Sebagai salah satu negara paling rawan bencana di dunia, Indonesia tentunya sudah menjadi “langganan” berbagai jenis bencana, seperti banjir. Fujitsu melihat hal ini sebagai sesuatu yang menarik untuk menghasilkan solusi IT terbaik untuk bencana.
Hal ini diungkapkan oleh Toshio Hirose, Corporate Executive Officer, SVP, and Head of Asia Region Fujitsu, yang mengatakan Indonesia memiliki karakteristik yang sama dengan Jepang. Selain sama-sama negara kepulauan, keduanya menurut dia memiliki gunung-gunung yang dekat dengan laut.
“Tentu saja kondisi ini membuat Indonesia rawan akan bencana banjir, seperti halnya dengan yang terjadi di Jepang. Namun, kami punya solusi IT dalam menangani masalah tersebut,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar Rabu (29/3/2017) kemarin.
Adapun solusi tersebut adalah dengan menempatkan sebuah sensor di berbagai titik yang rawan banjir, seperti sungai-sungai. Dengan begitu, ketika air berada dalam posisi yang tinggi, sensor itu akan memberikan peringatan dini.
Hanya saja, menurut Toshio, solusi ini terbilang mahal dan juga rentan jadi korban tangan-tangan usil. Itulah sebabnya dia melibatkan manusia sebagai bagian dari solusi penangangan bencana banjir.
“Jika semua titik dipasang sensor, tentu akan sangat mahal. Jadi kami melibatkan orang untuk memberikan laporan terhadap kondisi ketinggian air di sungai,” jelasnya.

Mengenai solusi yang sedang dikembangkannya tersebut, Toshio berharap akan melahirkan solusi original dari Indonesia yang bisa diterapkan di negara-negara lain. Dengan begitu, akan didapatkan semacam benchmark dalam hal penanangan dan antisipasi banjir melalui peranan teknologi.
Hal senada juga diungkapkan Odi Susilo Handoko, sosok yang baru saja diangkat sebagai managing director untuk Fujitsu Indonesia. Menurutnya, mengganti sensor dengan tangan manusia memang membuat solusi bencana terkesan manual, tapi dari sisi efisiensi juga lebih tinggi.
“Yang terjadi di Jepang, sensor-sensor tersebut dicuri dan dirusak orang. Jadi dengan memanfaatkan orang untuk berperan sebagai ‘sensor’ tersebut jadi solusi yang lebih murah tapi tidak mengurangi manfaatnya,” ungkapnya kepada Gizmologi.
Odi menyebutkan, di titik-titik banjir akan ditempatkan orang-orang yang sudah memiliki aplikasi khusus di smartphone. Setiap waktu orang tersebut akan memberikan laporan mengenai status ketinggian air dengan cara memotret dan mengirimkannya ke pusat penangangan bencana melalui aplikasi tersebut.
“Dengan memanfaatkan segala keunggulan dan pengalaman yang Fujitsu miliki, tentunya akan mudah bagi suatu kawasan untuk mengantisipasi dan menangani bencana banjir,” tegasnya.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

