut akan dijadikan benchmark dalam pengujian dan pengembangan teknologi lanjutan.

Baca juga: WhatsApp Tambah Fitur Cadangan Terenskripsi End-to-End

Potensi Kerja Ego4D Bagi Pengguna

Dunia virtual terasa semakin dekat dengan pengembangan Ego4D oleh Facebook. Tapi sebenarnya bagaimana cara kerja dari perangkat yang digadang-gadang mampu membantu aktivitas manusia jadi lebih efisien nantinya. Jika uji coba dan pengembangannya berjalan dengan baik, tentu saja.

ego4D
Prakiraan pola kerja Ego4D hasil dari pengembangan Facebook AI.

Hasil rekaman dari video panjang berdurasi ribuan jam berisi aktivitas dan ragam informasi pengguna, nantinya akan diolah menjadi bagian dari jaringan data neural dalam sistem AI. Data informasi tersebut tersimpan dan siap dipanggil apabila dibutuhkan. Kapanpun, selama pengguna terhubung dengan jaringan data.

Misalnya, pengguna lupa tentang keberadaan kunci mobilnya. Maka AI akan menelusuri kebiasaan pengguna saat menggunakan kunci mobil, membawa, serta menyimpannya. Hasil penelusuran dalam data neural AI kemudian menghasilkan potensi tempat kunci tersebut berada. Sehingga dapat memicu pengguna mencari di tempat yang lebih tepat.

Potensi dalam Ego4D tidak terbatas pada mesin pengingat saja. Tapi bisa diaplikasikan pada entitas lain semisal robot asisten rumah tangga, virtual gaming, hingga berbagai hal lain.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.