Jakarta, Gizmologi – Laporan Halodoc, Indonesia Health Insight Q1 2026 telah diluncurkan dengan membawa informasi terbaru. Laporan Halodoc ini berjudul, “Menjembatani Kesiapan dan Tantangan Kesehatan Sepanjang Ramadan hingga Perayaan Idulfitri”.
Laporan ini menyoroti bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan ritme hidup selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri serta sejumlah tantangan kesehatan khas yang muncul di bulan tersebut. Bulan bagi para umat Islam ini diperkirakan akan berlangsung pada Februari.
Dengan begitu, Indonesia Health Insight Q1 2026 dari Halodoc ini bisa menjadi acuan atau persiapan masyarakat dalam menjaga kesehatan selama bulan Ramadan atau puasa. Berikut laporan Halodoc di Q1 2026.
Baca Juga: Begini Peran AWS di Balik Kemampuan Halodoc dalam Melayani Lebih dari 20 Juta Pengguna
Laporan Halodoc Sebut Minggu Pertama Ramadan 21% Terkenal Maag dan Gerd

“Melalui Indonesia Health Insights, kami ingin memberikan rujukan berbasis data dan pandangan medis, agar masyarakat lebih siap mengantisipasi gangguan kesehatan di periode krusial menjelang dan selama bulan Ramadan, serta sepanjang perayaan Idulfitri,” ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc, di acara Health Talk by Halodoc, di Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Laporan Halodoc ini dibuat berdasarkan data internal perusahaan. Seluruh analisis difokuskan pada pasien yang dikonsultasikan berusia 12 tahun ke atas dan dari populasi seluruh wilayah Indonesia.
Laporan Indonesia Health Insights edisi Q1 2026 menunjukkan adanya pola yang konsisten setiap tahun. Sebagai contoh, di minggu terakhir sebelum memasuki bulan Ramadan, terjadi peningkatan pembelian produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc.

Temuan ini menunjukkan adanya upaya antisipasi gangguan kesehatan menjelang Ramadan oleh masyarakat. Diantaranya seperti peningkatan pembelian produk seperti vitamin dan suplemen (30%), obat pencernaan (15%), produk kesehatan mulut dan tenggorokan (16%), hingga produk kesehatan dan kecantikan kulit (19%).
Sementara itu, pada minggu pertama Ramadan, keluhan kesehatan didominasi oleh gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, dengan lonjakan konsultasi lebih dari 21% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum puasa. Lonjakan tertinggi terjadi pada pukul 00.00–05.59, meningkat hingga lebih dari 150%, bertepatan dengan waktu sahur dan mencerminkan fase ketidaknyamanan lambung saat tubuh masih beradaptasi.
Puncak keluhan ini konsisten muncul di hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir, menandakan bahwa fase adaptasi tubuh paling berat terjadi di awal puasa. Pada acara ini Halodoc juga memperkenalkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) by Halodoc AI yang bisa berguna juga di bulan Ramadan.

Fibriyani menegaskan bahwa kehadiran HILDA bukan sekadar inovasi teknologi berbasis AI dan tidak menggantikan peran tenaga kesehatan atau dokter dalam memberikan layanan kesehatan. Hadirnya HILDA ialah sebagai bentuk empati Halodoc terhadap pengalaman nyata pengguna selama Ramadan.
“Di bulan Ramadan, banyak kebutuhan kesehatan justru muncul di saat-saat yang tidak terduga, ketika seseorang ingin cepat memperoleh jawaban, tapi belum tentu tahu harus bertanya ke siapa dan mengambil langkah apa. HILDA hadir untuk mendampingi di momen-momen itu, memberikan arahan awal yang dapat membantu pengguna mengambil bantuan medis yang tepat,” jelas Fibriyani.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



