Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Instagram Perketat Interaksi Pengguna Dewasa dan Remaja

0 1.029

Meski sudah ada TikTok yang merebut perhatian sebagai platform video pendek viral, popularitas Instagram di kalangan remaja masih sangat besar. Dengan postingan yang penuh warna serta background yang estetik, membuat Instagram menjadi tempat berkreasi dan berkarya kaum milenial.

Menurut laporan Napoleoncat, Indonesia hingga bulan Mei 2020 memiliki jumlah pengguna Instagram sebesar 69.270.000 akun. Ada kenaikan dari sebelumnya 65.780.000 akun di bulan April 2020.

Di antara data tersebut, terdapat pengguna yang memiliki usia 18 hingga 24 tahun dengan jumlah mencapai 25 juta. Walau hanya di Indonesia, setidaknya data ini bisa menggambarkan banyaknya pengguna remaja di Instagram. Untuk melindungi privasi kaum muda, Instagram keluarkan kebijakan terbaru.

Baca juga: Diluncurkan di 170 Negara, Instagram Lite Pangkas Pemakaian Kuota

Pembatasan Direct Message (DM)

Instagram
Direct Message akan dibatasi untuk pengguna dewasa ke akun remaja (Instagram)

Berdasarkan info dari blog resmi Instagram, pengguna tidak bisa mengirim Direct Message (DM) ke pengguna lain yang usianya di bawah batasan. Hal itu bisa terjadi apabila mereka tidak mengikuti akun pengirim pesan. Melalui pembatasan DM antara remaja dan orang dewasa tidak sembarangan orang bisa saling membalas pesan kecuali pengguna telah berusia 18 tahun.

Instagram memungkinkan setiap orang untuk mengirim dan menerima pesan, tanpa harus saling memfollow terlebih dahulu. Saat ini, fitur DM khusus pengguna remaja hanya bisa diakses jika kedua kontak sudah saling mengikuti. Ketika orang dewasa mencoba mengirim pesan kepada remaja yang tidak saling mengikuti, mereka akan menerima pemberitahuan yaitu “You can’t message this account unless they follow you” dari Instagram.

Memberitahu Pengguna Seputar Aktivitasnya Via DM

Instagram
Pengguna akan dikirimi pemberitahuan (Instagram)

Selain mencegah percakapan antara orang dewasa dan remaja yang tidak mengikuti satu sama lain. Perusahaan akan mulai menggunakan petunjuk atau pemberitahuan kepada penggunanya. Melalui tindakan tersebut, dapat mendorong remaja untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dalam mengirimkan pesan.

Instagram akan memberi tahu penerima tentang perilaku yang berpotensi mencurigakan dari pengguna dewasa yang berinteraksi dengan mereka di DM. Nantinya Instagram akan memperingatkan penerima melalui DM. Mereka akan memberikan opsi untuk mengakhiri percakapan, memblokir, melaporkan, atau membatasi pengguna dewasa.

Tak hanya itu, pembatasan akan terjadi pada orang dewasa untuk melihat akun remaja di pengguna yang disarankan. “Langkah ini mencegah mereka menemukan konten remaja di Reel atau Jelajahi, dan secara otomatis menyembunyikan komentar mereka pada postingan publik oleh remaja,” ungkapnya.

Membatasi Orang Dewasa Untuk Mengetahui Akun Remaja

Instagram
Membatasi pengguna dewasa untuk melihat akun remaja (Instagram)

Setelah itu, pengguna dewasa tak bisa sembarangan untuk mengetahui lebih jelas akun remaja. Sehingga lebih sulit bagi orang dewasa untuk mencari dan mengikuti remaja. Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan mulai mencari cara untuk mempersulit orang dewasa yang telah menunjukkan perilaku yang berpotensi mencurigakan untuk berinteraksi dengan remaja.

Dengan begitu, pengguna remaja juga tidak akan menemukan reaksi dari orang dewasa di kolom komentar posting mereka. Mendorong remaja untuk menjadikan akun mereka pribadi Instagram juga menawarkan lebih banyak perlindungan bagi remaja. Salah satunya menyarankan pengguna remaja, beralih ke akun private. Mereka dapat lebih bisa mengontrol siapa yang dapat melihat dan berinteraksi dengan kontennya.

Opsi ini akan tersedia, jika seseorang yang berusia di bawah 18 tahun mendaftar akun Instagram. Pengguna akan diberi kebebasan untuk memilih akun publik atau pribadi. “Jika remaja tersebut tidak memilih ‘Private’ saat mendaftar, kami akan mengirimi mereka pemberitahuan nanti untuk menyoroti manfaat dari akun pribadi dan mengingatkan mereka untuk memeriksa pengaturan mereka,” sambung Instagram.

Melibatkan Beberapa Pihak Menyusun Kebijakan

Toolkit Keamanan Keluarga TikTok
Pengawasan terhadap anak-anak penting dilakukan (parentstory.com)

Dalam menentukan kebijakan tersebut, Instagram tak sendiri menyusunnya. Di Amerika Serikat, perusahaan telah berkolaborasi dengan The Child Mind Institute dan ConnectSafely untuk menerbitkan Panduan Orang Tua yang baru. Bagian ini akan mencakup alat keamanan dan pengaturan privasi terbaru, serta daftar tip dan pembuka percakapan untuk membantu orang tua menavigasi diskusi dengan remaja tentang kehadiran online mereka.

Baca juga: Instagram Live Rooms Mungkinkan Sesi Live Video Hingga 4 Orang

“Remaja dan orang tua harus dibekali dengan informasi tentang cara mengatur waktu mereka di platform sehingga bijaksana, aman, dan disengaja. Panduan orang tua baru yang telah kami kerjakan berfungsi dengan baik dalam menyaring apa yang harus diketahui orang tua tentang cara mendukung remaja mereka saat mereka menavigasi media sosial,” tegasnya.

Sebelumnya, panduan ini telah diluncurkan dengan mitra ahli di  beberapa negara seperti Argentina, Brazil, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Singapura, dan terus akan diluncurkan di banyak negara. Melalui pembaruan ini, juga akan melengkapi panduan orang tua yang ada akan memberikan dukungan untuk orang tua di Inggris Raya, Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, dan beberapa negara lainnya.

Tinggalkan komen