Jakarta, Gizmologi – Perkembangan teknologi saat ini telah menuntut adanya infrastruktur telekomunikasi yang kencang dan memadai, baik untuk individual hingga organisasi, demi komunikasi maupun bisnis yang berjalan lancar. Salah satu pemimpin inovasi jaringan masa kini, Nokia siap mewujudkan hal tersebut lewat solusi 5G terbaik serta pemanfaatan AI terdepan.
Berbeda entitas dengan smartphone yang mungkin lebih populer bagi Gizmo friends, Nokia telah eksis dalam pengembangan jaringan secara global, dipercaya baik korporasi dan mitra sebagai penyedia jaringan yang reliabel. Setidaknya sejak akhir 2022, Nokia telah mengedepankan Technology Vision 2030, yang merupakan strategi perusahaan dalam memajukan teknologi jaringan ke depannya.
Sembari mewujudkan visi maupun strategi tersebut, Nokia secara rutin mengadakan acara berisi paparan ke berbagai negara. Indonesia pun ikut kebagian tahun ini, melalui acara “Amplify Indonesia” yang sudah digelar pekan lalu (6/8). Sejumlah teknologi yang diperkenalkan dinilai bakal mampu mendorong transformasi digital Tanah Air, melalui berbagai solusi yang siap ditawarkan.
Baca juga: Ericsson Hadirkan Inovasi 5G Dukung Indonesia Emas 2045
Pendekatan Nokia Untuk Kembangkan Perusahaan di Tanah Air

Lewat Technology Vision 2030, Nokia sebutkan tiga kekuatan teknologi utama yang siap mengubah jaringan dalam dekade mendatang. Ketiganya adalah kecerdasan buatan (AI), penyimpanan awan (cloud), serta konektivitas sebagai faktor utama yang memungkinkan adopsi berbagai teknologi baru. Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Ozgur Erzincan, President Director, Nokia Indonesia dalam sebuah kesempatan luring (6/8).
Memanfaatkan pendekatan solusi mission-critical, Nokia siap perkuat perusahaan-perusahaan di Indonesia maupun penyedia layanan telekomunikasi dengan teknologi yang membantu proses kolaborasi hingga mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, produktivitas industri, serta akses digital lebih inklusif. “Penting untuk memanfaatkan potensi eksponensial dari jaringan, serta perlunya mengembangkan jaringan yang dapat berpikir dan bertindak secara proaktif,” jelas Ozgur.

Lewat strategi 6G dan solusi 5G advanced, raksasa teknologi satu ini siap membantu perusahaan di Indonesia untuk terus berkembang. Sejumlah inovasi dari Nokia pun turut dijabarkan dalam acara Amplify Indonesia. Di antaranya termasuk portofolio radio Nokia mulai dari perangkat keras radio AirScale, baseband, sampai small cells. Terus dikembangkan dengan kinerja dan efisiensi terdepan untuk menunjukkan kepemimpinannya dalam bidang RAN.
Inovasi lainnya adalah multi-akses Edge Slicing terhadap akses nirkabel tetap dan akses serat, dapat diintegrasikan dengan cloud edge sehingga penyedia layanan komunikasi bisa menyediakan jaringan berkinerja tinggi dengan latensi rendah. Tidak ketinggalan juga, layanan jaringan berbasis AI/ML yang secara otomatis dapat memberikan rekomendasi maupun memicu tindakan yang tepat, dalam waktu yang tepat, agar pengguna bisa mencapai posisi terdepan dalam kinerja jaringan dan maksimalkan nilai bisnis dari siklus hidup jaringannya.
Percepat Proses Transformasi Digital

Inovasi yang dipaparkan lewat Technology Vision 2030, dipercaya dapat memperluas peluang di berbagai sektor. Hal ini turut dijelaskan oleh Juha Ristimaki, Head of Technology & Solutions CoE, Mobile Networks, APAC. Di mana disebutkan bila perkembangan jaringan nantinya bisa berdampak positif pada sektor pendidikan, pekerjaan, kesehatan, transportasi, hingga bisnis.
Acara Amplify Indonesia juga turut dimanfaatkan oleh Nokia untuk menampilkan inovasi dan solusi teknologi terbaru yang telah disinggung sebelumnya, mulai portofolio jaringan seluler, layanan cloud dan jaringan, hingga infrastruktur jaringannya. Sekaligus menyoroti peran perusahaan dalam mendorong pertumbuhan sosial-ekonomi, dengan membantu proses evolusi digital perusahaan dan penyedia layanan komunikasi di Indonesia.
Paparan Technology Vision 2030 membuktikan bila peran AI bakal semakin meluas, tidak hanya untuk mengoptimalkan model jaringan, namun juga memajukan otomasi jaringan ketika terjadi ancaman maupun saat harus mengambil keputusan tertentu. Selain AI, Nokia juga percaya bila kualitas jaringan berperan besar terhadap kemajuan teknologi Metaverse.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




