Google baru saja memperkenalkan Playground, platform gaming eksperimental berbasis browser di mana pengguna bisa membuat game mereka sendiri hanya dengan mengetikkan prompt teks tanpa harus memiliki pengalaman coding.
Google Playground sendiri dirilis pada 7 Oktober 2026, dan layanan ini memungkinkan game yang baru dibuat tersebut bisa langsung dimainkan, dimodifikasi, dan dibagikan kepada pengguna lainnya.
Saat ini, Google Playground hanya tersedia untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat dan harus berlangganan paket Google One, sebagaimana dikutip dari laman web perusahaan, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Google Pensiunkan Gemini Gems 17 November, Pengguna Dipindahkan ke Skills
Bikin Game di Google Playground
Raksasa mesin pencari ini menjelaskan, Playground dirancang dengan antarmuka (User Interface, UI) layaknya ngobrol dengan chatbot. Hanya dengan menjelaskan ide game lewat teks, pengguna bisa langsung menguji game buatan langsung di browser.
Tak hanya berhenti pada prompt pertama. Pengguna dapat meminta AI mengubah fisika di dalam game, aturan, karakter, hingga lingkungan tanpa harus masuk ke coding secara manual.
Perusahaan juga menyediakan kanvas konsong, prompt awal, serta panduan untuk membantu pengguna membentuk konsep awal game. Proses ini membuat Playground mirip proses iterasi lewat percakapan ketimbang tool menghasilkan kode sekali lalu selesai.

Dalam video teaser yang Google rilis, pengguna dapa membuat game dari ide sederhana, mencoba hasil, kemudian meminta perubahan berdasarkan apa yang ingin diperbaiki. Google menyebut, pengguna tetap memegang kendali atas kreatif sejak konsep awal sampai hasil akhir.
Game Bisa Langsung Dimainkan dan Dibagikan
Setelah game selesai dibuat, pengguna dapat menyimpannya secara privat, membagikan tautan kepada orang lain, atau menerbitkannya ke Playground Explore gallery.
Karena Playground berbasis browser, game dapat dimainkan melalui ponsel maupun laptop. Pada genre tertentu, Google juga menyediakan dukungan multiplayer dan leaderboard untuk membuat game lebih kompetitif.

Playground juga memiliki elemen komunitas melalui profil Play Games. Pengguna dapat memilih handle, menyukai game, mengikuti kreator, serta melihat game yang menonjol berdasarkan rating dan aktivitas bermain.
Google mengatakan game yang dipublikasikan melewati pemeriksaan keamanan dan tetap menyediakan mekanisme pelaporan dari pengguna.
Ditopang Model AI Google

Menurut laporan The Verge, Playground menggunakan model AI Google seperti Gemini, Nano Banana, dan Lyria yang dipadukan dengan sistem internal untuk menangani proses pembuatan game. Informasi tersebut disampaikan juru bicara Google kepada The Verge.
Google sendiri tidak memosisikan Playground sebagai pengganti pengembang software atau kreator game profesional Platform ini disebut sebagai eksperimen awal untuk membuat proses kreasi game lebih mudah diakses.
Karena masih berstatus eksperimen, Google juga akan terus mengembangkan Playground berdasarkan penggunaan dan masukan komunitas.
Kehadiran Playground menunjukkan arah baru dalam pembuatan game: bukan lagi sekadar menggunakan AI untuk membantu pekerjaan teknis, tetapi menjadikan bahasa sehari-hari sebagai bagian dari proses membuat dan mengubah game yang dapat langsung dimainkan.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

