Mouse Microsoft ini Terbuat dari Daur Ulang Sampah di Laut

Jakarta, Gizmologi – Selama bertahun-tahun, Microsoft memperhatikan banyaknya sampah plastik yang betebaran di laut. Hal tersebut mendorong Microsoft untuk menghadirkan produk ramah lingkungan terbarunya, yakni Ocean Plastic Mouse.

Melansir Engadget, Microsoft Ocean Plastic Mouse merupakan sebuah mouse wireless yang dibuat dari hasil daur ulang limbah plastik di lautan. Produk ini diklaim ramah lingkungan, sebab baik desain body mouse hingga kotak kemasan terbuat dari limbah daur ulang.

“Jika Anda serius menjalani inovasi, maka Anda juga harus serius memikirkan akses untuk semua orang, termasuk keberlanjutan sumber daya kita yang paling terbatas, yakni planet kita sendiri,” ungkap CEO Microsoft, Saty Nadella.

Bicara desain maupun fungsi, Ocean Plastic Mouse tak berbeda dari tetikus nirkabel lainnya. Yang membedakan hanyalah cangkang atau body mouse yang terbuat dari pelet resin hasil daur ulang limbah plastik.

Untuk bahan bakunya, Microsoft bekerja sama dengan Saudi Basic Industries Corporation (SABIC), yang merupakan anak perusahaan Saudi Aramco. Tak hanya cangkang dan bodi mouse, kotak kemasan juga dibuat dari lapisan serat tebu yang dapat didaur ulang dan terurai.

Sebagai bentuk kampanye Ocean Plastic Mouse, Microsoft juga menawarkan jasa daur ulang mouse secara gratis. Pengguna yang tertarik dapat mengirimkan mouse lama mereka untuk kemudian didaur ulang oleh pihak perusahaan.

Ocean Plastic Mouse

Microsoft Ocean Plastic Mouse

Sebagai mouse wireless, Ocean Plastic Mouse mendukung Swift Pair dan konektivitas Bluetooth 4.0 yang dapat menjangkau jarak hingga 10 meter. Mouse ini juga ditenagai oleh baterai AA tunggal yang diklaim dapat bertahan hingga 12 bulan waktu pemakaian.

Ocean Plastic Mouse sudah tersedia di pasaran sejak 5 Oktober mendatang, bersamaan dengan peluncuran sistem operasi Windows 11. Microsoft mematok harga Ocean Plastic Mouse sebesar US$ 25 atau sekitar Rp357.000.

Tinggalkan komen