Dalam hitungan hari, Samsung bakal meluncurkan Galaxy Note 8 yang menjadi phablet paling ditunggu untuk tahun ini. Khawatir kasus Note 7 yang meledak akan terulang lagi?
Samsung tentu nggak sebodoh itu mengulangi kegagalan yang terjadi pada Galaxy Note 7. Makanya, vendor Korea Selatan ini punya serangkaian tes yang membuat ย Galaxy Note 8 tidak akan menjadi โbomโ seperti pendahulunya. Kenapa?
Dalam video yang dipublikasikan di YouTube, Samsung memiliki pengujian ekstra ketat terhadap baterai yang digunakan pada perangkatnya. Mengingat penyebab ledakan pada Note 7 berada di sektor ini.
Dengan total delapan kali pengujian, baterai pada perangkat Samsung termasuk Galaxy Note 8 akan aman digunakan dalam jangka panjang. Delapan pengujian tersebut meliputi pemeriksaan fisik dengan X-ray, standar ketahanan, siklus pengisian dan pengosongan baterai, cek kebocoran pada voltase, pembongkaran baterai deteksi perubahan voltase tak terduga, dan simulasi perilaku baterai setelah dua minggu penggunaan.
Sekarangan pengujian tersebut diklaim Samsung akan mendeteksi potensi masalah baterai seperti yang terjadi pada Galaxy Note 7. Dengan ketatnya pengujian tentu mereka tidak ingin mengambil resiko sedikit pun yang akan membuat Galaxy Note 8 menjadi produk yang gagal di pasaran.
Selain itu, Galaxy Note 8 juga akan mengusung kapasitas baterai yang lebih kecil, yakni 3.300 mAh dibandingkan Note 7 yang kapasitasnya 3.500 mAh. Apakah semakin kecil baterai akan membuat ledakan semakin kecil? Teorinya sih begitu, tapi yang pasti dengan ukuran baterai yang kecil akan mengurangi tekanan karena dimensi perangkat yang lebih besar dan lega baginya untuk dibenamkan di dalam bodi.
Hanya saja, dengan ukuran baterai yang lebih kecil, dipastikan daya tahan Galaxy Note 8 tidak akan lebih lama dari Note 7. Tapi, bukankah dengan begitu resiko ledakan yang menakutkan tidak akan terjadi?
Sekedar membalik waktu, Galaxy Note 7 ditarik dari pasar global karena adanya kasus kelebihan panas (overheating) pada baterai yang mengakibatkan insiden yang serius, seperti kebakaran. Berdasarkan laporan Consumer Product Safety Commision (CPSC), lembaga yang menangani perlindungan konsumen di Amerika Serikat menemukansebanyak 26 kasus kebakaran dan 55 kerusakan perangkat yang diakibatkan smartphone tersebut.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



