Jakarta, Gizmologi โ Kebakaran tragis yang menewaskan 22 orang di kantor PT Terra Drone Indonesia, Selasa (9/12/2025), menjadi salah satu insiden industri paling memukul tahun ini. Peristiwa ini bukan hanya mengungkap kerentanan pada keselamatan kerja, tetapi juga memicu gelombang pertanyaan publik mengenai tata kelola perusahaan teknologi yang selama ini dianggap modern dan aman.ย
Terra Drone Indonesia telah merilis pernyataan resmi melalui laman perusahaan, menyampaikan duka mendalam dan komitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang. Namun, tragedi sebesar ini hampir selalu memunculkan celah dalam penanganan komunikasi krisis.ย
Melansir dari Kompas.com, dua narahubung perusahaan yang dihubungi belum memberikan respons, sesuatu yang bisa dianggap wajar dalam situasi darurat, tetapi tetap meninggalkan ruang kosong bagi publik yang menuntut transparansi.
Tragedi ini juga membuka diskusi lebih luas soal standar keselamatan gedung, jalur evakuasi, dan mitigasi risiko di perusahaan teknologi yang cenderung beroperasi dalam struktur modern. Meski investigasi masih berlangsung, fakta bahwa sebagian besar korban ditemukan di lantai tiga hingga lima mengindikasikan adanya hambatan evakuasi yang perlu diperiksa lebih jauh, termasuk persebaran asap dan ketersediaan akses menuju titik aman.
Baca Juga: Bos Hardware Apple Johny Srouji Bantah Rumor Mundur!
Pernyataan Resmi Perusahaan dan Detail Insiden

Dalam pernyataan resminya, Terra Drone Indonesia menegaskan bahwa keselamatan karyawan menjadi prioritas utama. Mereka mengonfirmasi adanya korban jiwa dan berkomitmen memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak, termasuk akomodasi dan bantuan kemanusiaan.ย
Pihak perusahaan juga menyatakan bekerja sama sepenuhnya dengan aparat untuk mengungkap penyebab kebakaran. Namun, publik dan pemangku kepentingan, pernyataan ini tentu harus dibuktikan lewat langkah nyata, mulai dari transparansi informasi hingga pembenahan sistem internal.
Sementara itu, kronologi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menunjukkan bahwa api pertama kali diketahui pukul 12.43 WIB. Tim damkar tiba tujuh menit kemudian dan memadamkan api hingga sekitar 14.10 WIB. Meski penanganan tergolong cepat, distribusi asap ke lantai-lantai bawah membuat banyak karyawan terjebak.ย
Kapolres Metro Jakarta Pusat menjelaskan bahwa mayoritas korban meninggal akibat kehabisan oksigen, bukan terbakar. Hal ini menyoroti pentingnya sistem sirkulasi udara, pintu kedap asap, serta jalur evakuasi yang harusnya mampu mengalirkan orang menuju area aman tanpa hambatan.
Perusahaan teknologi seperti Terra Drone kerap memiliki struktur kerja yang melibatkan banyak ruangan tertutup dan perangkat elektronik intensif. Faktor ini bisa mempengaruhi penyebaran asap atau panas ketika kebakaran terjadi. Ke depannya, aspek-aspek teknis seperti ini perlu menjadi perhatian dalam investigasi dan evaluasi, terutama jika gedung digunakan untuk operasi skala besar.
Profil Terra Drone dan Sorotan Publik Terhadap Operasionalnya

Terra Drone adalah salah satu penyedia layanan drone, berbasis di Jepang dan dikenal luas karena solusi survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. Di Indonesia, mereka beroperasi melalui PT Terra Drone Indonesia, sebelumnya PT Aero Geosurvey Indonesia. Reputasi global mereka tumbuh pesat setelah dinobatkan sebagai penyedia jasa drone nomor satu oleh Drone Industry Insight pada 2020.ย
Namun, dalam konteks insiden ini, reputasi internasional tidak otomatis menjamin kualitas pengelolaan keselamatan operasional di level lokal. Publik kini menuntut lebih banyak penjelasan tentang tata kelola internal, standar keselamatan yang digunakan, serta bagaimana perusahaan mengadaptasi protokol global ke lingkungan kerja di Indonesia. Perusahaan teknologi global umumnya memiliki standar tinggi, tetapi implementasinya dapat berbeda tergantung karakteristik gedung, tim, dan regulasi lokal.
Tragedi ini juga bisa mempengaruhi persepsi industri drone di Indonesia secara umum. Sebagai sektor yang berkembang cepat, perusahaan-perusahaan teknologi sejenis harus belajar dari insiden ini untuk memperketat standar keselamatan, terutama pada gedung kantor yang menampung puluhan hingga ratusan karyawan
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



