Gizmologi
Take a fresh look at your lifestyle.

Perkuat E-Procurement, Mbiz Bidik Pendanaan USD20 Juta

Meski pemainnya sudah banyak, industri e-commerce masih potensial, karena ada ceruk-ceruk yang masih bisa digarap seperti B2B. Salah satu pemain yang cukup tenar di sektor ini adalah Mbiz. Pada akhir Desember 2019 yang lalu, perusahaan marketplace B2B ini memiliki investor baru yakni Investree. Saat ini, mereka tengah mencari investor untuk menggelontorkan pendanaan baru Seri B senilai USD20 juta atau sekitar Rp272 miliar.

Menurut Rizal Paramarta, CEO Mbiz, selama tahun 2019 pihaknya membukukan kinerja positif. Pada kurun waktu tersebut, transaksi eprocurement di Mbiz tumbuh signifikan dibandingkan tahun sebelumnya meski tidak diungkapkan secara rinci.

Rizal Paramarta, CEO Mbiz, mengatakan aktivitas pengadaan barang dan jasa yang berjalan intensif menggambarkan kinerja dunia bisnis yang terus bergulir dan produktif. “Kami meyakini, peningkatan transaksi pengadaan barang dan jasa melalui Mbiz selain berdampak positif dalam mendulang produktivitas bisnis perusahaan, juga berdampak pada pengembangan pelaku usaha dari industri lain yang menjadi mata rantai ekosistem, seperti jasa logistik serta penyedia solusi pembiayaan,” ujarnya.

Selain tetap fokus di bisnis B2B untuk kalangan blue chip company, perusahaan multinasional, perusahaan
terbuka, hingga BUMN, Mbiz berencana ekspansi melalui sinergi kemitraan hingga ke segmen UMKM/UKM, SME, dan membuka kerja sama dengan pemerintah. Mereka inigin berfokus kepada pengembangan super ekosistem Mbiz yg didukung oleh W teknologi.

Rizal menambahkan, bergabungnya perusahaan-perusahaan bereputasi tinggi menjadi wujud kepercayaan mereka terhadap keandalan Mbiz dalam membantu merealisasikan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas, serta mewujudkan produktivitas dan efisiensi bisnis. “Untuk menguatkan kepercayaan tersebut, kami akan terus mengembangkan kapabilitas kami, tidak saja hanya sebagai penyedia solusi total eprocurement, namun juga sebagai platform yang mampu membangun sinergi antar mata rantai ekosistem,” imbuhnya.

Sementara itu Ryn Hermawan, COO dan Co-Founder Mbiz, mengatakan bahwa pencapaian yang berhasil ditorehkan Mbiz, serta kepercayaan yang terus diperoleh, merupakan buah-hasil dari visi dan misi yang sedari awal dikembangkan oleh Mbiz, yaitu membangun, menyinergikan,dan turut mendukung peningkatan kinerja
dan kompetensi setiap stake holder, sehingga mampu menjadi sebuah super ekosistem yang sangat berkontribusi.

“Mbiz merupakan salah satu perusahaan yg mengonsentrasikan B2B, bisnis kami terbuka untuk lini bisnis dari yang perusahaan kecil sampai besar, semuanya dapat bergabung di Mbiz,” tambah Ryn.

Barang dan jasa yang masuk ke jajaran 10 besar paling banyak dibutuhkan adalah kebutuhan terhadap tenaga alihdaya, Iayanan instalasi, Event Organizer, gimik-gimik untuk pemasaran termasuk produk-produk terkustomisasi, perlengkapan laboratorium, layanan web dan cloud, perlengkapan untuk keamanan dan kesehatan, penyewaan alat-alat berat, perlengkapan industri, dan E.Management Printing System.

Perusahaan-perusahaan yang paling banyak melakukan transaksi e-procurement di Mbiz adaIah perusahaan dari industri Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dan ritel (50%), properti dan real-estate (25%), farmasi (15%), dan perusahaan teknologi/startup (5%).