Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Likee Gandeng Believe, Hadirkan Jutaan Lagu untuk Pengguna

0 53

Aplikasi video pendek makin digemari netizen. Selain TikTok, aplikasi lain yang cukup populer adalah Likee. Nah, di aplikasi tersebut pengguna kini memiliki lebih banyak pilihan lagu ketika hendak bernyanyi dan menari. Hal ini karena Likee telah bekerja sama dengan Believe, salah satu platform penyedia layanan musik terbesar di dunia.

Diresmikan pada 28 Juni 2020, kolaborasi ini memungkinkan pengguna untuk mengakses jutaan lagu yang tersedia di aplikasi. Menjadi partner strategis Likee, Believe memiliki lebih dari 1.200 karyawan yang beroperasi di 45 negara. Believe menaungi beberapa brand, label, dan perusahaan termasuk Believe Distribution, TuneCore, Nuclear Blast, Naïve, AllPoints

Mereka mendistribusikan lebih dari sepertiga total lagu digital yang tersedia di seluruh dunia. Kerja sama ini mencakup pasar utama Likee, seperti Amerika Serikat, Inggris, Indonesia, Rusia dan negara-negara CIS, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Mesir.

Gideon Mountford, Head of Digital, Believe, mengatakan dalam kerja sama ini, pihaknya merangkul generasi muda yang turut menjadi bagian dalam penciptaan, distribusi, dan konsumsi musik bersama Likee. “Kolaborasi ini bukan hanya kesepakatan lisensi yang bersifat satu arah, tetapi lebih dari itu. Artis dan musisi kami juga akan mengeksplorasi potensi mereka pada platform Likee,” kata Gideon.

Baca juga: Mengenal Snack Video, Aplikasi Video Pendek Pesaing TikTok yang Tengah Viral

Kolaborasi Likee dan Believe

Likee x BelieveBagi platform pembuatan video pendek yang juga berperan sebagai salah satu pemain utama dalam market seperti Likee, globalisasi selalu dicapai melalui lokalisasi. Kerja sama yang baru diumumkan ini merupakan langkah strategis kedua belah pihak dalam upaya mencapai win-win situation dengan menawarkan konten global kepada pengguna lokal dan sebaliknya.

Mike Ong, Vice President, BIGO Technology, mengatakan pihaknya senang dapat bekerja sama dengan Believe. Ia yakin pustaka musik yang kian beragam akan membantu pengguna dalam memaksimalkan potensi dan kreativitas mereka secara keseluruhan.

“Mengingat konten video pendek semakin populer di seluruh dunia, kami bangga dapat memimpin sebagai platform yang tidak hanya menghibur para pengguna, tetapi juga menyatukan para influencer, brand, dan organisasi sebagai ekosistem bisnis yang kian berkembang,” ujar Mike Ong.

Dikembangkan oleh BIGO Technology dan dirilis pada tahun 2017, Likee merupakan platform global terkemuka asal Singapura untuk mengeksplorasi dan membuat video pendek pada telepon genggam. Likee menghadirkan tool pengeditan dan pembuatan video nan unggul dengan lebih dari 2.000 efek video. Selain itu, Likee turut mendorong koneksi dan percakapan di antara pengguna melalui gamifikasi tampilan dan interaksi.

Menurut Laporan YY Triwulan Ketiga 2019, pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU) Likee mencapai lebih dari 100,2 juta orang, meningkat sebesar 413,4% dari tahun ke tahun. Pengguna aktif bulanan layanan Likee yang dipasangkan dengan imo mencapai 50,2 juta pengguna. Likee juga menduduki peringkat pertama dalam deretan “Top 10 Breakout Apps”  menurut laporan App Annie’s tahun 2019. Selain itu, Likee mendapatkan posisi keenam sebagai “Top Apps” di 2019 dan ketujuh dalam daftar “Overall Worldwide” di Q4 tahun 2019 menurut Sensor Tower.
Baca juga: 7 Fakta Likee, Aplikasi Berbagi Video Pendek Kekinian