Jakarta, Gizmologi – Setelah merilis varian Z11 Turbo dan Z11x, iQOO kini bersiap melengkapi lini tersebut lewat kehadiran iQOO Z11 versi “vanilla”. Perangkat ini mulai menunjukkan eksistensinya lewat kemunculan di platform benchmark.
Dalam pengujian di Geekbench, iQOO Z11 dengan nomor model V2551A mencatat skor 1.717 untuk single-core dan 6.795 untuk multi-core. Angka ini memberikan gambaran awal soal performa yang bisa ditawarkan, meski belum tentu mencerminkan performa final saat rilis nanti.
Selain skor, benchmark ini juga mengungkap beberapa spesifikasi penting. Mulai dari chipset yang digunakan hingga konfigurasi RAM, yang memperlihatkan positioning perangkat ini di kelas menengah ke atas.
Baca Juga: Galaxy Z TriFold Disetop Cepat, Eksperimen Samsung yang Terasa Setengah Jalan
Dimensity 8500 dan RAM Besar

iQOO Z11 disebut akan ditenagai chipset MediaTek Dimensity 8500, sebuah SoC yang kemungkinan menyasar segmen upper mid-range. Dalam pengujian Geekbench, unit yang diuji bahkan sudah menggunakan RAM 16GB, meskipun opsi lain hampir pasti akan tersedia saat peluncuran resmi.
Dengan kombinasi tersebut, performa iQOO Z11 berpotensi cukup kompetitif di kelasnya, terutama untuk kebutuhan multitasking dan gaming. Namun seperti biasa, hasil benchmark tetap perlu dilihat dalam konteks penggunaan nyata, termasuk optimasi software dan manajemen suhu.
Perangkat ini juga dipastikan akan menjalankan Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6. Ini berarti iQOO Z11 akan membawa fitur-fitur software terbaru, termasuk kemungkinan peningkatan di sisi AI dan efisiensi sistem.
Di sisi lain, belum ada informasi detail soal GPU atau performa grafisnya. Ini cukup penting, terutama jika iQOO ingin menargetkan pengguna yang fokus pada gaming di kelas ini.
Layar 165Hz dan Baterai Jumbo

Dari sisi layar, iQOO Z11 dirumorkan akan menggunakan panel OLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate hingga 165Hz. Kombinasi ini menjanjikan pengalaman visual yang tajam dan mulus, terutama untuk game kompetitif.
Namun seperti tren yang sering terjadi, tidak semua aplikasi atau game mampu memanfaatkan refresh rate setinggi ini. Artinya, angka 165Hz bisa jadi lebih berfungsi sebagai nilai jual dibanding kebutuhan praktis sehari-hari.
Salah satu daya tarik utama lainnya adalah baterai berkapasitas 9.020 mAh, yang tergolong sangat besar untuk smartphone. Dengan dukungan fast charging 90W, perangkat ini diharapkan mampu menawarkan daya tahan lama tanpa mengorbankan waktu pengisian yang terlalu lama.
Meski demikian, kapasitas baterai besar biasanya berdampak pada dimensi dan bobot perangkat. Ini menjadi faktor yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Sejauh ini, iQOO belum mengumumkan tanggal peluncuran resmi untuk Z11. Namun dengan semakin banyaknya bocoran yang muncul, kehadiran perangkat ini kemungkinan sudah semakin dekat.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



