Jakarta, Gizmologi – IBM menjelaskan bahwa Ekonomi digital Indonesia terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan populasi sekitar 280 juta penduduk dan lebih dari 220 juta pengguna internet, Indonesia kini menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara.
Menurut berbagai laporan industri, Indonesia bahkan menyumbang sekitar 40 persen dari total ekonomi digital di kawasan tersebut, dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) yang diperkirakan mendekati 100 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini mendorong semakin banyak organisasi di sektor publik maupun swasta untuk mengadopsi teknologi seperti cloud, data analytics, dan kecerdasan buatan.
Namun di tengah percepatan digitalisasi tersebut, muncul satu isu yang semakin sering dibicarakan: kedaulatan digital. IBM menilai bahwa kemampuan organisasi untuk mengendalikan data, infrastruktur, dan sistem digital mereka akan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta daya saing ekonomi digital di masa depan.
Kedaulatan Digital Jadi Isu Strategis

Dalam konteks teknologi, kedaulatan digital tidak lagi hanya berkaitan dengan lokasi penyimpanan data. Konsep ini kini juga mencakup siapa yang memiliki akses terhadap data, bagaimana sistem dijalankan, serta apakah aturan dan regulasi dapat dipatuhi secara real time.
Perubahan ini menjadi semakin relevan karena lanskap teknologi global kini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya penggunaan AI hingga dinamika geopolitik yang mendorong banyak negara memperketat aturan terkait data dan teknologi.
Laporan dari Gartner bahkan memprediksi bahwa lebih dari 75 persen perusahaan di dunia akan memiliki strategi kedaulatan digital pada tahun 2030. Selain itu, sekitar 65 persen pemerintah diperkirakan akan menerapkan berbagai persyaratan terkait kedaulatan teknologi pada 2028 untuk melindungi perekonomian mereka.
Bagi perusahaan di Indonesia, kedaulatan digital dapat memberikan sejumlah manfaat seperti kontrol yang lebih besar terhadap aset digital, kepatuhan terhadap regulasi nasional, hingga fleksibilitas dalam mengadopsi strategi hybrid cloud tanpa mengorbankan keamanan data.
Kolaborasi dan Infrastruktur Jadi Kunci
Untuk mendukung pengembangan ekosistem digital yang lebih berdaulat, IBM juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perusahaan teknologi, pemerintah, serta pelaku industri.
Salah satu contohnya adalah kerja sama IBM dengan Telkom Indonesia dalam menghadirkan platform AI berbasis IBM watsonx. Platform ini dirancang untuk membantu organisasi mengembangkan layanan berbasis AI yang lebih tepercaya dan dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari HR hingga pemasaran.
Selain itu, IBM juga bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara untuk memperkuat aspek keamanan siber di Indonesia, yang menjadi fondasi penting dalam membangun infrastruktur digital yang aman.
IBM juga memperkenalkan solusi perangkat lunak baru bernama IBM Sovereign Core, yang dirancang untuk membantu organisasi membangun lingkungan teknologi yang mendukung kedaulatan data sekaligus siap untuk penerapan AI.
Meski konsep kedaulatan digital menawarkan berbagai potensi manfaat, implementasinya tetap memerlukan investasi besar dalam infrastruktur, talenta digital, serta regulasi yang jelas. Bagi Indonesia yang tengah mendorong transformasi digital menuju visi Indonesia Emas 2045, tantangannya adalah memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap sejalan dengan kepentingan nasional dan kebutuhan industri.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



