Gizmologi
The Gizmo & Technology Universe. Situs teknologi dan gadget terkini.

Rambah Bisnis Indekos, OYO Target 10.000 Kamar di Lebih dari 10 Kota

Bisnis indekos (kos) rupanya punya potensi menggiurkan. Selain RoomMe yang merupakan pemain dalam negeri, ada juga startup hospitality asal India yang masuk sektor ini yaitu OYO. Melalui brand OYO Life, mereka membidik pasar kos untuk kalangan profesional muda dan pelajar.

Sebagai produk penyewaan tempat tinggal jangka panjang, OYO Life menawarkan pengalaman tinggal yang aman, terstandarisasi, dan terjangkau bagi milenial. Mereka menerapkan model hospitality menyeluruh dari hulu ke hilir (full stack) untuk mentransformasi bisnis kost berdasarkan pengalaman mengembangkan kamar hotel selama ini.

Eko Bramantyo, Country Head for Emerging Business OYO Hotels & Homes, Indonesia mengatakan pihaknya percaya kini adalah saat yang tepat untuk mengembangkan bisnis ke segmen akomodasi jangka panjang guna melayani kebutuhan penyewaan tempat tinggal berkualitas bagi profesional muda dan pelajar. “Peluncuran brand OYO Life ini juga menjadi bagian penting dari komitmen investasi kami sejumlah US$ 300 juta untuk mengembangkan industri hospitality di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: 

Layanan Kos OYO Life

oyo lifePasar kost di Indonesia terus bergeliat, didorong oleh permintaan yang tinggi dan potensi pengembangan rantai bisnis yang besar termasuk katering, laundry, housekeeping, dan lain-lain. Di Asia, pemanfaatan co-living space atau indekos sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup milenial. Studi menunjukkan bahwa 70 juta orang di Asia memilih untuk tinggal di indekos, dengan total sepertiganya ada di Indonesia (+/- 23 juta jiwa).

Layanan OYO Life telah diluncurkan secara global dalam waktu kurang dari satu tahun terakhir dengan target untuk menjadi penyewaan tempat tinggal jangka panjang terbesar di akhir tahun 2019. Indonesia merupakan negara ketiga yang meluncurkan OYO Life setelah India dan Jepang.

Konsep setiap akomodasi OYO Life difokuskan akan kenyamanan dan kemudahan bagi milenial yang melek teknologi. Dibekali dengan fasilitas esensial yang menjamin kebutuhan seperti koneksi Wi-Fi, televisi, jasa housekeeping, kamera CCTV, dan juga layanan 24 jam. Penghuni juga dapat menghubungi tim OYO Support setiap saat, tanpa biaya tambahan dari harga sewa bulanannya.  

Dibekali dengan keahlian di sektor perhotelan dan kemampuan teknologi mutakhir, OYO Life disebut membantu mitra pemilik properti untuk memaksimalkan potensi bisnis kos. Sayangnya tidak dijelaskan secara detail bagaimana model bisnis kos OYO Life kepada pemilik kos. Pihak OYO hanya menyebut bahwa kerjasamanya bervariasi antara pemilik kos sesuai dengan kesepakatan. Kendati demikian, OYO Life mengklaim peningkatan okupansi lebih dari 80% hanya dalam waktu 30 hari.

Eko menjelaskan alasannya menghadirkan OYO Life karena mendapatkan banyak permintaan dari asset partners untuk membawa solusi hospitality full stack ke pasar kost. “Kami meluncurkan OYO Life dengan 2500 kamar di 8 kota dan akan berekspansi secara agresif ke kota-kota selanjutnya dengan target 10.000 kamar di lebih dari 10 kota hingga akhir tahun 2019,” ungkapnya.