Jakarta, Gizmologi – Lenovo memperkenalkan dan meresmikan hadirnya ThinkStation PGX sebagai mini PC yang diklaim punya tenaga 1 PetaFlop. Ini merupakan workstation AI personal terbaru yang dirancang untuk menjalankan pengembangan dan eksperimen AI langsung dari desktop dengan form factor yang tetap ringkas.
Perkembangan AI generatif membuat kebutuhan komputasi lokal semakin meningkat, tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga developer independen, peneliti, hingga mahasiswa. Selama ini, banyak proses pengembangan model AI masih bergantung pada cloud atau server skala besar yang biayanya tidak murah dan membutuhkan koneksi stabil.
Menariknya, perangkat ini dibangun menggunakan NVIDIA GB10 Grace Blackwell Superchip yang diklaim mampu menghadirkan performa AI hingga 1 PetaFlop atau setara 1000 TOPS. Lenovo juga menyebut ThinkStation PGX mampu menangani model AI generatif hingga 200 miliar parameter, angka yang sebelumnya lebih identik dengan server kelas enterprise.
Baca Juga: MacBook Pro Generasi Terbaru Tengah Menyiapkan Layar OLED per Juni 2026 Mendatang
Fokus untuk AI Developer dan Beban Kerja Berat

Secara spesifikasi, ThinkStation PGX dibekali memori terpadu 128GB dan sudah dilengkapi NVIDIA DGX OS beserta software stack AI bawaan. Lenovo juga menyertakan framework populer seperti PyTorch dan Jupyter sehingga pengguna bisa langsung melakukan prototyping, fine-tuning, hingga inferensi model AI tanpa konfigurasi tambahan yang rumit.
Lenovo bahkan membuka opsi untuk menghubungkan dua unit PGX sekaligus melalui NVIDIA ConnectX-7. Dengan skenario tersebut, workstation ini diklaim mampu menangani model AI hingga 405 miliar parameter. Walau terdengar impresif, penggunaan AI model sebesar itu tentu masih lebih relevan untuk institusi riset, perusahaan teknologi, atau pengembang dengan kebutuhan komputasi serius.
Di sisi lain, Lenovo tampaknya mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dibanding sepenuhnya mengandalkan cloud. Menurut perusahaan, workstation ini dapat membantu membebaskan resource data center agar lebih fokus untuk deployment dan training skala produksi.
Ringkas, Tapi Tetap Bawa Konektivitas Lengkap
Meski membawa performa tinggi, ThinkStation PGX tetap hadir dalam desain desktop yang cukup ringkas. Lenovo juga menyematkan empat port USB4 20Gb/s serta konektivitas 10 GbE LAN untuk menunjang transfer data berukuran besar yang umum ditemui dalam workflow AI modern.
Bandwidth memori hingga 273 GB/s juga menjadi salah satu nilai jual utama perangkat ini. Dalam praktiknya, bandwidth besar seperti ini memang penting untuk menjaga aliran data tetap stabil ketika memproses dataset besar atau menjalankan model AI kompleks secara lokal.
Namun seperti workstation AI lain di kelas premium, ThinkStation PGX jelas bukan produk untuk pengguna umum. Lenovo sendiri belum mengungkap harga resminya karena perangkat ini bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan pengguna. Meski begitu, kehadiran ThinkStation PGX menunjukkan bahwa persaingan workstation AI kini mulai bergerak ke segmen desktop personal, bukan hanya server enterprise semata.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



