Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Resmi, Microsoft Akuisisi Bethesda Studio Senilai Rp108 Triliun

0 1.458

Microsoft telah menyelesaikan kesepakatan senilai $ 7,5 miliar atau sekitar Rp 102 Triliun untuk mengakuisisi ZeniMax Media, perusahaan induk dari studio Doom dan Fallout Bethesda Softworks.

Dikutip dari The Verge, finalisasi dapat dilakukan hanya sehari setelah Microsoft mendapatkan persetujuan regulasi dari Uni Eropa untuk melakukan akuisisi dan sekarang akan meningkatkan pengembangan studio game Xbox.

Baca juga: Bidik Pendapatan USD 6,3 miliar, Microsoft Dirikan Data Center di Indonesia

Bersamaan dengan ini, menandai 35 tahun berdirinya Bethesda Softworks. Melalui kesepakatan yang terjadi akan menjadi tonggak sejarah baru perusahaan.  Perusahaan milik Bill Gates, awalnya akan mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi Bethesda pada bulan September 2020. Untuk menghormati komitmen eksklusivitas PS5 untuk Deathloop dan GhostWire: Tokyo, akhirnya kerja sama ini dapat diumumkan sekarang. Game seperti The Elder Scrolls: Online juga akan terus didukung seperti sebelumnya.

Menjadi Tempat Terbaik Para Gamer

Games
Melalui kerja sama ini diharapkan dapat menarik lebih banyak gamer (Polygon)

Kepala Game Microsoft, Phil Spencer mengatakan sebagai komitmen yang perusahaan miliki untuk komunitas Xbox, Ini adalah langkah selanjutnya dalam membangun tim studio pihak pertama yang terkemuka di industri. “Dengan tambahan tim kreatif Bethesda, gamer harus tahu konsol Xbox, PC, dan Game Pass akan menjadi tempat terbaik untuk merasakan game Bethesda baru, termasuk beberapa judul baru di masa mendatang yang eksklusif untuk pemain Xbox dan PC,” ungkapnya.

Melalui kepemimpinan yang sudah ada, Bethesda sekarang akan berjalan sebagai bisnis terpisah dengan Microsoft. Ini merupakan pendekatan Microsoft yang sama digunakan untuk mengakuisisi beberapa perusahaan seperti Mojang , LinkedIn , dan GitHub. Pengembang game yang termasuk dalam kerja sama Sub-Studio Bethesda seperti pengembang Dishonored Arkane, studio Wolfenstein Machine Games, Doom maker id Software, dan The Evil Within Studio Tango Gameworks. Microsoft sekarang memiliki 23 studio game pihak pertama, dibandingkan dengan 13 PlayStation Studios milik Sony.

Dalam posting blog terpisah, kepala pemasaran Bethesda Pete Hines mengungkapkan bahwa belum akan ada perubahan besar. Pihak pengembang mempunyai harapan dapat melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan selama ini bersama partner terbarunya, Microsoft.

Memproduksi Lebih Banyak Game Eksklusif

Bethesda Studio
Kerja sama telah dilakukan antara kedua perusahaan (Xbox Wire)

Melalui lebih banyaknya dukungan dan sumber daya daripada sebelumnya, Bethesda yakin dapat memproduksi game lebih banyak. “Jelas, Game Pass telah menjadi inisiatif penting untuk Xbox, dan kami akan bekerja untuk memasukkan lebih banyak game ke dalam Game Pass daripada sebelumnya. Lebih dari itu? Pantau terus, kita baru saja mulai bersama, ” ungkap perusahaan dalam blog resminya.

Baca juga: Microsoft Flight Simulator Diperbarui, Peningkatan Visual Lanskap Inggris

Lebih lanjut, pertanyaan telah diajukan atas rencana Microsoft untuk Bethesda secara eksklusif di Xbox dan PC. Spencer menjelaskan akan ada beberapa judul baru yang hanya akan tersedia di platform Microsoft. Belum diketahui berapa jumlah judul game yang akan diumumkan, tetapi Microsoft akan menghadirkan lebih banyak game Bethesda ke Xbox Game Pass akhir pekan ini.

Tinggalkan komen