GoPay Bersama BPKN Edukasi Masyarakat Terkait Keamanan Bertransaksi Digital

Jakarta, Gizmologi – Ibarat dua sisi mata pisau, kehadiran metode pembayaran digital berikan daya tarik sekaligus kekhawatiran baru kepada penggunanya. Di satu sisi, proses pembayaran jadi jauh lebih mudah dan cepat, namun di sisi lain tak sedikit dari mereka yang kemudian enggan lakukan transaksi karena khawatir aman/tidaknya.

Untuk itu, berbagai pihak penyedia metode pembayaran digital berusaha untuk yakinkan konsumen melalui beragam cara, seperti berikan jaminan tertentu maupun terus mengedukasi masyarakat. Salah satunya adalah GoPay yang kini sudah sangat populer terutama bagi pengguna layanan dari aplikasi Gojek. Tak hanya memudahkan, GoPay juga ingin terus lindungi konsumennya.

Di Indonesia sendiri, GoPay telah luncurkan program Jaminan Saldo Kembali. Dan kini, pihaknya telah menggandeng Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) untuk berikan edukasi terkait hak perlindungan mereka, serta bagaimana mengklaim hak tersebut. GoPay sendiri juga sudah berinisiatif untuk edukasi terkait keamanan digital, telah jangkau lebih dari sepertiga masyarakat Tanah Air.

Baca juga: Mengenal GoPay Coins, Sistem Loyalitas dari Sambung Akun Tokopedia dan Gojek

Lanjutkan Inisiatif Aman Bersama GoPay

Kolaborasi GoPay dan BPKN Menghadirkan Transaksi Digital Aman

Dalam sebuah sesi konferensi virtual yang diadakan Rabu (17/11), Dr. Muhammad Mufti Mubarok, S.H., S.Sos., M.Si. selaku Wakil Ketua BPKN RI mengatakan bila kepercayaan konsumen adalah modal utama perekonomian negara. Sehingga pihaknya mendorong ekosistem usaha yang kondusif, di mana konsumen paham dan dapat peroleh hak mereka, serta pelaku usaha juga sigap dan responsif terhadap pengaduan konsumen.

“Di tahun 2021, jumlah pengaduan yang diterima BPKN meningkat dua kali lipat jika dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut merupakan salah satu poin yang mengindikasikan bahwa kesadaran dan pemahaman konsumen yang meningkat akan haknya,” tambah Dr. Muhammad. Sementara GoPay sendiri berkomitmen berikan perlindungan menyeluruh bagi konsumen lewat inisiatif Aman Bersama GoPay.

Tiga pilar yang difokuskan adalah teknologi, edukasi dan proteksi. Menurut Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer GoPay, edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat dikedepankan terkait keamanan digital. “Karena masyarakat dapat lebih memproteksi diri dari ancaman cyber dengan memahami lebih dalam mengenai aspek keamanan digital,” jelasnya dalam kesempatan yang sama.

Berikan Pemahaman Terkait Hak Perlindungan Konsumen

Ilustrasi - Moneygram
Ilustrasi pembayaran tanpa kontak (freepik/fanjianhua)

Lewat program Jaminan Saldo Kembali, konsumen dapat mengklaim jika terjadi saldo yang hilang akibat hal yang terjadi di luar kendali pengguna, seperti pengambilalihan akun atau kehilangan smartphone bersama saldo GoPay di dalamnya. Kerja sama dengan BPKN bakal lengkapi proteksi dengan berikan edukasi aspek-aspek dan hak perlindungan konsumen dalam transaksi digital.

Nantinya, konsumen bisa mendapatkan pemahaman akan hak-hak perlindungan konsumen berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk penyelesaian masalah berdasarkan proses yang sesuai. Dengan begitu, tak heran bila ke depannya semakin banyak jumlah pengguna layanan pembayaran dan keuangan yang satu ini, karena terjamin keamanan serta mudah dipahami berkat adanya edukasi berkelanjutan.

Pihak BPKN tentu apresiasi langkah GoPay dalam proteksi penggunanya dengan lakukan edukasi serta penyediaan fitur khusus untuk kenyamanan konsumen. “Berdasarkan pengalaman kami, kecepatan penyelesaian kasus bersama GoPay terhadap pengaduan konsumen juga sangat cepat. Semoga bisa menjadi contoh bagi pemain lain,” tutup Mufti.

Tinggalkan komen


Bagi 10 responden terpilih, berhak mendapatkan
saldo e-wallet masing-masing senilai Rp100 ribu.