Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

YouTap: Transaksi Nirsentuh Naik Hingga 4,5 Kali Lipat Selama Pandemi

0 31

Usaha pemulihan ekonomi dan perkembangan inovasi digital untuk melewati masa pandemi Covid-19 terus dilakukan. Terutama untuk membantu para UMKM bertahan karena mereka inilah salah satu pilar ekonomi di Indonesia.

Youtap, penyedia solusi digital untuk pelaku usaha tersebut mencatat semangat juang para UMKM tersebut dari pertumbuhan signifikan UMKM yang bermigrasi ke digital. Herman Suharto, Chief Executive Officer Youtap Indonesia mengungkapkan lebih dari 20 ribu merchant bergabung dalam ekosistem Youtap selama periode Juli hingga pertengahan September 2020.

“Kami melihat lonjakan angka ini dibanding PSBB pertama karena adanya perubahan perilaku konsumen, seperti preferensi konsumen untuk melakukan transaksi non tunai dan memesan layanan atau produk dari rumah yang harus diadaptasi oleh para pelaku UMKM melalui digitalisasi,” ujar Herman, dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (2/10).
Baca juga: Aplikasi Dagang Youtap Diluncurkan, Dorong UMKM Go Digital

Peningkatan Transaksi Nirsentuh

Berdasarkan data internal YouTap, dalam kurun waktu 100 hari PSBB Transisi (5 Juni – 13 September), jumlah merchant yang tergabung di Youtap meningkat 5 kali lipat. Ini jika dibandingkan masa PSBB pertama (16 Maret – 4 Juni) dan hal itu juga berdampak pada transaksi non tunai yang meningkat 4,5 kali lipat.

Data internal tersebut juga menemukan jenis usaha yang paling banyak mengadaptasi pembayaran non tunai adalah warung kaki lima, restoran, atau usaha kuliner lainnya (57%) diikuti supermarket dan toko kelontong (20%), ekosistem pasar tradisional (8%), dan layanan umum seperti laundri (7%). Yang menarik, usaha bengkel maupun toko barang otomotif lainnya juga mulai beralih ke pembayaran digital.

Di masa nirsentuh ini, para pedagang berlomba-lomba untuk memacu penjualan, salah satunya dengan menyediakan pilihan transaksi non tunai sebagai langkah mitigasi risiko penyebaran Covid-19. Karenanya, usaha mikro seperti warung kaki lima dan pasar tradisional juga menyediakan fasilitas ini agar pelanggan dapat nyaman dan aman berbelanja di tempatnya. Kedepannya diperkirakan tren ini masih akan terus berlanjut, untuk itulah para pelaku UMKM tidak hanya menunggu pandemi berakhir, tetapi langsung bergerak mengikuti perkembangan.

Digunakan Lebih dari 50 Ribu UKM

aplikasi bisnis youtapDigunakan oleh lebih dari 50 ribu UMKM yang berdomisili di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, Youtap merekam bahwa para penggunanya bukan hanya berasal dari kalangan Milenial, tidak sedikit para pedagang pasar dengan rentang usia 50 tahun ke atas juga giat menggunakan teknologi.

Salah satu faktor lainnya para pedagang menggunakan Youtap adalah layanan 1 pintu untuk berbagai transaksi uang elektronik. Herman menambahkan, dengan Youtap, apapun jenis uang elektronik yang dimiliki oleh pelanggan dapat dibayarkan dan masuk ke dalam pembukuan digital Aplikasi Dagang Youtap. Lebih dari sekedar kasir digital, Youtap juga membantu para pedagang ini untuk lebih mampu menganalisa proses dan hasil bisnisnya. Salah satu fitur Youtap yang juga paling digemari adalah analisa penjualan per hari, minggu dan juga bulan.

“Penting bagi kami untuk terus melakukan edukasi kepada para pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi. Karena kami melihat peluang yang lebih besar bagi para mitra kami, bukan hanya untuk bisa bertahan di masa pandemi ini saja. Dengan memaksimalkan penggunaan teknologi, para pelaku UMKM ini bisa bergerak lebih aktif untuk melebarkan usahanya. Tidak hanya untuk bertahan di masa pandemi saja, tetapi bisa membawa usahanya menjemput kesempatan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Herman.