Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Dewan Masjid Indonesia Gandeng GoPay, Mudahkan Donasi Saat Ibadah

0 205

Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, berbagai jenis tempat umum mulai dibuka. Mulai dari pusat perbelanjaan, museum sampai tempat beribadah. Meski begitu, masyarakat harus tetap diingatkan agar terus menerapakan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan berjaga jarak dengan orang lain. Salah satu tempat yang disorot untuk penerapan protokol tersebut adalah masjid-masjid di Indonesia.

Dewan Masjid Indonesia (DMI) telah melaksanakan sebuah gerakan yaitu Seruan Dari Masjid serta Semprot Mandiri, kepada lebih dari 800 ribu masjid se-Indonesia. Guna mendukung gerakan tersebut, DMI juga kini menggandeng GoPay, untuk memaksimalkan donasi di dalam masjid dalam bentuk digital. Dengan metode pembayaran tanpa kontak fisik, penyebaran Covid-19 dapat dicegah.

Baca juga: Inilah Jajaran Tim Kuda Hitam Turnamen GoPay Arena Championship

Visi Dewan Masjid Indonesia Sejalan dengan GoPay

Kolaborasi GoPay dan DMI
Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata beserta anggota dari Dewan Masjid Indonesia dalam sebuah konferensi virtual Selasa (28/7).

Dalam sebuah konferensi virtual yang dilaksanakan Selasa (28/7), Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla mengatakan jika masjid juga memiliki fungsi sosial. Selain tempat suci untuk beribadah bagi umat Islam, masjid juga dapat menjadi pusat penyelesaian masalah serta pusat syiar. Dalam hal ini adalah mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan lewat seruan masjid.

Usai shalat berjamaah, ta’mir masjid akan menyampaikan tiga protokol kesehatan melalui pengeras suara, yaitu jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker. “Oleh karenanya, DMI terus aktif menggandeng para pihak yang memiliki visi serupa untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid, salah satunya dengan kolaborasi bersama GoPay,” tambah Kalla.

Menyambut kolaborasi ini, Managing Director GoPay, Budi Gandasoebrata turut senang karena sejalan dengan keinginan GoPay, dalam hal memudahkan masyarakat untuk semua transaksi di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut termasuk memudahkan ratusan ribu masjid di bawah naungan DMI untuk menerima donasi digital di aplikasi DMI.

“Gerakan Seruan Dari Masjid dari DMI kali ini sejalan dengan inisiatif J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan) Gojek, salah satunya pengguna layanan didorong untuk mengutamakan transaksi nontunai tanpa kontak menggunakan GoPay,” jelas Budi. Selama pandemi, GoPay mencatat pertumbuhan donasi digital sebanyak dua kali lipat. Penggunaan platform digital juga membuat donasi masjid tercatat dengan baik, agar lebih aman dan transparan.

GoPay Mendukung Percepatan Akselerasi Digital

Aplikasi Dewan Masjid
Foto bersama tampilan aplikasi Dewan Masjid buatan DMI.

Saat ini, DMI telah mengayomi lebih dari 800 ribu masjid di seluruh wilayah Indonesia. Menurut sekretaris jenderal DMI Imam Addaruqutni, dengan jumlah yang sangat besar tersebut ekonomi umat berbasis masjid memiliki potensi besar, yang bisa dikembangkan melalui teknologi digital. Kolaborasi DMI dengan GoPay memiliki potensi besar untuk memaksimalkan kesejahteraan jamaah dan masyarakat sekitar.

Disampaikan dalam akhir sesi konferensi virtual, Ketua Departemen Kominfo & Arsitektur DMI Achmad Sugiarto menyampaikan jika ekonomi Indonesia masih didominasi oleh transaksi tunai. Sementara itu, pada era adaptasi kebiasaan baru, percepatan akselerasi digital yang mendukung kebutuhan masyarakat harus makin diberikan kemudahan.

“Aplikasi Dewan Masjid Indonesia sendiri telah memudahkan dan mempercepat masyarakat menyalurkan infaq-nya secara digital, antara lain dengan GoPay. Dapat diunduh dan digunakan melalui Android dan juga iOS, paralel saat ini sedang penyempurnaan upgrade UI/UX, yang direncanakan selesai pada Agustus 2020 dengan tampilan baru yang semakin memudahkan penggunaan aplikasi,” tutupnya.