Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Ini Inisiatif AWS Agar Bisnis Tangguh di Masa Pandemi

1 276

Berbagai pihak terus berusaha untuk memberikan dukungan terhadap keberlangsungan bisnis selama pandemi, dimana situasi tersebut berikan dampak yang cukup signifikan. Mulai dari penyedia layanan operator, jasa antar kirim, sampai pihak lain seperti penyedia layanan komputasi awan atau cloud seperti Amazon Web Services (AWS).

Demi mendukung keberlangsungan bisnis, AWS memiliki beberapa strategi yang baru saja mereka paparkan dalam sebuah sesi diskusi virtual, Selasa (1/9) lalu. Country Manager AWS Indonesia, Gunawan Susanto berikan gambaran secara umum dan lengkap, bagaimana AWS dapat berperan untuk membangun ketangguhan untuk bisnis, agar dapat melewati pandemi Covid-19 dengan selamat melalui beberapa inisiatif tertentu.

Baca juga: AWS Beberkan Manfaat Machine Learning Berbasis Cloud untuk Enterprise

Usaha AWS Untuk Tangguhkan Bisnis Selama Pandemi

Gunawan Susanto AWS Indonesia
Gunawan Susanto, Country Manager AWS Indonesia berikan pemaparan selama diskusi virtual Selasa (1/9) kemarin.

Membuka diskusi, Gunawan menyampaikan jika AWS sendiri telah menyiapkan sebuah tim khusus, yaitu Disaster Response Team (tim siaga bencana) sejak 2018. Tim ini berperan turun ke lapangan untuk membantu lembaga di seluruh dunia, meringankan dampak dari beragam bencana menggunakan kekuatan cloud. Juga untuk bekerja sama dengan organisasi dalam tanggulangi pandemi.

Selain tim siaga bencana, AWS juga memiliki inisiatif untuk meringankan beban yang perlu ditanggung oleh pelanggannya. Dengan AWS Disaster Response Credits, insentif tambahan ini bisa digunakan untuk akses layanan dan sumber daya yang dibutuhkan oleh pelanggan, terutama kepada organisasi yang berada di garis depan pertempuran melawan Covid-19 seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Tak hanya sampai di situ saja, AWS juga memikirkan bagaimana agar para pelaku bisnis masih tetap tangguh meski dukungan seperti credits telah habis. Memasuki era adaptasi kebiasaan baru, tentunya gaya bekerja untuk para pelaku bisnis telah berubah. Dari yang wajib secara luring, kini berpindah menjadi jarak jauh (remote working).

Untuk mempermudah kegiatan bekerja secara daring, AWS tentunya sudah menyediakan beragam solusi seperti Amazon Workspace, Amazon Connect untuk contact center, Amazon Chime untuk pertemuan virtual, serta WorkDocs untuk edit dokumen. Layanan ini dapat diakses bebas biaya, asal pengguna sudah mendaftarkan akun mereka ke dalam Free Tier.

Keempat layanan yang disiapkan oleh AWS tersebut bisa dimanfaatkan untuk para pelaku bisnis agar dapat menyesuaikan bisnis mereka dengan situasi masa kini, supaya bisnis bisa tetap berjalan. Gunawan menyampaikan, salah satu pelanggan AWS telah berhasil memindahkan ratusan karyawannya dalam hitungan hari, tanpa terjadi gangguan pada operasional bisnis.

Selain itu, AWS Diagnostic Development Initiative hadir sebagai program global dengan investasi awal senilai 20 juta USD, terbuka untuk lembaga riset dan swasta yang terakreditasi supaya bisa percepat upaya solusi diagnostikan virus Covid-19, melalui teknologi analisis data dan machine learning.

Manfaat AWS Selama Pandemi Dirasakan SIMAK Online & Halodoc

SIMAK Online 2019 - 2020
Jumlah data/kegiatan yang telah berjalan dalam program SIMAK Online sepanjang 2019 – 2020.

Dalam sesi yang sama, juga dihadiri oleh CEO dan penemu dari Simak Online, Rizki Akmanda. Ia memaparkan bagaimana solusi edukasi mereka telah menerima benefit dari AWS, memampukan sekolah negeri maupun swasta agar dapat berpindah ke infrastruktur daring. Mereka segera bermigrasi ke AWS ketika pengumuman kegiatan belajar mengajar jarak jauh resmi dicanangkan.

Kapabilitas auto-scaling dari cloud AWS bisa menjamin agar Simak Online dapat scale-up ketika terjadi lonjakan kebutuhan. Salah satunya seperti saat masa ujian berlangsung, dan kembali turun ketika tidak ada kegiatan yang major untuk menghemat biaya.

Selain sektor pendidikan, sektor lain yang juga memanfaatkan layanan dari AWS adalah kesehatan, yaitu penyedia layanan kesehatan digital Halodoc. Berkolaborasi dengan lebih dari 20 rumah sakit untuk pendaftaran uji Covid-19, AWS memungkinkan Halodoc untuk menekan biaya IT hingga 20-30%.

Tim DevOps Halodoc pun dapat meluncurkan fitur aplikasi terbaru yang 30% lebih cepat dari sebelumnya, percepat respon dokter terhadap pasien. Halodoc juga memanfaatkan kapabilitas machine learning untuk menyensor gambar yang kurang pas dari pasien yang kurang bijak, sebelum diputuskan oleh para dokternya.