Waspada, Kejahatan Siber Mengintai Selama Penayangan Olimpiade Tokyo 2020

Jakarta, Gizmologi – Olimpiade Tokyo 2020 akhirnya bisa terselenggara, setelah tertunda nyaris setahun lamanya. Hanya saja perhelatan olahraga dunia itu terpaksa berlangsung tanpa penonton, demi mengurangi risiko penularan COVID-19.

Seluruh pertandingan hanya bisa disaksikan secara live streaming. Meski begitu penonton daring perlu berhati-hati, pasalnya banyak pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan euforia menonton Olimpiade Tokyo 2020 ini.

“Para pelaku kejagatan siber akan selalu memanfaatkan perhelatan olahraga populer sebagai kedok untuk serangan mereka. Tahun ini, Olimpiade diadakan tanpa penonton – oleh karena itu, kami tidak mengharapkan terjadinya serangan siber dalam jumlah signifikan,” ungkap pakar keamanan Kaspersky, Olga Svistiunova dalam keterangannya, Senin (26/7/2021).

Sebagai gambaran, para scammers mencoba memonetisasi perhatian audiens, melalui situs web phishing terkait Olimpiade Tokyo 2020 yang dirancang untuk mencuri data kredensial pengguna. Peneliti Kaspersky menemukan berbagai skema mulai dari halaman palsu yang menawarkan streaming berbagai acara Olimpiade, penjualan tiket palsu, hadiah penipuan, dan bahkan pertama kalinya, mata uang virtual (token) olimpiade palsu.

Baca juga: Horangi, Startup Keamanan Siber yang Kini Hadir di AWS Marketplace

Olimpiade Tokyo 2020
Ilustrasi (Foto: Pixabay/lisa-runnels)

1. Live Stream

Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung di tengah pandemi virus corona sehingga panitia tidak menyediakan slot untuk menonton langsung pertandingan bagi masyarakat umum. Sebagai gantinya, pertandingan setiap cabang olahraga Olimpiade bisa disaksikan melalui siaran langsung.

Penjahat siber membuat laman phishing yang menawarkan menonton siaran langsung Olimpiade Tokyo, pengguna internet yang ingin menonton harus mendaftar. Pelaku akan meminta korban untuk memasukkan sejumlah data, kemudian korban diminta untuk mengklik laman lain.

2. Tiket palsu

Meski pun tidak ada menonton langsung di stadion, para scammer memasang jebakan yaitu menjual tiket pertandingan offline. Pakar Kaspersky juga menemukan halaman yang menawarkan pengembalian uang untuk tiket yang sudah dibeli.

3. Situs palsu Olimpiade Tokyo 2020

Kaspersky juga menemukan ada situs palsu yang disamarkan sebagai halaman resmi Olimpiade Tokyo 2021 dan komite Olimpiade internasional. Halaman peniru International Olympic Committee misalnya, mengumpulkan kredensial layanan MS pengguna.

4. Hadiah

Kaspersky menyebut, tidak ada perhelatan publik besar tanpa scammers yang memberi iming-iming hadiah palsu terkait acara. Halaman phishing yang dibuat oenjahat siber mengiming-imingi calon korban yang berkunjung ke situs tersebut dengan hadiah.

Skema ini terbilang cukup populer dan umumnya, para korban yang menjadi pemenang hanya perlu membayar biaya pengirima dan hadiah tidak akan pernah sampai.

5. Token pertandingan Olimpiade Tokyo 2020

Terakhir, Kaspersky menemukan adanya penjahat siber yang membuat mata uang virtual atau token yang diklaim sebagai bentuk dana dukungan untuk atlet Olimpiade. Tentunya ini merupakan dana dukungan palsu.

Agar tidak terjebak penipuan seperti yang dicontohkan di atas, Kaspersky meminta pengguna internet selalu mengecek ulang tautan sebelum mengklik dan memeriksa keahlian situs sebelum memberikan data pribadi.

Tinggalkan komen