Jakarta, Gizmologi – vivo terlihat sudah memberikan paten baru terhadap desain baru pada smartphone, dan mereka akan membawa konsep rollable vertikal. Berdasarkan bocoran yang sudah beredar, banyak yang mengatakan ini akan menjadi desain yang unik dan baru di pasar smartphone.
Berbeda dengan konsep rollable yang pernah diperlihatkan sebelumnya oleh beberapa produsen, desain dalam paten ini tidak memperlebar layar ke samping. Sebaliknya, perangkat tersebut membuat layar menjadi lebih tinggi ketika bagian layar digulung keluar.
Konsep ini tentu menarik secara visual, tetapi pada saat yang sama memunculkan pertanyaan mengenai manfaat praktisnya. Sejauh ini, sebagian besar aplikasi smartphone modern sudah dioptimalkan untuk layar dengan rasio tinggi, sehingga belum jelas keuntungan nyata dari membuat layar menjadi lebih panjang lagi.
Baca Juga: vivo X300s Teaser Berlanjut, Bawa Baterai 7.100mAh Terbesar di Seri X
Pendekatan Berbeda dari Konsep Rollable Sebelumnya

Dalam dokumen paten vivo yang beredar, perangkat vivo digambarkan memiliki mekanisme layar yang dapat memanjang ke arah vertikal. Artinya, ketika layar digulung keluar, tinggi perangkat bertambah sementara lebar layar tetap sama.
Pendekatan ini cukup berbeda dibandingkan konsep rollable yang sebelumnya sempat diperlihatkan oleh beberapa produsen. Pada konsep tersebut, layar biasanya melebar ke samping sehingga smartphone bisa berubah menjadi perangkat yang mendekati ukuran tablet kecil.
Dengan desain vertikal seperti vivo rollable phone ini, kemungkinan penggunaan yang terpikir adalah untuk membaca dokumen panjang, browsing, atau scrolling konten media sosial tanpa harus terlalu sering menggulir layar. Namun hingga saat ini belum ada indikasi bagaimana sistem operasi atau aplikasi akan memanfaatkan format layar seperti itu secara optimal.
Selain itu, layar yang semakin tinggi juga bisa menimbulkan tantangan ergonomi. Perangkat berpotensi menjadi lebih sulit dijangkau dengan satu tangan, sesuatu yang sudah menjadi kritik umum pada smartphone dengan rasio layar yang sangat tinggi.
Masih Sebatas Paten, Belum Tentu Jadi Produk
Perlu diingat bahwa dokumen yang muncul saat ini masih berupa paten, bukan produk nyata atau bahkan konsep yang siap dipamerkan. Dalam industri teknologi, perusahaan sering mengajukan berbagai paten sebagai bentuk eksplorasi ide desain masa depan.
Tidak semua paten akhirnya benar-benar diwujudkan menjadi perangkat komersial. Banyak di antaranya hanya berfungsi sebagai perlindungan ide atau eksperimen desain yang belum tentu praktis untuk diproduksi massal.
Meski demikian, paten seperti ini tetap menunjukkan bahwa produsen smartphone masih terus mencari bentuk baru untuk evolusi perangkat mobile setelah era layar lipat mulai berkembang. Eksperimen seperti ini juga menunjukkan bahwa inovasi desain belum berhenti, meskipun tidak semuanya akan sampai ke tangan konsumen.
Jika suatu saat konsep rollable vertikal benar-benar diwujudkan, tantangan terbesar kemungkinan ada pada bagaimana software dan pengalaman penggunaan bisa memanfaatkan layar yang semakin tinggi tersebut secara efektif. Tanpa skenario penggunaan yang jelas, inovasi desain semacam ini berisiko hanya menjadi eksperimen menarik tanpa dampak besar pada pasar.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



