Gizmologi
Situs Berita Gadget dan Teknologi Indonesia

Standard Chartered Rilis Nexus, White-label Banking untuk Ekosistem Digital

0 475

Industri e-commerce di Indonesia berkembang dengan pesat. Peluang ini ditangkap Standard Chartered untuk menawarkan inovasi layanan perbankan. Bukan produk biasa, namun ini adalah platform “banking as a service” bernama nexus. Nama ini mengingatkan smartphone besutan yang sudah tidak diproduksi lagi, namun ini sesuatu yang berbeda.

Melalui nexus, para pelaku dan platform di ekosistem digital dapat menawarkan berbagai produk perbankan menggunakan merek sendiri, atau lebih populer dengan sebutan white-label. Sebagai langkah awal, Standar Chartered membidik industri e-commerce, selain memungkinkan juga kerja sama dengan platform lain sepertu jejaring sosial, perusahaan jasa angkutan berbasis online dan lainnya.

Standard Chartered memulai nexus di Indonesia melalui kerja sama dengan salah satu platform e-commerce besar. Sayangnya,  masih belum disebutkan e-commerce apa yang dimaksud. Targetnya, mereka bisa meluncurkan produk-produk yang dimotori oleh nexus di 2021, setelah mendapat persetujuan dari pemerintah.

Andrew Chia, CEO Standard Chartered Bank Indonesia, mengatakan solusi nexus yang baru ini memungkinkan Bank untuk secara efisien mengakusisi dan melayani tidak hanya segmen menengah ke atas, tetapi juga segmen pasar massal, termasuk individu dengan akses terbatas ke layanan keuangan yang terjangkau.

“Kemitraan yang unik juga akan berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Andrew dalam siaran pers yang diterima Gizmologi di Jakarta (12/03).
Baca juga: Kredivo Capai Kualitas Credit Scoring Setara Bank

Platform nexus

nexus - SCIndonesia memiliki tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia (88%) dan dengan meluncurkan nexus perdana di Indonesia, Standard Chartered berkesempatan untuk menjangkau masyarakat yang belum terjamah layanan perbankan. Serta memperluas basis konsumennya di Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia. Standard Chartered juga berniat untuk lebih lanjut meluncurkan solusi ini ke negara-negara lain yang memiliki kerangka peraturan yang tepat dan platform digital yang matang di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Secara teknis, platform nexus memungkinkan platform digital menyediakan layanan pinjaman, kartu kredit, dan tabungan yang diciptakan bersama dengan Bank ke konsumen mereka menggunakan merek mereka sendiri.

nexus diklaim memungkinkan perusahaan-perusahaan e-commerce dapat menikmati manfaat dari dari neraca yang kuat dan teknologi perbankan kelas dunia dari Standard Chartered untuk memperdalam loyalitas pelanggan dan meningkatkan pendapatan.

Sebelumnya, solusi “Banking as a Service” ini diinkubasi di SC Ventures yang merupakan divisi inovasi, investasi teknologi finansial dan bisnis ventura dari Standard Chartered. Ide pengembangan “Banking as a Service” sendiri bermula dari rencana bisnis yang diprakarsai oleh seorang karyawan yang kini memimpin tim yang terdiri dari 100 pengembang, insinyur, dan pengembang bisnis profesional di tiga negara.

Lembaga perbankan yang berkantor pusat di London, Inggris ini telah secara aktif bereksperimen dengan model-model bisnis baru untuk memenuhi kebutuhan nasabah-nasabah yang makin berkembang. Belum lama ini, mereka bekerja sama dengan Assembly Payments untuk menghadirkan solusi pembayaran baru. Di Hongkong, sedang menjalin kerja sama strategis dengan PCCW, HKT dan Trip.com untuk menghadirkan Mox, bank ritel online mandiri baru di Hongkong. Standard Chartered juga telah mendirikan platform terbuka digital, Solv, untuk membantu UMKM di India dan negara lain untuk tumbuh dengan menyediakan jajaran layanan finansial dan bisnis.