Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Huawei Mate 30 Series Akan Dipasarkan di Indonesia, Tapi…

Pada September yang lalu, bertempat di Munich,Jerman, Huawei meluncurkan seri Mate terbarunya. Huawei Mate 30 series diklaim menentukan standar baru di setiap area, mulai dari desain estetika hingga perangkat keras dan inovasi perangkat lunak.

Produk yang terdiri dari Huawei Mate 30 dan Huawei Mate 30 Pro ini juga merupakan smartphone pertama dengan 5G generasi kedua.Kabar baiknya, Huawei Mate 30 series sudah lolos TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) sehingga bisa untuk segera dipasarkan di Indonesia.

Menurut Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Consumer Business Group Indonesia, kehadiran Huawei Mate 30 Series dengan segala keunggulan teknologi kamera yang sudah diakui oleh berbagai pihak tentunya akan semakin meramaikan pasar smartphone Indonesia.

“Kami sendiri tidak sabar memberikan kesempatan kepada konsumen di Indonesia untuk merasakan kembali kecanggihan produk smartphone flagship kami melalui Mate 30 Series,”ujar Lo Khing Seng.

Baca juga: Huawei Nova 5T, Smartphone 5 Kamera Harga Rp6 Jutaan

Fitur dan Spesifikasi Huawei Mate 30 Series

Huawei Mate 30 SeriesMate merupakan seri flagship kedua dari Huawei yang biasanya diluncurkan di akhir tahun. Seri flagship lainnya, yaitu seri P, biasanya diperkenalkan di awal tahun.

Jika membicarakan seri Mate, fitur pertama yang biasanya dibahas adalah teknologi kameranya. Sama seperti pendahulunya, Mate 30 Pro yang akan dibawa ke Indonesia merupakan varian dengan segmen paling atas.

Huawei Mate 30 Series dilengkapi dengan Supersensing Cine Camera untuk menghasilkan gambar dan video yang mengesankan. Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

Related Posts
1 daripada 295

Mengutip dari DXOMARK sebagai penentu benchmark kamera smartphone, Huawei Mate 30 Pro meraih skor 121, tertinggi sampai saat ini. Fitur kamera belakang dengan empat modul, termasuk time-of-flight sensor untuk bokeh mode yang lebih baik merupakan satu hal yang disorot. Begitu pula dengan fitur ultra-wide camera ukuran 18mm, yang merupakan terluas dibandingkan dengan smartphone lain di kelasnya.

HUAWEI Mate 30 Series memiliki desain futuristik, dengan notch yang sempit dan bezel tertipis. HUAWEI Mate 30 Pro dilengkapi fitur HUAWEI Horizon Display, yang melengkung 88 derajat untuk memaksimalkan area display.

Dapur pacunya memakai Kirim 990 5G SoC dengan proses 7nm+ EUV yang terintegrasi chip 5G generasi kedua.  Huawei Mate 30 dilengkapi dengan baterai besar 4200mAh, sementara HUAWEI Mate 30 Pro memiliki baterai yang lebih besar 4500mAh. Untuk mengisi daya, dibekali dengan teknologi Huawei Supercharge yang memiliki dua pilihan yaitu 27W Wireless HUAWEI SuperCharge dan 40W HUAWEI SuperCharge.

Tanpa Google Mobile Services

Namun ada satu hal mendasar yang mengganjal terkait kehadiran produk ini. Dengan segala kecanggihan yang ditawarkan, Huawei Mate 30 Series tak mendukung Google Mobile Services. Artinya, tidak dibekali aplikasi-aplikasi dari Google, seperti Google Maps, Google Play Services, hingga Google Play Store.

Ini adalah dampak dari konflik Amerika – China yang kemudian merembet ke sektor industri. Berpengaruh ke perusahaan besar yang berada di negara tersebut, seperti Google di Amerika dan Huawei di China.

Sebagai gantinya, Huawei menggunakan layanan sendiri yang disebut Huawei Mobile Services (HMS). Layanan ini sebenarnya sudah lama dikembangkan, sebagai dampak Google diblokir di China.

Karena tidak ada Google Play Store, pengguna bisa mengunduh aplikasi menggunakan Huawei App Gallery. Huawei mengklaim sudah ada sekitar 45.000 aplikasi yang terintegrasi degan layanan Huawei Mobile Services.

Namun tidak dijelaskan berapa aplikasi lagi yang akan diintegrasikan di Huawei Mobile Services. Belum ada kejelasan juga apakah aplikasi yang digunakan sehari-hari oleh pengguna di Indonesia bisa dipakai dengan baik karena tidak adanya Google Mobile Services ini.