Jakarta, Gizmologi – NVIDIA resmi mengumumkan kemitraan strategis multi-tahun dengan Meta yang mencakup infrastruktur AI on-premises, cloud, hingga jaringan data center generasi berikutnya. Kolaborasi ini akan difokuskan pada pembangunan hyperscale data center yang dioptimalkan untuk kebutuhan training dan inference model AI skala besar.
Kerja sama tersebut mencakup penggunaan jutaan GPU generasi Blackwell dan Rubin, CPU Grace berbasis Arm, hingga integrasi jaringan Spectrum-X Ethernet. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Meta ingin mengonsolidasikan arsitektur infrastrukturnya agar lebih efisien sekaligus mampu menangani beban AI yang terus meningkat di berbagai layanan digitalnya.
Bagi NVIDIA, kemitraan ini memperkuat posisinya sebagai penyedia utama hardware AI global. CEO NVIDIA, Jensen Huang, bahkan menyebut Meta sebagai perusahaan dengan skala deployment AI terbesar saat ini. Sementara CEO Meta, Mark Zuckerberg, menekankan ambisi menghadirkan “personal superintelligence” bagi pengguna di seluruh dunia.
Fokus Efisiensi Energi dan Skala Komputasi

Salah satu aspek penting dari kolaborasi ini adalah deployment CPU Grace dalam skala besar untuk aplikasi produksi data center Meta. Chip berbasis Arm tersebut diklaim menawarkan peningkatan performa per watt yang signifikan, sesuatu yang krusial mengingat konsumsi energi menjadi tantangan utama dalam ekspansi AI global.
Kedua perusahaan juga tengah menyiapkan adopsi CPU generasi berikutnya, Vera, yang berpotensi digunakan secara luas mulai 2027. Jika terealisasi, ini bisa memperluas ekosistem Arm di sektor data center sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang Meta. Namun di sisi lain, investasi infrastruktur berskala masif seperti ini tetap memiliki risiko finansial besar, terutama jika pertumbuhan monetisasi AI tidak secepat ekspektasi.
AI Lebih Canggih, Tapi Tantangan Privasi Tetap Ada
Kolaborasi juga mencakup penggunaan teknologi confidential computing untuk layanan WhatsApp, memungkinkan pemrosesan AI dengan perlindungan data yang lebih ketat. Meta berencana memperluas pendekatan ini ke berbagai produk lain dalam ekosistemnya, yang berarti AI akan semakin terintegrasi dalam pengalaman pengguna sehari-hari.
Meski begitu, peningkatan kemampuan AI di platform sosial tetap memunculkan pertanyaan soal privasi, keamanan data, dan dampak sosial. Infrastruktur yang semakin kuat memang membuka peluang inovasi baru, tetapi juga memperbesar tanggung jawab perusahaan dalam mengelola teknologi tersebut secara etis.
Pada akhirnya, kemitraan NVIDIA dan Meta bisa menjadi fondasi penting bagi era AI berikutnya. Namun keberhasilannya tetap akan bergantung pada keseimbangan antara inovasi teknologi, biaya operasional, dan kepercayaan pengguna global.
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



