Jakarta, Gizmologi โ Semakin banyak perusahaan teknologi yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu yang terbaru, Group Akseleran IPO (Initial Public Offering) dengan kode ticker AKSL.
Baca juga:ย Kinerja Akseleran Q1 2022: Salurkan Pinjaman Usaha Rp600 miliar, Tumbuh 76%
Sebagai informasi, Akseleran adalah startup fintech yang menghadirkan platform peer-to-peer lending. Platform ini menghubungkan UKM yang membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha dengan kumpulan pemberi pinjaman yang memiliki dana lebih untuk mendanai pinjaman tersebut.
Dengan aksi Akseleran IPO, perseroan menargetkan untuk mengantongi pendanaan sebesar Rp358 miliar. Aksi ini sekaligus berpotensi menjadikan AKSL sebagai Grup Usaha yang memiliki platform marketplace lending pertama di Indonesia yang IPO di BEI.
Ivan Nikolas Tambunan, Group CEO & Co-Founder Akseleran, ini merupakan momen membanggakan dalam sejarah perusahaan. Group Akseleran telah melakukan usaha pendanaan digital sejak Oktober 2017 melalui platform marketplace lending yang berfokus pada pendanaan UKM.
โDi tahun keenam kami beroperasional di Indonesia, Group Akseleran memasuki tahap akhir untuk menjadi perusahaan terbuka yang tercatat di BEI,โ kata Ivan dalam Public Expose Akseleran IPO di Jakarta (3/7).
Akseleran IPO Targetkan Rp358 Miliar untuk Akuisisi Multifinance dan Lainnya
Pada Akseleran IPO ini, perseraon menawarkan 2,98 miliar lembar saham yang mewakili sebanyak-banyaknya 29% dari modal ditempatkan dan disetor emiten setelah penawaran umum perdana saham. Ada dua sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau Join Lead Underwriters untuk penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Kedua sekuritas tersebut adalah BCA Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas.
Selain itu, Ivan menyampaikan, harga saham yang ditawarkan AKSL kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp100 โ Rp120 per lembarnya. Targetnya, Akseleran IPO ini meraup total dana sebesar Rp358 miliar.
Untuk masa bookbuilding ditetapkan mulai hari ini atau 3 Juli 2023 hingga 18 Juli 2023,ย dengan rencana masa penawaran umum dijadwalkan pada 1 โ 7 Agustus 2023 dan targetnyaย AKSL bisa mulai memperdagangkan saham di BEI pada 9 Agustus 2023.
Dana hasil Akseleran IPO untuk pengembangan atau ekspansi usaha perseroan, antara lain sekitar Rp36,5 miliar digunakan perseroan untuk mengakuisisi 99,99% saham perusahaan multifinance PT Pratama Interdana Finance (PIF). Kemudian sekitar Rp200 miliar di antaranya akan disalurkan untuk penyetoran tambahan modal kepada PIF dalam bentuk ekuitas. Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja.
Menurut Ivan, dengan hadirnya lini bisnis multifinance maka grup usaha akan dapat menyalurkan pinjaman dengan jumlah ticket size pinjaman per penerima pinjaman yang lebih besar serta melayani segmen yang lebih luas. Ini akan menjadi game changer untuk meningkatkan kinerja penyaluran pinjaman serta kinerja keuangan ke depannya.
Sampai dengan akhir 2022, Akseleran telah menyalurkan lebih dari Rp6,5 triliun pinjaman ke ribuan pelaku usaha dengan dukungan lebih dari 200.000 pemberi pinjaman retail dan berbagai pemberi pinjaman institusional termasuk berbagai bank seperti Bank BCA, Bank BRI, Bank OCBC, Bank Mandiri, Bank Jtrust dan lembaga keuangan lainnya.
โTercatat dari 2018-2022 penyaluran pinjaman kami rata-rata tumbuh sebesar 96% per tahun. Dengan dukungan hadirnya lini bisnis multifinance, kami menargetkan untuk bisa terus menumbuhkan penyaluran pinjaman lebih dari 2x per tahun dalam 3 tahun ke depan,โ terang Ivan.
Kinerja Keuangan Akseleran: Masih Rugi, Pendapatan Tumbuh

Menurut Ivan, sebagai perusahaan fintech, Group Akseleran tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis melainkan juga berfokus pada kinerja keuangan dan kesinambunganย bisnis. Akseleran diklaim sukses menyalurkan total pinjaman usaha di semester pertama tahun 2023 sebesar hampir Rp1,5 triliun lebih atau tumbuh hingga lebih dari 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tercatat, secara kumulatif, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha mencapai sebesar Rp8 triliun lebih hingga Juni 2023 kepada sekitar 5 ribu peminjam (borrower) yang merupakan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Selama lima tahun berturut-turut atau sejak tahun 2018 hinggaย 2022, Group Akseleran memperoleh pertumbuhan pendapatan yang sehat. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata sebesar 129% per tahun, sedangkan pertumbuhan pengeluaran operasional rata-rata tidak lebih dari 50% di 3 tahun terakhir.
Pada tahun 2022, Group Akseleran mencatat pendapatan bersih sebesar Rp71,4 miliar,ย dengan rata-rata tingkat net take rate dari setiap penyaluran pinjaman sebesar 8,73% perย tahun. Angka ini merupakan hasil dari penyaluran pinjaman serta net take rate dari setiapย penyaluran pinjaman yang bertumbuh secara konsisten setiap tahunnya.
โKondisi ini membuatย Group Akseleran semakin dekat dengan profitability dan kami menargetkan untukย menghasilkan laba bersih selambat-lambatnya pada kuartal keempat tahun 2023. Apalagiย hadirnya lini bisnis multifinance setelah IPO akan menjadi game changer atas kinerja kami ke depannya,โ tambah Ivan.
Mengacu pada prospektus yang dipublikasikan, Akseleran mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun 2022 sebesar Rp22,4 miliar. Angka ini turun dari kerugian sebelumnya di tahun 2022 sebesar Rp30,3 miliar. Di tahun 2020, sendiri, ruginya berkisar di angka Rp54,7 miliar.
Di awal tahun 2023, rugi tahun berjalannya meningkat 127,25% secara year on year (yoy). Akseleran mencatatkan rugi tahun berjalan per 31 Januari 2023 sebesar Rp4,35 miliar, dari semula Rp1,91 miliar.
Temukan konten gadget dan teknologi terbaru dari Gizmologi diย Google News,ย Instagram,ย YouTube,ย TikTok, danย Threads.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



