alexa
Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Aplikasi Treasury Kini Menyediakan Aset Kripto untuk Diversifikasi Investasi

Minat masyarakat Indonesia terhadap aset digital mengal ami peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Terlihat dari jumlah investor dan volume transaksi yang melonjak secara eksponensial. Hal inilah yang mendorong Treasury, aplikasi jual beli emas dan perhiasan memperluas fiturnya dengan aset kripto.

Mulai beroperasi sejak November 2018, Treasury adalah platform daring yang menawarkan simpanan emas fisik digital dan perhiasan. Juga Koin Nusantara berupa emas 24 karat dalam balutan desain yang indah serta kaya nilai budaya nusantara.

Menurut Dian Supolo, Co-Founder & CEO Treasury, tingginya minat masyarakat terhadap aset digital perlu diiringi dengan edukasi yang menyeluruh terhadap potensi dan resiko yang mungkin ditimbulkan. Sehingga mendorong penerapan konsep Keseimbangan Keuangan dalam bertransaksi aset digital.

Oleh karena itu, platfrom Treasury yang saat ini menyediakan layanan emas fisik digital juga menawarkan aset kripto dengan menggandeng Tokocrypto, salah satu platform kripto terbesar di Indonesia yang sudah memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Baca juga: Begini Lanskap Investasi Aset Kripto di Indonesia Tahun 2021

Konsep keseimbangan dalam keuangan 

Treasury Crypto Asset Launch
Ki-ka: Pang Xue Kai (CEO TokoCrypto), Dian Supolo (CEO Treasury), Safir Senduk

“Kami percaya bahwa edukasi mengenai aset kripto sangat penting. Terutama di tengah antusiasme masyarakat yang terus meningkat terhadap aset ini. Melalui konsep Keseimbangan Keuangan, kami ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan dana menganggur, misalnya uang jajan atau rekreasi. Bukan dana kebutuhan sehari-hari atau dana untuk tujuan keuangan dasar, seperti Dana Darurat atau mungkin Dana Pendidikan,” kata Dian konferensi pers virtual Treasury (3/6).

Selain itu, perlu juga mempersiapkan diri terhadap berbagai hal yang mungkin terjadi. Karena pada dasarnya setiap aset memiliki potensi keuntungan dan kemungkinan kehilangan, seperti aset kripto. Untuk melakukan edukasi tersebut, mereka menggandeng Master Financial Planner Safir Senduk.

Menurut Safir, konsep keseimbangan Keuangan dalam melakukan diversifikasi aset merupakan prinsip dasar dalam mengelola keuangan. Kemudian bisa dipersonalisasi sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko setiap pengguna.

Sementara itu Pang Xue Kai, Co-Founder & CEO Tokocrypto mengatakan pihaknya memiliki nilai dan tujuan yang sama dengan Treasury, yaitu untuk menjangkau lebih banyak orang demi mendukung tujuan finansial mereka melalui penyediaan layanan jual beli aset kripto yang mumpuni.

“Kerja sama ini memberi ruang bagi kami untuk bersama-sama memberikan edukasi untuk meningkatkan pemahaman dan akan pentingnya diversifikasi aset, diikuti dengan manajemen keuangan yang terencana, ketika memutuskan untuk menempatkan sejumlah uang pada aset kripto,” kata Pang Xue Kai.

cryptocurrency indonesia gizmologi

Fitur Aset Kripto di Treasury

blockchain crypto ethereum 123rf Bjorn Beheydt
Ilustrasi aset kripto (Foto: 123rf/Bjorn Beheydt)

Mulai 3 Juni, pengguna Treasury sudah bisa membeli aset kripto melalui aplikasi. Meski tidak sebanyak membeli langsung di exchange Tokocrypto, tetapi platform ini menawarkan ragam pilihan koin dengan volume transaksi yang bisa dibeli mulai dari Rp5.000-an. Saat ini ada lima koin yang tersedia yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB) dan Tether (USDT), sedangkan Toko Token (TKO) bisa dibeli dengan kelipatan satu token.

Baca juga: Mengenal TKO, Proyek CeDeFi Tokocrypto Berbasis Binance Smart Chain

Layanan ini hadir dengan tampilan antar muka yang mudah dioperasikan, bahkan untuk pemula sekalipun. Pengguna bisa melihat nilai aset secara total antaupun rincian dari setiap aset yang dimiliki, dilengkapi dengan estimasi profit/loss yang ditampilkan melalui presentase yang mudah dipahami.

Untuk bertransaksi, pengguna hanya perlu mengisi saldo Celengan menggunakan berbagai metode pembayaran yang disediakan. Sama halnya dengan transaksi emas fisik digital, biaya transaksi aset kripto di Treasury juga diinformasikan secara terbuka dan transparan. Transaksi beli jual aset kripto di Treasury dapat dilakukan setiap saat 24/7, secara real-time.

Berdasarkan percobaan singkat kami, Treasury ini cocok bagi yang masih pemula di aset kripto. Karena fitur dan menunya yang sederhana. Namun bagi yang sudah berpengalaman, mungkin akan merasa kurang maksimal. Karena tidak bisa melakukan trading dengan melihat grafik candle stick serta mengeset harga tertentu untuk jual dan beli.  Kendati demikian, bagi yang ingin diversifikasi investasi tanpa ribet, ini menjadi nilai lebih Treasury.

Tinggalkan komen