Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Gartner: Penjualan Smartphone Q1 2020 Turun Hingga 20% Akibat Covid-19

0 5.294

Sebagaimana kita tahu, pandemi Covid-19 yang berjalan saat ini memiliki dampak yang menyeluruh. Dimulai sejak awal tahun kemarin, tak hanya industri pariwisata atau hospitality saja yang terkena dampak. Penjualan smartphone pun menjadi turun, bahkan sampai lebih dari 20% total jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh lembaga riset yang biasa memprediksi pasaran smartphone, Gartner, melalui hasil survei pada kuartal pertama tahun 2020.

Adanya pandemi membuat proses produksi smartphone jadi terganggu, terutama bagi produsen yang memiliki pabrik produksi di beberapa wilayah di luar China. Perilisan smartphone juga terpaksa dilakukan secara daring, dari yang sebelumnya lebih leluasa dan menarik perhatian konsumen. Situasi pandemi juga membuat masyarakat untuk cenderung membeli kebutuhan yang esensial saja di masa awal kuartal pertama kemarin.

Anshul Gupta, analis riset senior Gartner mengatakan jika pandemi virus corona telah menyebabkan pasar smartphone mengalami penurunan terburuk yang pernah ada secara global. “Sebagian besar produsen terkemuka asal China dan Apple sangat terdampak oleh penutupan sementara pabrik-pabrik mereka di China, dan berkurangnya pengeluaran konsumen karena program karantina mandiri yang terlaksana secara global,” tambahnya.

Xiaomi Naik, Huawei Alami Penurunan Terbesar

Data penjualan smartphone pada kuartal pertama tahun 2020 oleh Gartner (dalam satuan ribuan).

Hampir semua lima vendor smartphone terbaik dunia alami penurunan pertumbuhan pada kuartal awal tahun 2020 yang berjalan mulai bulan Januari hingga Maret. Yup, karena di antara kelimanya, terdapat sebuah brand yang masih bisa naik meski nilainya sangat kecil, yaitu Xiaomi, seperti yang terlihat pada tabel rilisan Gartner di atas.

Penjualan smartphone Samsung turun hingga 22,7% pada Q1 2020, berhasil menjual ‘hanya’ sekitar 55 juta unit smartphone, alias menurun sekitar 15 juta unit lebih jika dibandingkan Q1 2019. Menurut Gupta, walaupun Samsung telah membangun inventori lebih banyak, lemahnya penjualan secara daring dan adanya sistem lockdown membuatnya mengalami penurunan yang signifikan. Meski begitu, Samsung tetap menduduki peringkat pertama untuk vendor dengan penjualan smartphone terbanyak, langsung ke end user atau konsumen.

Sementara Huawei mengalami penurunan yang paling banyak, hingga 27,3% dibandingkan tahun lalu, dengan penjualan 42,5 juta unit smartphone. Ini adalah pertama kalinya Huawei mengalami penurunan, dan meski yang paling turun pada kuartal ini, masih bisa menetap pada posisi kedua. “Huawei akan mengalami tahun yang sulit. Meski sudah ada Huawei Mobile Services (HMS), absennya Google Play Store dan layanan aplikasi Google lainnya akan berdampak pada ketertarikan konsumen untuk membeli smartphone mereka di pasar internasional,” prediksi Gupta.

Baca juga: Gartner: Alibaba Raih Posisi Ketiga Sebagai Penyedia Layanan IaaS Terbesar

Apple juga mengalami penurunan, meski tidak terlalu banyak jika dibandingkan produsen asal China atau Samsung. Menurut Annette Zimmermann, research vice president, Gartner, Apple memiliki permulaan tahun yang bagus berkat lini produknya yang kuat. Kemampuan Apple untuk melayani konsumennya lewat toko daring, ditambah lini produksinya yang kembali normal pada akhir Maret membuat penurunan penjualan dapat sedikit tercegah.

Sementara seperti yang kita tahu, OPPO lebih unggul dalam distribusi luring (offline). Sehingga dengan adanya tren work from home atau isolasi mandiri di rumah membuat konsumen memilih untuk membeli smartphone yang tersedia secara daring. Dengan penurunan mencapai 19,1%, OPPO perlu lebih menguatkan kanal penjualan daring mereka. Selengkapnya mengenai laporan penjualan smartphone pada Q1 2020 bisa kamu akses pada tautan berikut ini.