JPMorgan: Bitcoin Digandrungi Milenial, Emas Disukai Investor Tua

0 483

Pandemi Covid-19 ternyata menunjukkan perilaku investor yang bervariasi secara signifikan di semua kelompok umur, khususnya antara investor muda dan yang lebih tua. Tim analis JPMorgan yang dipimpin Nikolaos Panigirtzoglou pada minggu ini mengeluarkan catatan tentang Bitcoin dibanjiri oleh investor dari kalangan kaum milenial.

Dilansir dari Bloomberg, JPMorgan Chase & Co. mengungkapkan di masa pandemi ini investor umumnya tertarik pada aset alternatif. Di mana, investor yang lebih tua cenderung memilih emas sebagai investasi, sementara investor yang lebih muda cenderung memilih aset lain seperti Bitcoin. Keduanya mengalami peningkatan harga di masa pandemi ini.

Nikolaos Panigirtzoglou mengatakan kaum milennial juga lebih banyak membeli saham, khususnya saham teknologi. Sementara itu, investor yang lebih tua menjual ekuitas. Dilansir dari Bloomberg, permintaan investor ritel tahun ini terbukti dalam saham global yang melonjak 46 persen dari posisi terendah bulan Maret. Juga lonjakan kepemilikan rekasana dana yang diperdagangkan di bursa (RTF) dengan underlying asset emas, serta reli cryptocurrency baru-baru ini.

Kehadiran pelaku pasar pemula juga terlihat dalam segala hal. Mulai dari opsi yang meriah hingga aksi perdagangan yang lancar. Sementara itu, pilihan saham dan pemilihan waktu perdagangan mereka tampak lebih baik dibandingkan dengan investor institusional.

“ETF berbasis emas dan Bitcoin telah mengalami arus masuk yang kuat selama lima bulan terakhir, karena baik investor tua maupun muda melihat alasan untuk memilih aset alternatif,” tulis JP Morgan.

Baca juga: Thetalabs Perluas Pasar Streaming Blockchain ke Indonesia

Bitcoin Dianggap Masih Layak Beli

Oscar Darmawan, CEO Indodax sependapat dengan analisa tersebut. Kedua generasi ini berusaha untuk mengamankan kekayaan dari resesi ekonomi secara global melalui membeli Bitcoin dan Emas. Kedua aset investasi yang paling aman saat ini.

“Saya sependapat dengan Analis JPMorgan tersebut. Baik kaum ‘generasi old’ dan ‘generasi jaman now’ mengalihkan investasinya ke Bitcoin dan emas. Saat masa pandemi ini, keduanya menunjukkan performa yang fantastis dibandingkan produk investasi lainnya yang melemah karena COVID-19,” kata Oscar Darmawan di Jakarta (8/6).

Ia menambahkan, masih belum terlambat jika ingin membeli Bitcoin saat ini, meski harganya sudah tinggi. Beberapa waktu lalu, analis dari media Bloomberg Amerika Serikat menyatakan harga bitcoin akan mengalami bullish di sepanjang tahun ini.

Karena daya beli Bitcoin masih akan tinggi pada beberapa waktu ke depan. Ada beberapa faktor yang mendorong permintaan Bitcoin. Salah satunya adalah kebijakan di negara-negara maju yang memperlonggar aturan cryptocurrency sebagai langkah stimulus menghadapi krisis global.

Misalnya, seperti Amerika Serikat yang sudah memperbolehkan bank dalam mengelola cryptocurrency. Eropa juga siap mengeluarkan kebijakan yang ramah terhadap crypto. Kebijakan tersebut akan mendorong daya beli cryptocurrency dan berujung pada peningkatan harga.

“Inilah kenapa harga bitcoin juga akan meningkat setelah masa pandemi. Jadi, belum terlambat bagi yang ingin membeli bitcoin di masa sekarang,” katanya.

Tidak hanya bitcoin, kenaikan harga juga akan terjadi di aset kripto lainnya. Pada beberapa waktu lalu, ada banyak aset kripto selain bitcoin yang menunjukkan performa fantastis, bahkan performanya melebihi performa bitcoin.

Sebagaimana tercatat di Indodax banyak kripto yang harganya meningkat lebih dari 2 kali lipat dalam tempo kurang dari sebulan yang membuat trader kripto panen besar di era pandemi corona ini.

Fenomena Bitcoin di Indonesia

Menurut Oscar, fenomena maraknya pembelian Bitcoin oleh milenial juga terjadi di Indonesia. Investor bitcoin di Indodax umumnya diminati oleh investor yang masih muda atau dari kalangan milenial. Pembelian bitcoin secara masif terjadi semenjak awal tahun 2020.

Tidak hanya investor muda, bahkan, para investor tua di Indonesia juga tidak ingin ketinggalan dengan anak-anak milenial. Faktanya, investor tua di Indonesia juga sudah mulai membeli bitcoin dan aset kripto untuk investasi di Indodax.

“Di Indonesia, orang tua sudah mulai berminat mengoleksi bitcoin. Meski memang tidak sebanyak kalangan milenial. Banyak kalangan orang tua yang tidak ingin ketinggalan dengan anak muda dalam mengadopsi hal-hal yang baru,” jelasnya.

Harga bitcoin tercatat menembus USD11.300 atau sekitar Rp170 juta pada beberapa hari yang lalu. Atau itu berarti kenaikan lebih dari dua kali sejak awal tahun 2020. Sementara harga emas berada pada level USD70 atau Rp1 jutaan.

Oscar Darmawan mengatakan, emas dan bitcoin memiliki sisi yang sama dimana komoditas ini tidak mempan diterpa krisis global seperti wabah COVID-19. Karena yang mempengaruhi harga hanyalah supply dan demand atau pasokan dan permintaan.

“Saat pandemi banyak orang yang beralih ke emas dan bitcoin. Ini membuat permintaannya meningkat. Sehingga harga keduanya juga meningkat,” pungkas Oscar Darmawan.