Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gandeng Indodax, Thetalabs Perluas Pasar Streaming Blockchain ke Indonesia

0 75

Setelah meluncurkan platform aset kripto untuk transaksi Bitcoin yang lebih instan, Indodax yang merupakan startup asal Indonesia telah diajak kerjasama dengan sebuah platform streaming video blockchain populer dari luar negeri. Adalah Theta dari Thetalabs, berdomisili di San Jose, California. Platform ini punya perbedaan tersendiri jika dibandingkan dengan platform streaming lain, yaitu gunakan sistem blockchain.

Untuk memperluas pasarnya di Indonesia, Theta akan berikan jenis token atau aset kriptonya yang disebut dengan TFUEL, agar dapat menjadi komoditas yang dapat dibeli langsung di situs Indodax. Mitra yang baru saja dijalin ini merupakan langkah penting bagi Thetalabs untuk menggaet pasar di Indonesia yang miliki populasi aset kripto sangat aktif.

Baca juga: INDODAX Luncurkan Situs Transaksi Bitcoin Instan, Cepat dan Mudah

CEO Thetalabs: “Indonesia Menjadi Pasar yang Sangat Menarik”

Theta sendiri adalah jaringan pengiriman video terdesentralisasi, didukung oleh pengguna, dan berjalan pada blockchain khusus di jaringan Theta. Pengguna platform ini akan dapat peroleh hadiah berupa token, berkat penggunaan bandwidth dari mereka untuk berbagai video dengan pengguna lain di area sekitarnya.

“Kami telah kembangkan jaringan pengiriman video kami dan mengimplementasikan kemitraan teknologi dengan platform video. Karena itu, Indonesia adalah pasar yang sangat menarik bagi kami, dan kami sangat senang memperkenalkan Theta Network kepada penyedia layanan lokal,” jelas CEO Thetalabs, Mitch dalam siaran pers yang diterima Gizmologi.

Thetalabs meyakini pertumbuhan video streaming terutama gim akan terus meningkat. Dari riset yang mereka himpun seperti dalam S&P Global Market Intelligence, langganan video OTT di Indonesia khususnya yang berbayar mencapai 36,4% di rumah tangga broadband pada 2018. Tren ini diharapkan akan terus tumbuh hingga 16,4% selama lima tahun ke depan.

Theta by Thetalabs
Solusi yang ditawarkan Thetalabs lewat Theta, platform video streaming dengan blockchain.

Dengan ukuran pasar konten video yang besar di Indonesia, Theta ingin masuk ke pasar tanah air dan bekerja sama dengan penyedia konten video lokal untuk bagun jaringan Theta yang terdesentralisasi. Hingga saat ini, Theta sudah mempunyai beberapa Theta Guardian Nodes (server blockchain Theta) yang tersebar di Indonesia.

CEO Indodax, Oscar Darmawan menjelaskan jika pihaknya selalu berusaha hadirkan dan dukung pengembangan infrastruktur blockchain di Indonesia. Indodax menilai Theta cukup berpotensi di masa depan, terutama jika dilihat dari mitra korporasi Theta seperti Samsung, CJ Hello dan Google. “Saya kira hingga sekarang tidak banyak protokol blockchain yang mempunyai kekuatan partnership di dunia korporasi sebesar Theta,” tambah Oscar.

Thetalabs Telah Bermitra dengan Banyak Platform Video Lain

Di dalam platform Theta, TFUEL berfungsi sebagai token operasional protokol blockchain. Pengguna akan menggunakan TFUEL untuk selesaikan transaksi seperti membayar relay node untuk dapat mengakses video, menyebarkan atau berinteraksi di dalamnya. Relay node menghasilkan Theta Fuel untuk tiap streaming video yang pengguna bagikan ke pengguna lainnya pada jaringan yang sama.

Setelah meluncurkan jaringan utamanya pada Maret 2019, sudah ada beberapa pemimpin industri blockchain yang bergabung dengan jaringan Theta sebagai Enterprise Validator Nodes. Dengan implementasi jaringan Theta pada Dapp (decentralized application) pertamanya, perusahaan ini kemudian bermitra dengan platform video lain seperti Contentos, MBG Newsgroup Korea, CJ Hello dan Samsung VR.